Memasuki tahun 2011, memulai era GELEGAR IKLIM

Mengakhiri tahun 2010 ini, saya posting sebuah ajakan dan permenungan tentang nasib bumi kita. Apapun yang kita lakukan dan apa yang kita capai di tahun 2010, sedikit banyak, langsung atau tidak langsung ikut menaikkan temperatur bumi. Anda dan saya sama-sama berperan membuat iklim bumi menggelegar, tidak lagi hanya sekedar berubah. Memasuki tahun 2011 kita harus mempersiapkan diri; apa yang bisa kita lakukan dan apa yang tidak bisa kita lakukan untuk menghadapi GELEGAR IKLIM (Climate Shock) yang ada di depan mata.

Kondisi iklim yang terjadi akhir-akhir ini tidak lagi dapat dikatakan hanya sekedar berubah (climate change). Peristiwa demi peristiwa iklim yang terjadi bukanlah berdiri sendiri. Magitude dari kondisi iklim yang buruk  semakin hari semakin tinggi. Kondisi cuaca ekstrim semakin lama semakin besar, dan dari waktu ke waktu semakin ekstrim. Yang dingin semakin dingin, yang panas semakin panas. Dan sudah tentu kerugian yang terjadi semakin besar dan semakin luas. Korban yang paling menderita adalah mereka yang rentan dalam kehidupan, mereka yang miskin, terbelakang dan yang terpinggirkan.

“Di dunia ini tidak ada yang abadi, semua selalu berubah”.

Respon seseorang terhadap frase klasik diatas biasanya nyaris tidak ada (almost doing nothing). Kata berubah dalam kalimat itu nyaris tidak membawa dampak apa-apa. Orang tetap melakukan hal biasa (business as usual). Karena frase itu memang dianggap sebagai sesuatu yang lumrah.

Main Image

Jadi kalau dikatakan iklim berubah,  respon orang juga business as usual. Kalau ini yang terjadi, maka sebenarnya kita sedang menyulut bom waktu. Dampak dari pemanasan global tidak bisa disikapi dengan praktek business as usual. Harus ada perubahan yang sistematis, signifikan dalam praktek-praktek kegiatan manusia di planet ini untuk menghindari dampak dari pemanasan global.

Boleh jadi kegagalan konferensi PBB COP UNFCCC (Conference of Parties United Nations Framework Convention on Climate Change) dari tahun ke tahun, adalah karena para pemimpin dunia yang hadir dalam konferensi itu masih menggunakan terminologi berubah sebagaimana frase klasik diatas. COP 16 di Cancun, Mexico akhir tahun ini, nyaris tidak membawa kemajuan apa-apa. Hal itu bisa jadi karena para peserta konferensi masih memaknai perubahan sebagai frase klasik diatas, shingga respon mereka juga business as usual.

Karena itu saya menggunakan terminologi Gelegar Iklim (Climate Shock), agar orang tidak lagi merespon dengan business as usual. Kondisi iklim yang sesungguhnya sekarang ini memang sudah membuat orang shock. Kalau di musim panas di tahun 2010 ini di Australia (Sydney) turun salju, hari-hari ini Queensland Australia kebanjiran, bukankah itu sesuatu yang membuat kaget (shock). Ribuan penerbangan di Amerika dibatalkan di Amerika di saat-saat Natal lalu. Angin puting beliung memporak porandakan rumah di pulau Jawa, badai mengerikan yang menghantam Filipina, atau bahkan cuaca panas di Rusia yang merenggut banyak nyawa. Fenomena ini bukan sekedar perubahan biasa. Inilah gelegar iklim (climate shock)!!.

Karena itu respon terhadap gelegar iklim bukan busines as usual, tetapi unusual business yang harus dilakukan setiap orang. Respon unusual business tidak berarti anda harus melakukan hal yang aneh-aneh.  Yang terutama dilakukan adalah perubahan pola pikir, mind-set, bahwa pemanasan global sedang mengancam peradaban manusia.

Memasuki tahun 2011, celaka betul kalau kita tidak berbuat sesuatu untuk bumi kita. Perubahan mind-set mutlak dilakukan untuk mengurangi ancaman pemanasan global. Tragis sekali kalau kita membiarkan peradaban manusia di hari yang akan datang menjadi petaka yang mengerikan bagi anak cucu.

Do something, change our mind-set, save our earth. Change our habits now.

Go Green

Happy New Year 2011