Jurus pendekar mabuk NaiJumollang

Siapa yang tidak kenal Jackie Chen, aktor Hongkong yang sukses mendunia. Film-filmnya digandrungi tua muda di manca negara. Selain sebagai aktor, ia juga sekaligus sutradara dan produser. Tapi mungkin banyak yang sudah lupa, bagaimana Chen merintis karirnya untuk menjadi terkenal.  Ketika film action Hongkong dirajai oleh Bruce Lee, hampir tidak ada film action lain yang dikenal orang. Tidak ada aktor Hongkong lain yang laku menyaingi Bruce Lee. Kalau Jackie Chen hanya ikut arus, dia tidak mungkin bisa menyaingi Bruce Lee. Dasar Jackie Chen otaknya encer, dia tidak mau “bersaing” dengan Bruce Lee, Chen tidak bikin film action biasa, maka dia menggabungkan action dengan lawak melalui tokoh Drunken Master, Pendekar Mabuk.

Dikisahkan seorang jagoan silat berilmu tinggi, tapi suka minum arak hingga mabuk-mabukan. Kemana-mana sang pendekar selalu bawa guci arak dan mabuk. Sampai-sampai ketika bertanding silatpun, ia sambil minum arak dan mabuk. Karena mabuk itu, gerakan-gerakan silatnya menjadi ‘aneh‘ dan tidak dapat diantisipasi lawan dan musuhnya. Jurus silatnya sangat berbeda dari jurus silat biasa, lain dari mainstream. Akhirnya tidak ada satupun lawan yang bisa mengalahkan pendekar mabuk. Maka jurus-jurus ilmu silatnya menjadi terkenal sebagai “Jurus Pendekar Mabuk“.

Benar saja,  film Jackie Chen dengan tema pendekar mabuk (Drunken Master) menjadi laris bak kacang goreng. Film dengan tema itu kemudian susul menyusul diproduksi dan memperbesar pundi-pundi uang Jackie Chen.

Saya tidak ingin mengupas lebih jauh tentang film Jackie Chen. Lebih menarik membahas “Jurus Pendekar Mabuk“, yang ternyata kemudian dipraktekkan banyak orang diberbagai bidang. Ketika seseorang atau sekelompok orang bingung mau bertindak, dan hanya sekedar untuk mempertahankan statusnya atau menunjukkan kekuasaannya, orang itu dan kelompoknya melakukan hal-hal yang tidak wajar. Pihak lain kemudian menjulukinya melakukan “Jurus Pendekar Mabuk“, atau disebut sebagai “pendekar mabuk“.

Suatu ketika, Ruhut Sitompul, pengacara yang anggota DPR, pernah menyebut Mantan Kabareskrim Susno Duadji sebagai “pendekar mabuk”. Mungkin Ruhut beranggapan bahwa Susno Duadji melakukan tindakan aneh-aneh dalam kasus yang berawal dari “Cicak vs Buaya“, sehingga Ruhut menyebutnya “Pendekar Mabuk”.

Jurus “pendekar mabuk” memang sering digunakan orang tidak cerdas untuk mempertahankan kedudukannya, atau untuk mencari kedudukan. Saya sering menjumpai pejabat publik yang mempraktekkan “Jurus Pendekar Mabuk” dalam tindakan dan kegiatan si pejabat. Ia memperlakukan lembaga yang dipimpinnya seolah-olah adalah “milik pribadi” yang bisa diatur sesuka hatinya.

Saya tidak habis pikir, dijaman demokratisasi dan jaman reformasi birokrasi sekarang ini masih ada pejabat publik yang bertindak seperti “pendekar mabuk“.  Tindakannya tidak terarah, asal mengambil keputusan tanpa mempertimbangkannya dengan seksama, kecuali pertimbangan subyektif, yang seringkali atas dasar like dan dislike kepada seseorang.

Sebutlah NaiJumollang, seorang pejabat publik, ia memang punya kewenangan memindahkan seseorang di lingkungan kerjanya, termasuk Jamordong, dari suatu posisi ke tempat lain. Dalam jabatannya, NaiJumollang bisa memindahkan Jamordong kemana saja, apalagi kalau dia tidak suka kepada Jamordong. Tapi sebagai pejabat publik, NaiJumollang tidak boleh bertindak seperti pendekar mabuk. Ia seharusnya mengikuti aturan dan etika kewajaran sebelum memindahkan Jamordong.  Tapi dalam kenyataanya, Jamordong dipindah ke posisi yang tidak nyaman, tanpa meminta pertimbangan dan pendapat dari atasan langsung Jamordong. Tau-tau surat keputusan perpindahan Jamordong sudah ditandatangani NaiJumollang. NaiJumollang, benar-benar sudah menjadi Pendekar Mabuk.

2 thoughts on “Jurus pendekar mabuk NaiJumollang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s