Mencuri di pesawat terbang

Di tahun-tahun awal saya bekerja dulu, saya mencatat berapa kali naik pesawat terbang per tahunnya. Ketika itu, kalau bertugas keluar kota dari Jakarta, biasanya menggunakan pesawat terbang, tentu saja atas biaya dinas. Saya belum mampu untuk bepergian ke luar kota dengan biaya sendiri. Jadi penugasan luar kota selalu tercatat. Kala itu penerbangan keluar kota pada umumnya selalu menggunakan penerbangan Garuda.  Dalam penerbangan Garuda peralatan makan di pesawat seperti pisau makan dan sendok terbuat dari bahan stainless steel. Setiap peralatan dilengkapi dengan logo Garuda yang permanen (digrafir) seperti gambar di samping ini.

Buat saya, peralatan makan Garuda itu sesuatu yang bagus, cantik dan menarik. Saya sering tergoda untuk mengambil dan memiliki (bahasa terangnya mencuri!) peralatan itu. Godaan itu sedemikian kuat, sehingga secara diam-diam saya menyelipkan barang itu kedalam kantong saya. Pencurian ini tentu saya lakukan dengan sembunyi-sembunyi, malu juga kalau pas memasukkan sendok teh kedalam saku, tau-tau dilihat oleh pramugari. Setidaknya ada 2 atau 3 set peralatan yang akhirnya “pindah” dari pesawat Garuda ke rumah saya. (walau sekarang saya tidak tau dimana keberadaan peralatan itu). Jadi posting ini pengakuan dosa saya terhadap Garuda, mudah-mudahan Tuhan mengampuni saya!

Tentu Garuda tau, kalau ada peralatan sendok dan pisau makan yang hilang. Jadi saya ikut ambil bagian dalam penyebab kerugian Garuda pada akhir tahun 80 an.  Mungkin karena karena kehilangan atau penyebab lainnya, Garuda tidak lagi menggunakan peralatan makan dari bahan stainless steel. Belakangan Garuda menggunakan peralatan dari bahan plastik. Kecuali mungkin untuk kelas bisnis, masih menggunakan bahan stainless steel (saya tidak tau, karena saya belum pernah naik kelas bisnis Garuda).

Sekarang peralatan sendok, pisau makan berlogo Garuda itu sudah tidak digunakan lagi dalam penerbangan Garuda (setidaknya penerbangan domestik, yang internasional saya tidak tau). Karena itu barang-barang tersebut menjadi langka. Kelangkaan pisau dan sendok Garuda itu dimanfaatkan oleh toko on-line ebaY. Di on-line ebaY menawarkan harga US$ 6.99 atau sekitar Rp. 60.000,-. Garuda mestinya memanfaatkan penawaran ebaY itu sebagai promosi yang menguntungkan. Jadi memang benar bahwa pisau makan dan sendok itu menjadi souvenir. Sepertinya Garuda harus mengelola penjualan peralatan sendok makan ini, supaya harganya tetap tinggi.

Pencurian peralatan makan di pesawat, sepertinya tidak terjadi pada perusahaan Garuda saja. Boleh jadi hampir semua maskapai penerbangan mengalaminya. Setidaknya Virgin Air juga mengalami hal yang sama. Terutama, karena peralatan makan di pesawat Virgin Air memang didesign secara eksklusif, sehingga sangat menggoda untuk di koleksi.

Salah satu yang paling sering dicuri orang di pesawat Virgin adalah tempat garam dan tempat lada yang terbuat dari stainless steel dengan design menarik. Sedemikian seringnya peralatan itu hilang, akhirnya Richard Branson bos Virgin Air merelakan amenitiesnya dicuri orang, ia menegaskan bahwa bagi siapa saja yang mengambil barang itu, Virgin tidak akan menuntut dan tidak meminta kembali. Richard Branson menganggap hal itu sekaligus sebagai promosi bagi Virgin Air. Tapi management Virgin Air memutuskan tidak lagi menggunakan peralatan tempat garam dan tempat lada seperti yang sering hilang.

4 thoughts on “Mencuri di pesawat terbang

  1. Mdh2n kisah nyata di atas dibaca oleh berbagai kalangan, jadi “koleksi” lainnya dapat dibagikan kepada pengunjung blog ya ito

    Like

  2. wah kalo itu biasanya diganti dari stainless ke plastik karena adanya ancaman keamanan dari kejahatan manusia(teroris) dan kesehatan (virus seperti SARS) jadi peralatan makan bisa langsung dibuang, masalah pencurian bukan jadi masalah utama dalam penerbangan sekarang, tapi sekarang adalah keamanan dan kesehatan penerbangan, kalau ada pencurian, hampir semua kabin pesawat di sejumlah maskapai sudah dilengkapi dengan kamera keamanan semacam CCTV yang kecil, itu pun dipasang karena alasan keamanan (lagi-lagi keamanan)

    Like

  3. Beberapa minggu lalu saya pulang kampung dengan garuda kelas bisnis (terpaksa), belum pernah saya naik yg kelas bisnis (buat apa juga. Cuma 1,5jam di udara). Peralatan makannya masih stainless steel. Yg kelas ekonomi memang menggunakan plastik.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s