Peraturan yang melindungi semua orang

Banyak beda pendapat tentang fungsi dari peraturan. Ada yang merasa suatu peraturan, apakah itu undang-undang atau Perda atau peraturan lainnya, sering memberatkan berbagai pihak dengan kewajiban macam-macam. Ada juga oknum yang memanfaatkan peraturan untuk kepentingan sendiri dan menakut-nakuti pihak lain. Dari situ si oknum mendapatkan keuntungan atas ketidak fahaman orang tentang pelaksanaan peraturan. Ketakutan akan peraturan, tidak hanya pada masyarakat biasa, bahkan para birokrat dan pejabat publik banyak yang ketakutan terhadap peraturan.

Ketakutan akan peraturan sering terjadi karena pemahaman yang salah kaprah terhadap peraturan. Sejatinya sebuah peraturan dibuat adalah untuk melindungi kepentingan orang banyak. Tapi salah kaprah dalam pelaksanaan peraturan membuat banyak orang jadi keliru memaknai fungsi peraturan yang sesungguhnya. Kekeliruan itu saya saksikan sendiri beberapa saat lalu.

Beberapa waktu lalu saya dan teman sekantor mengunjungi suatu daerah, kami mengadakan suatu dialog untuk meningkatkan kualitas dan kinerja laporan keuangan pemerintah daerah. Dalam diskusi itu terungkap berbagai hal mengapa kinerja laporan keuangan pemda belum bisa maksimal. Penyerapan anggaran sering terlambat, sehingga manfaat kegiatan juga menjadi terlambat. Di ceritakan bahwa salah satu penyebab keterlambatan pelaksanaan kegiatan, adalah adanya keragu-raguan para pelaksana dan pejabat di daerah. Mereka kuatir dianggap melanggar aturan dalam pengadaaan barang dan jasa (Peraturan Presiden No 54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang dan Jasa). Akibat kehati-hatian yang berlebihan, sehingga jadwal kegiatan menjadi terlambat.

Salah seorang peserta diskusi berkata:

Kami sering disalahkan, karena dinilai terlambat memulai kegiatan. Jadi kami harus yakin betul dan atas persetujuan berbagai pihak, baru memulai kegiatan, termasuk tender. Kalau kami dinilai melanggar peraturan siapa yang melindungi kami pak?”

Terhadap pertanyaan itu, saya terdiam sejenak, tapi setelah ada kesempatan memberi penjelasan, saya menyampaikan pendapat saya.

Bapak dan ibu dilindungi oleh peraturan, apakah itu Undang-Undang, Peraturan Pemerintah atau Perda. Karena peraturan itu dibuat adalah untuk melindungi kepentingan orang banyak, termasuk pejabat pelaksana anggaran seperti ibu dan bapak. Tentu saja supaya bapak  dan ibu terlindungi oleh peraturan ada syaratnya, bapak dan ibu tidak melanggar peraturan”.

Bagi banyak orang peraturan dilihat sebagai pembatas semata, tidak sebagai pelindung. Sudah tentu orang yang dilindungi aturan adalah mereka yang tidak melanggar aturan. Kalau seorang pejabat atau pelaksana melanggar peraturan, maka dengan sendirinya orang tersebut harus menanggung konsekuensi pelanggaran dimaksud. Jadi kalau tidak ada niat untuk berbuat yang salah, para pelaksana dan pejabat tidak melanggar aturan, maka tidak ada yang perlu ditakutkan.

Petuah lama masih tetap berlaku: “Orang takut karena salah”. Jadi kalau tidak salah, ya tidak perlu takut. Persoalan yang sering dijumpai adalah, seseorang tidak punya maksud untuk melanggar peraturan, tapi situasi disekelingnya, tekanan dari berbagai pihak, memaksa dia untuk melakukan penyimpangan. Tekanan dari sekeliling, sering tidak bisa dilawan, karena berasal dari pihak yang lebih berkuasa dari si orang tersebut. Tekanan itu bisa dari atasan, rekan sekerja atau pihak di luar lingkungan kerja. Seseorang tidak bisa mengelak dari tekanan, bisa jadi karena latar belakang tertentu. Bisa saja pihak yang menekan punya “piutang jasa” di masa lalu, jadi si penekan berada dalam posisi untuk menekan.

Jadi sesungguhnya, peraturan melindungi orang dari kemungkinan berbuat salah. Supaya tidak salah dalam  bertindak, seseorang harus memahami aturan yang berlaku. Setiap orang berkewajiban untuk mengetahui dan memahami peraturan. Orang yang memahami aturan, dan tidak berniat menyimpang, akan aman terlindungi. Tapi orang yang berbuat salah, akan dihukum oleh peraturan itu sendiri.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s