Merdeka, bebas memilih….

Indonesia baru saja memperingati hari kemerdekaan yang ke 66. Berbagai acara diadakan mulai dari tingkat nasional sampai ke tingkat rukun tetangga di seluruh pelosok tanah air. Kalau mau tau bagaimana pendapat dan harapan masyarakat Indonesia tentang kemerdekaan , bisa-bisa jutaan versi yang akan didapat. Tiap orang bisa berpendapat yang berbeda dan harapan yang berbeda pula. Indikator sederhana dari pendapat itu bisa dilihat dari cara masing-masing warga menyikapi perayaan kemerdekaan. Apakah mereka terlibat aktif dalam perayaan, atau hanya sebagai “penonton“. Indikator lain yang bisa diamati adalah “status” di  jejaring sosial seperti facebook, twitter atau media lainnya.

Di jaman “fesbuker” sekarang ini, ke”merdeka”an orang untuk menyatakan pendapatnya di akun masing-masing benar-benar sangat tinggi. Mereka merdeka, bebas mengutarakan apa yang ada di hati dan pikirannya tentang berbagai hal, termasuk tentang perayaan kemerdekaan Indonesia. Saya hanya punya teman fesbuk sekitar 7 ratusan, dan selama hari-hari disekitar 17 Agustus ini banyak sekali status tentang HUT RI, dengan pendapat yang berbeda-beda.

” Selamat ya Indonesia, tapi saya belum merasa merdeka”, begitu status seorang teman di Facebook.

Entah apa yang dimaksudkan “saya belum merasa merdeka“, hanya dia yang tau. Saya pikir orang memang bebas memilih, apakah akan memberi pendapat, atau bebas juga untuk tidak menyampaikan pendapat sama sekali. Intinya adalah bebas dan merdeka memilih.

Bebas memilih itu menjadi kata yang membawa pencerahan, setelah seorang teman membuka celah jawaban terhadap pertanyaan yang menggelayut di kepala saya. Pertanyaan yang sudah cukup lama, tapi saya belum menemukan kata kunci jawabannya selama ini. Dan ternyata kuncinya adalah bebas memilih.

Ceritanya, saya punya teman yang saya nilai punya banyak potensi untuk melakukan perbaikan sistematis di lingkungannya. Katakan saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya). Bunga adalah seorang pekerja keras, punya semangat dan enerji yang seolah tiada habis. Pekerjaan yang satu belum selesai, dia sudah mengerjakan yang lainnya. Bunga juga ambisius dan selalu ingin maju. Pendek kata Bunga adalah orang yang sangat kuat dalam mengejar apa yang dia inginkan.

Secara formal Bunga mempunyai banyak ketrampilan, artinya ia sudah mengikuti sejumlah pelatihan teknis dan manajemen, bahkan pelatihan emosi semacam ESQ.  Jadi sebagai pejabat publik Bunga sudah mengantongi banyak sertifikat keahlian dan ketrampilan. Apalagi dia juga mempunyai latar belakang pendidikan formal yang cukup tinggi. Gelar S-2, selalu dipakai dibelakang namanya. Secara normatif, lengkap semua keperluan dan persyaratan yang dibutuhkan untuk menjadi pejabat publik.

Sayangnya, dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaanya sebagai pejabat publik, saya menilai, keputusan yang diambil, dan langkah-langkah yang dilakukan belum mencerminkan kualifikasi formal yang dimiliki Bunga. Gaya leadership yang ditampilkan oleh Bunga tidak mencerminkan bahwa ia pernah mengikuti training leadership intensif selama seminggu yang dilakukan oleh sebuah lembaga terpandang.

Saya sering bertanya-tanya dalam hati, mengapa Bunga belum mengeluarkan semua yang pernah ia pelajari dalam melakukan tindakan dan memimpin bawahannya. Ternyata jawabannya adalah pada kata-kata bebas memilih. Bunga bebas memilih apakah ia akan bekerja dengan menggunakan semua ilmu yang pernah ia pelajari. Ia bebas memilih untuk tidak menggunakan ilmu-ilmu itu sama sekali. Ia juga bebas memilih gaya kepemimpinannya.

Sekarang saya merasa sedikit lega mendapat jawaban itu. Walaupun sangat disayangkan bahwa kebebasan memilih itu, tidak digunakan secara bijaksana. Kalau saja Bunga memilih untuk bertindak dan bekerja dengan menggunakan pengetahuan yang sudah dipelajarinya, maka manfaatnya untuk orang banyak akan menjadi lebih besar.

Tapi itulah kehidupan, Tuhan memberikan hak kepada manusia untuk memilih.

One thought on “Merdeka, bebas memilih….

  1. Pada dasarnya manusia diciptakan Tuhan serupa dengan gambar Allah serta dikaruniai akal dan budi..Kebebasan memilih tersebut hendaknya tidak terlepas dari elemen2 tersebut..Gb us🙂

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s