Transformasi ala Power Ranger

Beberapa tahun lalu ketika anak saya masih SD, mereka hampir tak pernah melewatkan nonton film serial TV Power Ranger. Sekali dua, saya juga ikut nonton. Dalam film itu, tokohnya adalah anak muda yg sehari-harinya sama seperti anak muda lainnya, melakukan kegiatan biasa, sekolah dan bermain. Tapi, pada satu saat, ketika ada kejahatan, mereka akan saling menghubungi dengan “gadget” dan segera berkumpul untuk membasmi kejahatan.

Secara mendadak, anak muda biasa, para ranger, menjadi jagoan dengan penguasaan ilmu bela diri yang tinggi. Mereka bergabung melawan tokoh-tokoh jahat. Pada umumnya tokoh-tokoh jahat juga kemudian menjadi super jahat. Sehingga untuk melawan tokoh super jahat itu, para Ranger, dengan suatu “kode” tertentu akan bersatu dan bertransformasi menjadi robot “Power Ranger”, robot super hero. Robot ini sangat kuat dan siap menumpas semua kejahatan.

Transformasi orang biasa menjadi super hero  diperlukan untuk melawan dan mengalahkan kejahatan. Dari waktu ke waktu kejahatan semakin meningkat terutama modus operandinya. Karena itu orang harus menyatukan tekat untuk melawan kejahatan, dan melakukan kebaikan. Persis seperti apa yang dilakukan oleh para Power Rangers yang bergabung menjadi Robot Super Hero Power Ranger.

Bila kejahatan yang harus dilawan adalah korupsi, kolusi dan nepotisme, maka semua instrumen pembasmi kejahatan dan instrumen kebaikan harus bertransformasi menjadi satu untuk menaklukkan KKN. Instrumen pembasmi kejahatan dan instrumen kebaikan merupakan stakeholder utama dalam melawan KKN. Transformasi para stakeholder diperlukan untuk meningkatkan power, kekuatan, agar kejahatan KKN bisa ditaklukkan. Tanpa transformasi, kekuatan para stakeholder tidak mempunyai momentum yang cukup besar untuk melawan robot KKN.

Salah satu instrumen yang harus terus menerus ditransformasi adalah birokrasi. Sistem birokrasi dinegeri ini telah dirusak oleh kepentingan pribadi dan kelompok. Birokrasi harus ditransformasi dari dalam sistem birokrasi itu sendiri dan juga dengan upaya-upaya intervensi dari luar sistem birokrasi. Transformasi dari dua sisi, internal dan eksternal dilakukan agar hasilnya bisa optimal.

Seperti halnya dalam Power Ranger, untuk membasmi KKN diperlukan Robot Super Hero.  Super Hero ini diciptakan dari transformasi, pengintegrasian dan penggabungan semua elemen dari sistem yang ada. Kedalam elemen sistem ini termasuk, aturan perundang-undangan, personil (para rangers), kultur,  tata kelola (manajemen), pemangku kepentingan, serta keinginan dan komitmen yang kuat.  Elemen-elemen ini dipadukan dan berresultante untuk mendapat power yang kuat membasmi kejahatan KKN dan melaksanakan hal-hal yang baik.

Secara teoritis, transformasi itu akan berhasil dilakukan, maka kejahatan KKN akan bisa dikalahkan sekaligus membangun birokrasi yang baik. Kalau kenyataan dilapangan, transformasi kurang atau tidak berhasil, ada kemungkinan elemen tidak sepenuhnya melakukan fungsinya. Disinilah pemimpin diperlukan untuk mencari elemen yang kurang berhasil dan untuk memperbaikinya dan kembali ditransformasikan.

Sounds good!, tapi tidak mudah melaksanakannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s