Membalik virus negatif menjadi virus positif

Dalam bidang medis, virus dianggap selalu membahayakan, membawa penyakit, menggerogoti tubuh.  Virus sangat mudah menyebar, berkembang ke segala tempat. Kecepatan penyebarannya bisa mematikan. Kemampuan menyebar virus jauh lebih cepat dari proses “multi level marketing”. Virus tidak hanya menggerogoti tubuh manusia. Di bidang komputer, virus menggerogoti sistem, merusak jaringan, bahkan virus dapat menghentikan operasi sistem.  Virus selalu diidentikkan dengan merusak. Tapi metoda penyebaran virus mulai banyak digunakan untuk analogi motivasi.

Penyebaran virus yang cepat, kadang digunakan banyak motivator sebagai analogi untuk menjelaskan untuk meningkatkan kemampuan. Virus yang tadinya negatif, dibalik menjadi virus positif untuk menggerakkan orang dan sistem menuju perubahan yang lebih baik. Banyak pelatihan motivasi, personal skill dan sejenisnya menggunakan pola penyebaran virus untuk mempercepat penularan kemampuan positif dari seseorang ke lingkungan kerja dan organisasinya. Pola kerja virus menjadi contoh untuk penyebaran dari satu komponen ke komponen lainnya dalam suatu sistem.

Pelatihan atau seminar motivasi, etos kerja, personal training, inspirasi dan sejenisnya tumbuh subur menjadi  bisnis yang ramai. Akan tetapi pada umumnya pelatihan atau seminar sejenis itu lebih banyak dilakukan oleh perusahaan korporasi besar, apakah itu BUMN maupun perusahaan swasta asing. Perusahaan kelas “sedang“, masih berpikir beberapa kali untuk melakukan pelatihan, dan menyebarkan virus positif pengembangan kemampuan.

Virus positif pengembangan kemampuan motivasi, inspirasi dan sejenisnya sebenarnya dilakukan juga dilingkungan birokrasi. Birokrasi mempunyai pelatihan struktural dan pelatihan teknis. Dalam pelatihan struktural dan pelatihan teknis biasanya ada materi pengembangan etos kerja, peningkatan motivasi dan sejenisnya. Sayangnya sebagaimana halnya iklim dan birokrasi yang terlanjur kurang baik, maka peningkatan motivasi dan inspirasi kerja dilingkungan birokrasi, juga terjebak menjadi hanya sekedar formalitas belaka. Para aparat birokrasi mengikuti pelatihan hanya sekedar untuk melengkapi persyaratan administratif semata. Karena itu hasilnya seringkali tidak membawa dampak apa-apa bagi peserta pelatihan maupun bagi institusi birokrasi secara keseluruhan.

Akibatnya pelatihan birokrasi yang sejatinya dimaksudkan untuk penyebaran virus positif, terjebak menjadi virus yang sesungguhnya, yaitu virus negatif yang sering menurunkan kinerja dan kewibawaan birokrasi. Virus negatif itu tumbuh karena ada situasi yang negatif yang secara sadar atau tidak, dibiarkan merongrong kinerja birokrasi. Padahal pelatihan birokrasi dilaksanakan dengan biaya yang tidak sedikit.

Kalau korporasi bisa membalik virus negatif menjadi virus positif, mengapa birokrasi sulit membalikkanya. Mengapa organisasi besar birokrasi dengan sumber daya besar, lebih lambat dalam merespon perubahan daripada korporasi yang skala organisasinya lebih kecil. Dengan sumber daya (manusia dan dana), harusnya birokrasi lebih unggul dari korporasi manapun di negeri ini.

Membalik suatu yang negatif menjadi positif memang tidak mudah, secara grafis aritmatika, membalik negatif menjadi positif hanya dengan menarik garis vertikal diatas garis horizontal, mudah. Mengerjakannya dalam aplikasi di lapangan bukan semudah menarik garis. Tetapi bukan berarti tidak bisa.

2 thoughts on “Membalik virus negatif menjadi virus positif

  1. Sayat sependapat dengan Bapak..
    Terkadang saya senang dilibatkan dalam pelatihan-pelatihan peningkatan kinerja dan etos kerja, namun saya bingung sekembalinya dari pelatihan tersebut, bagaimana dan kepada siapa saya hendak mempraktikkannya (red: saya seorang PNS)..
    Karena lingkungan kerja sudah terlanjur salah dan saya harus siap sedia tuk terjebak di dalamnya..
    Atau bapak ada ide agar saya tetap mempertahankan diri?
    Terima kasih..

    Like

    • @Erly Silalahi: Kalau anda punya keyakinan yang baik, laksanakan sesuai keyakinan itu, tidak jadi soal kalau lingkungan tidak mendukung.
      Apalagi sebagai PNS, justru disitulah anda ditempatkan untuk menularkan virus kebaikan ke sekeliling anda. Jangan menyerah, tidak mudah…. tapi tidak mustahil…

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s