Informasi, alat serbaguna negatif-positif

Awal bulan lalu komputer notebook saya tidak bisa dihidupkan, sepertinya penghubung fisik antara layar dengan motherboard putus. Sebelumnya sudah ada tanda-tanda akan hal itu, kalau mau dihidupkan, saya harus beberapa kali membuka-tutup layar supaya bisa hidup. Sudah pernah dibawa ke tukang servis, dan dicurigai bahwa penghubung itu memang bermasalah. Disarankan ganti komputer saja, karena sambungan penghubung itu tidak dapat diperbaiki, tapi saya pikir masih bisa bertahan untuk beberapa bulan. Dan bulan lalu, dipastikan bahwa sambungan fisik itu putus. 

Karena setiap hari saya selalu menggunakan komputer, maka setelah dua hari tidak  punya komputer dan tidak bisa mengakses file di hard-disk dan internet, saya seperti kebingungan. Terpaksa saya beli komputer baru (yang sekarang saya pakai). Saya beli dengan pertimbangan yang beratnya dibawah 2 kg, sehingga praktis dibawa-bawa, layar agak besar karena saya sudah pakai kacamata baca, serta tidak perlu terlalu tinggi kemampuannya operasinya. Soalnya saya hanya pakai untuk pengetik word, spreadsheet, powerpoint dan sambungan internet.  Tidak tersambung dengan data di komputer dan internet (bahasa mereka : informasi) itulah yang paling membuat kebingungan yang parah bagi saya, mungkin juga bagi banyak orang sekarang ini. Jadi kalau ada orang yang secara sengaja tidak terhubung dengan informasi, justru menjadi tanda tanya.

Terputus dari informasi menjadi masalah. Karena umumnya orang melakukan kegiatan harus didukung oleh data dan informasi. Kalau ada orang secara sengaja memutus hubungan informasi, maka itulah yang menjadi tanda tanya. Agaknya hal itulah yang kurang diperhatikan oleh Osama bin Laden, Pemimpin Al Qaeda yang baru saja terbunuh minggu lalu di Abbottabad, Pakistan. Osama bin Laden tinggal di suatu rumah mewah dikawasan peristirahatan, tetapi ternyata rumah mewah itu tidak mempunyai sambungan telepon dan dan sambungan internet.

Osama bin Laden sengaja membangun rumah yang tidak terhubung dengan informasi (telepon dan internet) karena kuatir Amerika akan bisa melacak lokasi dia berada dari pembicaraan telepon maupun hubungan internet. Maka satu-satunya saluran komunikasi Osama dengan para pengikutnya hanyalah melalui kurir kepercayaannya. Saluran komunikasi yang sangat tradisional. Kondisi rumah mewah tanpa sambungan telepon dan tanpa sambungan internet itu memperkuat kecurigaan satuan dinas rahasia Amerika, bahwa Osama ada di Abbottabad.

Informasi awal keberadaan Osama diperoleh dari tahanan Amerika yang berada di Guantanamo. Konon pada sekitar Agustus 2010, salah satu tahanan Guantanamo berhasil dikorek keterangannya tentang keberadaan kurir kepercayaan Osama bin Laden . Diperolehlah informasi, bahwa kurir keperacyaan Osama diduga berada di Abbottabad, dan tentu saja diduga kuat Osama juga berada disana. Informasi dari Guantanamo itu diselidiki secara sangat rahasia. Penyelidikan intensif dilakukan ke Abbottabad Pakistan.

Dinas rahasia Amerika menemukan bahwa ada sebuah rumah mewah di kawasan pariwisata Abbottabad yang tidak mempunyai sambungan  telepon dan tidak ada sambungan internet. Kondisi itu menjadi tanda tanya bagi anggota dinas rahasia Amerika. Bagaimana mungkin sebuah rumah besar dan mewah, tidak ada sambungan telepon. Tentulah pemilik atau penghuninya orang yang punya uang yang cukup untuk memiliki dan membeli telepon, tapi kenapa justru tidak ada alat komunikasi.  Dari kondisi itu semakin kuat kecurigaan bahwa ada kesengajaan dan untuk menghidari pelacakan.

Tentu saja dinas rahasia Amerika mencurigai rumah Osama tidak semata-mata karena tidak ada sambungan komunikasi telepon. Tetapi hal itu memang menjadi keanehan  dijaman informasi sekarang ini. Seandainya saja Osama sedikit lebih cerdas untuk mengelabui Amerika dengan melengkapi rumahnya dengan alat komunikasi, mungkin cerita terbunuhnya Osama akan menjadi lain. Meski rumahnya dilengkapi telepon (supaya terkesan wajar), tapi Osama mestinya bisa megkondisikan saluran teleponnya sedemikian rupa sehingga tidak terlacak dengan sistim disinformasi yang mengacaukan. Disinilah fungsi informasi yang bisa digunakan untuk sesuatu yang negatif atau untuk yang positif.

Kisah hidup seseorang tidak bisa diduga, termasuk perjalanan hidup Osama bin Laden. Saya cuma mencoba melihat secuil sisi informasi di kehidupan Osama. Untuk apa??, entahlah.

3 thoughts on “Informasi, alat serbaguna negatif-positif

    • Ya itu pak Wito, paragraph terakhir di posting itu, kan kira-kira menyiratkan itu pak. Setiap orang ada masanya, ada masa jaya, ada masa susah, dan ada masanya mati…..

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s