RB: Working better yang bagaimana ?

Membedakan pisang yang baik dengan pisang yang tidak baik merupakan kegiatan yang tidak terlalu sulit. Meski umumnya semua pisang matang berwarna kuning, tetapi tidak semua yang warnanya kuning merupakan pisang yang baik. Ada pisang yang “dikarbit” supaya terlihat kuning menarik, tetapi sebenarnya ia tidak matang. Seorang penjual pisang yang berpengalaman, tau betul seperti apa pisang yang bagus. Lha, apa hubungan pisang dengan working better seperti judul posting ini. Bekerja lebih baik seperti apa, bagaimana kita tau, kalau suatu sistem bekerja lebih baik.

Kawan saya Pak Owen, mengomentari Restorasi Birokrasi (RB): Work better cost less (WBCL). Pak Owen terlalu santun untuk mengomentari secara langsung di blog ini, karena itu dia kirim email yang panjang lebar menanggapi WBCL (Working better cost less). Ada sejumlah masukan, pertanyaan dan saran tentang seputar restorasi birokrasi (RB) terutama yang terkait dengan working better cost less (WBCL). Pertanyaan dan saran itu cukup fundamental, karenanya membutuhkan kecermatan untuk mencari jawabannya. Saya merasa mendapat amunisi baru dengan masukan dari Pak Owen untuk membedah lebih jauh WBCL.

Untuk bisa mengetahui bahwa suatu sistem birokrasi bekerja lebih baik, harus ada ukuran yang membedakan birokrasi yang lebih baik dengan birokrasi yang buruk, atau setidaknya membedakan yang lebih baik dari yang sudah dianggap baik (better than good).  Untuk itu harus ada base line informasi tentang performance supaya bisa diukur kemajuannya dari waktu ke waktu. Selain itu harus juga tersedia “alat ukur” (indikator) yang menggambarkan kinerja dari sistem birokrasi. Base line informasi menjadi titik tolak untuk melihat apakah suatu sistem bergerak maju atau bergerak mundur.

Dalam sistem birokrasi di Indonesia, database seringkali lemah. Sering ditemui berbagai kejadian dimana untuk suatu obyek, ada beberapa versi data. Cilakanya, data itu sering tidak sama antara yang satu dengan lainnya. Contohnya: data penduduk miskin disuatu kelurahan bisa berbeda antara data di Kantor Camat dengan data di Badan Pusat Statistik. Maka kalau bicara baseline data untuk memulai working better dalam restorasi birokrasi RB), data harus mutlak terlebih dahulu, artinya tidak ada data yang berbeda untuk suatu obyek. Dan yang juga sangat penting, data itu harus valid, dan akurat.

Akurasi dan keabsahan data sangat diperlukan ketika akan dilakukan pengukuran kinerja. Tidak ada gunanya melakukan program dan kegiatan working better kalau data untuk mengukur tidak valid. Pelaksanaan Restorasi Birokrasi (RB) harus didukung dengan sistem data yang baik dan benar.

Selain base line data yang benar, untuk mengukur hasil dari working better, harus ditetapkan sejumlah parameter kinerja. Setiap parameter kinerja mempunyai nilai (skor)  dari rendah sampai tinggi, sehingga bisa dievaluasi dan ditetapkan nilai dari waktu ke waktu. Tidak ubahnya seperti sebuah Raport Sekolah yang mengukur kinerja murid sekolah selama  belajar.

Idealnya parameter kinerja ditetapkan menjadi code of conduct, rules of the game, acuan bagi setiap lembaga birokrasi. Secara periodik, acuan itu harus dievaluasi untuk mengukur progres dari kinerja.

Baseline data dan parameter kinerja yang dijelaskan diatas masih hal-hal umum dari tujuan restorasi birokrasi working better. Untuk dapat dilaksanakan di unit birokrasi, kedua faktor itu harus diuraikan dengan lebih rinci untuk tiap-tiap unit organisasi. Faktor-faktor itu harus dikaji dengan seksama untuk bisa menggambarkan penjabaran tujuan working better.

Apakah penjelasan diatas sudah memberi jawaban memadai atas judul posting ini ???. Kalau belum, alamaaak….. susahnya menjelaskan Restorasi Birokrasi.

.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s