Al Gore memimpin reformasi birokrasi Amerika

Begitu dilantik  pada 20 Januari 1993, Presiden Bill Clinton dan Wakil Presiden Al Gore langsung memberi perhatian yang sangat serius terhadap birokrasi pemerintahan Amerika. Wakil Presiden Al Gore ditugaskan secara khusus memimpin reformasi birokrasi melalui program National Preformance Review (NPR). NPR ditetapkan dengan tema Working Better, Cost Less.

NPR dilakukan untuk meningkatkan efisiensi manajemen pemerintahan Amerika. Rupanya Bill Clinton menyadari bahwa kelembagaan pemerintahan Amerika sudah terlalu “gemuk”, tidak lincah dan boros. Karena itu perubahan mendasar terhadap birokrasi pemerintahan harus dilakukan.

Penunjukan wakil Presiden Al Gore dinilai sebagai langkah strategis agar semua lembaga pemerintahan di Amerika dapat di komandoi untuk melakukan reformasi secara konsisten. Bila reformasi birokrasi dipimimpin oleh seorang menteri saja, ada kemungkinan menteri lainnya tidak serius melakukan reformasi birokrasi. Karena itu NPR (reformasi birokrasi ala Amerika)  dipimpin langsung oleh Wakil Presiden. Strategi Clinton-Gore ini dipandang jitu untuk meyakinkan bahwa NPR berjalan sesuai harapan.

Sebuah tim reformers kemudian dibentuk dan dipimpin oleh Al Gore melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kementerian dan lembaga.  Semua lembaga dan kementerian diminta untuk melakukan rasionalisasi dan meninjau aturan perundangan yang ada agar tujuan Working better, cost less bisa dicapai. Target spesifik untuk masing-masing lembaga ditetapkan dan dimonitor secara ketat pelaksanaannya.

Pada awalnya, banyak lembaga yang mengalami kendala pelaksanaan NPR. Tetapi Al Gore dengan tegas meminta supaya NPR yang dicanangkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Amerika. Karena itu NPR harus dilakukan secara konsisten.

Dalam pelaksanaan NPR banyak jabatan yang dihapus. Penghapusan dilakukan terutama pada tingkatan middle managers. Fokus utama NPR adalah peningkatan pelayanan pada front-liners, karena front-liners lah yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan NPR untuk meningkatkan pelayanan kepada asyarakat.

Di akhir periode pertama pemerintahan Bill Clinton-Al Gore, NPR dinilai berhasil mencapai tujuannya, yaitu working better, cost less. Itulah salah satu faktor yang membawa Bill Clinton terpilih untuk masa jabatan kedua. Berbagai pelayanan masyarakat ditingkatkan, sejumlah jabatan pemerintahan dihapus. Menurut catatan, pada periode itu ada peningkatan pertumbuhan ekonomi Amerika. Meski demikian, banyak juga berbagai pihak yang tidak sependapat dengan NPR yang digagas oleh Al Gore. Sejumlah kritik dialamatkan kepada Al Gore.

***

Kalau reformasi birokrasi di Amerika dipimpin oleh Wakil Presiden. Di Indonesia, dalam Kabinet Indonesia Bersatu Tahap-2, reformasi birokrasi dibebankan pada MenPAN. Sudah barang tentu kewenangan MenPAN terbatas untuk memimpin pelaksanaan reformasi birokrasi.

Pengalaman Amerika dalam penugasan Wakil Presiden untuk memimpin reformasi birokrasi dapat di contoh di Indonesia. Wakil Presiden Boediono, mestinya memimpin reformasi birokrasi di Indonesia agar bisa berhasil lebih baik. Reformasi birokrasi di Indonesia membutuhkan dorongan yang sangat kuat agar tercapai dengan baik.

Pertanyaannya, kapan Wakil Presiden Boediono mengadopsi pengalaman Al Gore itu??.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s