Restorasi Birokrasi (RB): Work better cost less (WBCL)

Melaksanakan restorasi birokrasi (RB) merupakan pekerjaan besar yang tidak akan pernah selesai. Sampai kapanpun, pekerjaan seperti ini tidak pernah mencapai kesempurnaan. Waktu berubah, kebutuhan birokrasi berkembang. Kebutuhan akan perbaikan akan selalu ada. Tapi satu yang harus harus dicapai yaitu bekerja dengan lebih baik dengan biaya yang lebih rendah.

Restorasi birokrasi  (RB) di  Indonesia merupakan tuntutan semua orang. Karena itu tidak ada pilihan lain selain menjalankannya dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Salah satu sasaran yang ingin dicapai adalah “Bekerja lebih baik dengan biaya yang lebih rendah”, work better cost less. Kalau ditilik secara sempit, apakah untuk birokrasi Indonesia seperti sekarang ini, target work better cost less (WBCL) bisa dicapai?. Apakah gaji birokrat yang sekarang masih harus diturunkan supaya cost less??.

Masih banyak pertanyaan lanjutan yang bisa dikemukakan untuk mencermati target WBCL. Sepintas kalau mencermati target WBCL di Indonesia, seperti sebuah mission impossible. Betapa tidak, sekarang ini (tahun 2011)  seorang lulusan sarjana, lalu kemudian bekerja sebagai PNS (pegawai negeri sipil), hanya dibayar dengan gaji pokok sekitar Rp. 1.100.000,- (satu juta seratus ribu rupiah). Supaya mencapai cost less, apakah gaji pokok itu masih harus diturunkan. Kalau untuk mencapai cost less gaji pokok PNS sebesar itu masih harus diturunkan, rasanya birokrat tidak ubahnya seperti kerja paksa di jaman kolonial.

Sebaliknya, bisakah seseorang bekerja dengan baik dan dengan dedikasi tinggi bila hanya dibayar dengan Rp. 1.100.000 sebulan??. Supaya bekerja baik, seseorang harus mendapatkan imbalan yang pantas. Bekerja dengan profesional, dengan produktivitas tinggi dan hasil baik tentulah memerlukan reward yang memadai. Seorang PNS juga dituntut untuk mempunyai produktivitas tinggi, dengan hasil kerja berkualitas bagus. Jadi PNS juga berhak mendapatkan penghasilan yang baik.

Kembali pada WBCL, untuk bisa mencapai target WBCL, restorasi birokrasi (RB) harus difahami secara menyeluruh, bukan hanya sekedar melihat individu PNS saja. Sistim birokrasi Indonesia dinilai tidak efisien. Inefisensi itu disebabkan oleh beberapa hal antara lain, inkonsistensi dan tumpang tindih peraturan perundang-undangan, sistim manajemen birokrasi yang tidak berorientasi pada outcome, dan sejumlah alasan-alasan lain.

Inefisiensi birokrasi harus dihilangkan. Birokrasi harus berani mengevaluasi diri dengan mengganti sejumlah peraturan dan lembaga yang tidak perlu. Langkah evaluasi itu harus dengan tujuan WBCL secara menyeluruh. Sejumlah lembaga dan jabatan mungkin harus dihapus, karena fungsinya tumpang tindih dengan lembaga lain.

Prosedur dan tata laksana harus disesuaikan dengan tujuan WBCL. Untuk mencapai tujuan besar Restorasi Birokrasi (RB), harus dimulai dari langkah kecil. Program besar memerlukan pelaksanaan kegiatan yang lebih rinci. Demikian juga halnya pelaksanaan restorasi birokrasi (RB) yang memerlukan langkah-langkah nyata untuk mencapai WBCL. Untuk mencapai puncak tangga, harus dimulai dengan langkah dari anak tangga pertama.


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s