Kompas, sejauh ini leading

Tidak dapat saya pungkiri, bahwa saya banyak “mengkonsumsi” media dalam kehidupan sehari-hari.  Kebiasaan ini termasuk sulit dihilangkan. Berbagai bentuk media menjadi “santapan harian”, apakah itu dalam bentuk koran, televisi, radio atau internet. Media itu menyajikan menu yang beranekaragam, mulai dari yang akurat, sampai yang cenderung berita bohong. Karena itu, saya harus pilih-pilih media dan berita yang ingin saya “konsumsi“. Karena ada sebagian berita di media yang sebenarnya hanya jadi pencemar, polutan yang membawa kerusakan.

Di akhir tahun 2010 ini saya ingin memberikan apresiasi pada media yang konsisten dan tetap menunjukkan karakter media jurnalistik yang saya nilai baik. Apresiasi saya tentu hanya sekedar menyebut media itu sebagai media yang baik. Saya tau betul bahwa apresiasi saya mungkin sangat subyektif, karena melulu di dasari oleh pertimbangan saya pribadi.

Saya menilai Harian Kompas adalah media yang terbaik dan memberikan karakter jurnalistik yang baik tahun 2010 ini. Meski saya tidak punya latarbelakang jurnalistik, tapi saya berani mengatakan bahwa tidak ada media lain yang sebaik Harian Kompas dalam menyajikan berita dan informasi yang lengkap.

Kompas tidak mau terjebak untuk membuat sensasi. Banyak media lain yang seolah berlomba mengejar sensasi. Bahkan sebagian media terkadang menyajikan berita dengan sangat vulgar. Kebanyakan media masih terjebak dalam paradigma “Bad news is good news”. Bagi mereka kejadian baik tidak mempunyai nilai berita. Sebaliknya “kabar buruk” dan “kabar burung” lah yang mempunyai nilai berita tinggi.

Tetapi alasan utama mengapa saya memberikan apresiasi pada harian Kompas adalah karena pada semester kedua tahun ini Kompas banyak sekali mengangkat topik lingkungan hidup (LH). Liputan berita tentang lingkungan hidup di Kompas dilengkapi dengan penjelasan dan analisa yang membuat para pembaca dapat memahami persoalan LH.

Dalam beberapa edisi, masalah lingkungan hidup sering dikupas secara khusus. Berita-berita lingkungan hidup menempati porsi yang cukup tinggi. Dari sisi ini, saya menilai bahwa Kompas mempunyai kepedulian dan komitmen yang tinggi untuk pelestarian lingkungan hidup.

Yang menggembirakan lagi, Kompas mengangkat fokus Lingkungan Hidup bukan dengan tujuan mencari keuntungan kelompoknya atau kelompok tertentu. Banyak media saat ini mengangkat isu atau topik tertentu, tetapi dibalik liputan dan kupasan itu, ada pesan sponsor yang disisipkan.

Sudah lebih dari 30 tahun saya membaca Kompas, dan sejauh ini karakter Kompas tetap terjaga, tidak terkontaminasi, dan tidak mencemari pembaca dengan kepentingan sempit yang sesaat. Suatu ketika pernah seorang wartawan Kompas menemui saya untuk mencari informasi berita, semula sang wartawan agak “gencar” menanyai saya. Di akhir tanya jawab, saya katakan:

“Saya mengenal Kompas sudah lebih dari 30 tahun, dan selama itu gaya penulisannya terjaga. Itulah yang yang saya hargai dari Kompas”.

Sang wartawan tersenyum-senyum. Entah apa arti senyumnya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s