Reuni, kangen-kangenan yang menjadi bisnis

image taken from Yahoo

Pada mulanya saya agak heran membaca isi majalah On-Manitoba, majalah alumni University of Manitoba Canada, yang dikirim secara rutin kepada saya. Sebagai alumni University of Manitoba, saya dicatat oleh Alumni Association, dan selalu di up-date akan informasi para alumni. Salah satu yang rutin dimuat di majalah alumni itu adalah Homecoming setiap tahunnya. Asosiasi alumni secara terencana menyusun acara homecoming dengan baik, dan mengundang para alumni untuk hadir. Di awal ketika saya menjadi alumni, saya sering bertanya pada diri sendiri: “Apa hebatnya acara homecoming, sehingga menarik orang datang untuk hadir”. Tapi ternyata sekarang acara homecoming alias reuni semakin marak saja dan semakin ramai.

Di majalah alumni itu ditawarkan paket homecoming yang lengkap, mulai dari hotel, program selama homecoming, transportasi, dll. Sudah tentu dilengkapi dengan acara “napak tilas kampus” dengan teman-teman kuliah yang sudah lama berpisah. Ada variasi dari paket yang bisa dipilih sesuai keinginan. Jadilah acara yang ditawarkan menjadi acara penggugah kenangan yang berkesan. Bagi saya tawaran itu pada awalnya terasa berlebihan. Saya kira itu suatu yang tidak banyak peminatnya.Tapi rupanya di Canada pada tahun 90 an, homecoming itu sudah sesuatu yang lazim.

Acara reuni, apakah itu reuni teman sekuliah, teman sekantor, atau teman lama lainnya, saat ini semakin sering dilakukan banyak orang. Apalagi dengan bantuan jejaring sosial di internet, mencari teman lama yang sudah bertahun-tahun atau puluhan tahun tidak ketemu, semakin mudah. Facebook, Twitter, Linked-in, Google+, dan sederet jejaring soaial lainnya sangat membantu. Saya mengalaminya juga ketika ketemu lagi dengan teman kuliah yang sudah hampir 30 tahun tidak pernah bersua. Tau-tau bisa menjadi terasa dekat lagi melalui Facebook. Dalam beberapa tahun terakhir ini, acara reuni semakin marak saja dengan bantuan jejaring soaial. Beberapa orang sengaja memajang foto-foto lama di Facebook, sehingga menggugah kenangan lama dengan teman-teman.

Lain lagi cerita seorang teman, ia ketemu mantan pacar yang sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah jumpa. Lewat Facebook, si teman ternyata bisa mendapatkan kontak FB dengan mantan pacar yang berada di Balikpapan, sementara si teman tinggal di Surabaya. Suatu ketika, si teman, harus ke Bontang untuk menghadiri perkawinan saudara yang tadinya tinggal di Surabaya. Bersama rombongan keluarga pengantin, si teman berangkat ke Kalimantan. Karena akan transit di Balikpapan, lewat facebook, si teman akhirnya bertukar nomor telepon HP masing-masing dan berjanji akan menyempatkan bertemu di Balikpapan. Tetapi karena waktu yang sangat sempit di Balikpapan, si teman membuat janji ketemu di perjalanan dari bandara Balikpapan menuju Bontang. Akhirnya disuatu tempat di Balikpapan, siteman bersama rombongan keluarga pengantin menyempatkan waktu berhenti untuk menemui mantan pacar. Sudah barang tentu pertemuan itu tidak bisa seperti dulu lagi. Masing-masing sudah berkeluarga dan sudah punya anak. meski ketemu hanya sebentar, tapi bisa mengenang masa lalu bersama. Tidak ada CLBK (cinta lama bersemi kembali), hanya sekedar cerita masa lalu yang pernah dijalani.

Kembali kepada reuni. Acara kangen-kangenan ini menjadi banyak digandrungi. Istri saya menyempatkan diri dari Surabaya ke Jakarta untuk reuni dengan 3 orang sobatnya. Kemudian mereka bersama-sama ke Belitung untuk ke pantai bersama-sama. Ada juga teman saya yang jauh-jauh datang dari Manado ke Jakarta untuk kumpul-kumpul dengan teman se jurusan waktu kuliah. Acara reuni meningkatkan arus perjalanan. Dalam bahasa transportasi, acara reuni men-“generate” traffic, meningkatkan frekuensi lalu lintas. Acara kangen-kangenan menjadi salah satu “traffic generator”.

Sekarang ini acara reuni bisa juga menjadi bisnis. Sudah ada beberapa event organizer yang menekuni pengelolaan acara reuni. Mereka bisa menyiapkan acara reuni yang menguras emosi masa lalu, atau bahkan mengemas acara reuni untuk tujuan tertentu. Ada acara reuni yang dikemas dengan tambahan seminar dan dukungan bagi salah satu alumni untuk menjadi pimpinan suatu organisasi. Berbagai event tambahan bisa dipadukan dengan acara reuni, tidak hanya menjadi acara nostalgia semata, tapi reuni bisa memperluas jaringan bisnis dan dukungan.

Reuni menjadi acara yang semula hanya kangen-kangenan akan menjadi pelengkap kehidupan komunitas masyarakat. Ia menjadi kegiatan sosialita yang bisa menggalang  kekuatan bisnis maupun kekuatan jaringan pertemanan dan bahkan jaringan politik! Jadi jangan heran bila menjelang kalender politik, akan muncul acara reuni yang sangat beragam topiknya. Ada reuni teman sekampus, teman sekantor awal, teman seorganisasi, teman seklub olahraga, teman SMA, teman SMP, bahkan ada teman saya yang menyelenggarakan reuni teman SD. Entah bagaimana mengumpulkan eks teman SD yang sudah lebih dari 40 tahun, padahal pendataan teman-teman SD 40 tahun lalu masih sangat minim. Tapi ada yang bisa melakukannya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s