Layanan prima pedagang kopi termos

Begitu turun dari taksi, saya langsung masuk ke kompleks kampus UI di Salemba. Saya jalan pelan-pelan ditengah ramainya orang sepagi itu. Tidak saya perhatikan, dari samping saya seorang wanita paruh baya berjalan menjejeri sambil menimpali: “Minum kopi dulu pak, bapak mau kopi susu, kopi cream, atau kopi hitam”. Ia  lalu menyebut beberapa merk kopi sachet yang dibawanya sambil menenteng sebuah termos. Saya sebenarnya suka kopi, tapi karena pagi itu sudah sarapan, saya tidak berminat minum kopi di tengah jalan.

Perempuan paruh baya dengan termos dengan gelas plastik dan sejumlah sachet kopi pagi itu bukan satu-satunya yang menjajakan kopi di sekitar kampus UI Salemba, ternyata ada beberapa orang lagi yang melakukan hal yang sama. Mereka “mobile” menjual kopi mengikuti dan mendatangi konsumennya. Penjual kopi termos seperti itu sudah lazim ditemui ditempat-tempat ramai sejak beberapa tahun belakangan ini. Salah satu penyebab menjamurnya penjual kopi termos, kemungkinannya adalah langkanya kesempatan kerja. Ditengah sulitnya mencari kerja, maka mengadu nasib sebagai penjual kopi termos berkeliling, lumayan untuk mempertahankan hidup.

Akan tetapi sisi ada lain dari fenomena penjual kopi termos ini. Kalau dulu orang mau minum kopi, harus menuju warung kopi, atau kafe, sekarang untuk mendapatkan seruputan kopi yang sekelas kafe, sudah tersedia kopi sachet dari penjual keliling. Dan penjual kopi keliling bisa menjumpai konsumennya dimana saja, di kampus, di taman, di terminal, di tempat-tempat ramai lainnya. Penjual kopi mendatangi orang dan menawarkan minuman kopi. Dalam bahasa manajemennya, boleh lah dikatakan bahwa penjual kopi keliling sebagai “service provider” mendatangi konsumen, memberikan layanan prima.  Konsumen didatangi di lokasi dimana mereka berada.

Saya pikir ini suatu aplikasi manajemen yang dilakukan oleh service provider untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada pelanggan. Meski penjual kopi termos melakukan upaya itu karena kepepet, tetapi secara tidak sadar (atau kepepet) mereka adalah termasuk para inovator manajemen yang jeli yang memanfaatkan peluang usaha. Bukankah “para penemu“, inovator, sering menemukan hal-hal yang luar biasa melalui cara yang kepepet, atau secara tidak disengaja. Intinya, untuk maju, service provider harus terus melakukan inovasi, harus terus berubah.

Para aparat birokrasi sebenarnya adalah “service provider” kepada masyarakat. Pertanyaannya, apakah birokrasi sudah lebih maju dari penjual kopi termos? Secara sepintas, seolah tidak relevan mensejajarkan birokrat dengan penjual kopi termos, tetapi sesungguhnya mereka mempunyai fungsi yang sama, yaitu memberikan pelayanan kepada konsumennya. Kalau penjual kopi termos memberikan layanan prima kepada konsumen dengan mendatangi konsumen, birokrat juga seharusnya memberikan layanan prima kepada masyarakat. Birokrat harus terus melakukan inovasi, harus terus berubah menjadi lebih baik. Kalau tidak, birokrat akan terlindas oleh tuntutan jaman.

2 thoughts on “Layanan prima pedagang kopi termos

  1. di taman bungkul, kalo bapak sempat jalan-jalan malam di sana, juga banyak kok yang jualan seperti ini, sayangnya mereka jualan gak tenang karena satpol pp selalu mengincar mereka..

    oia, dapat info kapan hari bapak pindah ke jakarta ya pak? kalau benar, sungguh sayang sekali, karena surabaya masih butuh orang baik seperti bapak ini

    Like

    • Dari segi “manajemen”, para satpol PP itu adalah “rintangan” yang harus diatasi oleh penjual kopi termos. Secara manajemen, itu bisa diatasi.
      ***
      Dari dulu, saya sering pergi-pulang ke Jakarta.

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s