Journey back to Jakarta

Saya tidak  menyangka kalau setelah 17 tahun bertugas di Surabaya, kemudian harus kembali bertugas di Jakarta. Boleh jadi secara tidak sadar saya mengikuti lagu Koes Plus: “Ke Jakarta aku kan kembaliii“… Atau saya ditarik oleh tema peringatan Ultah Jakarta tahun ini: “Jakarta Kita: Kian ditata, kian dicinta”.  Yang pasti Sang Waktu membawa saya kembali bekerja di Jakarta.

Perjalanan kehidupan memang tak selalu bisa ditebak. Sebagai orang yang pernah bekerja dibidang perencanaan, saya sering tak mampu membuat rencana kehidupan saya. Kemana saya menapaki karir, dan dimana saya pensiun, dua hal itu tetap menjadi hal yang tidak bisa saya tetapkan. Berbagai keinginan memang ada, tetapi pelaksanaanya hampir selalu berbeda dari yang saya rencanakan dan saya inginkan. Pengalaman kerja saya selama ini membuktikan bahwa apa yang saya jalani dalam karir, lebih sering berbeda dari yang saya rencanakan. Hanya beberapa hal saja yang sesuai dengan rencana.

 
Kalau saya sekarang kembali bekerja di Jakarta, saya menganggap itu menjadi rencana Tuhan saja. Ketika saya mulai memproses kepindahan tugas dari Surabaya ke Jakarta, keraguan menggelayuti pemikiran. Banyak tahapan dalam proses itu yang berada diluar kendali dan diluar kemampuan saya. Saya sering bertanya dalam hati: Bisa enggak ya saya melalui tahap ini. Apakah pihak yang menentukan akan menyetujuinya. Antara setuju dan tidak setuju rencana kepindahan tugas, sangat tipis. Tapi syukur akhirnya proses kepindahan bisa selesai, meski ada juga “kerikil” yang harus dilewati.

Ditempat baru, tugas sudah menanti. Tugas di kantor baru saya nilai tidak mudah. Saya harus menghadapi dan harus belajar banyak hal. Lingkungan kantor baru dengan kebiasaan yang sangat berbeda dari sebelumnya. Rekan-rekan sekerja baru yang belum saya kenal.

Secara harafiah, posisi yang saya tempati terdengar sangat biasa: Pelayanan Publik. Siapa yang tidak tau arti pelayanan publik. Kalau orang ditanya pendapatnya tentang dua kata itu, mereka akan memberi cerita yang sangat beragam. Boleh jadi ungkapan yang disampaikan akan lebih banyak pada rasa kekecewaan terhadap pelayanan publik.  Kenyataan dan persepsi orang selama ini memang begitu adanya. Itu terjadi karena kita semua sebenarnya.

Dari segi pekerjaan, pelayanan publik sangat dekat dan menjadi bagian dari reformasi birokrasi. Inilah yang akan menjadi menu sehari-hari saya. Secara bercanda teman saya Walter Hook dari ITDP, bilang “It is a mission impossible“, ketika saya jawab bahwa tugas saya adalah pada bidang “bureaucratic reform”. Tapi kemudian saya bilang, “Someone has to do something on it”.

Lha, terus apa yang akan saya perbuat. Saya tidak biasa membuat janji muluk-muluk, saya akan bekerja dengan kemampuan terbaik yang saya punya. Mudah-mudahan pengalaman saya selama ini ada gunanya di tempat tugas baru.  Selebihnya saya harus belajar lagi seperti orang “fresh graduate”. Kalau tidak, bisa-bisa saya “terpental dari orbit“. Dan kalau itu terjadi, wah, malu-maluin banyak orang.

Jadi mau tidak mau, harus mengaklimatisasikan diri dengan kondisi “no point return”, suka atau tidak, suka harus suka, mau tidak mau, harus mau.

One thought on “Journey back to Jakarta

  1. nice post🙂
    selalu optimis dan lakukan yang terbaik bpk..
    dengan doa dan usaha kita pasti bisa mengubah apa yang tidak mungkin jadi mungkin..
    jika banyak komen atas pelayanan publik di indonesia buruk, itu berarti ada sistem pelayanan yang salah..
    nah mungkin saran saya, tolong bpk perbaiki sistem pelayanan publik, gimana caranya orang bisa menjadi “Sabar dan bahagia” dalam pelayanan publik…
    ya mirip di BANK-BANK…
    Petugas Ramah, Tersenyum, dan Terbuka, saya yakin pelayanan publik berhasil…trims

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s