Mengapa harus berubah ?

image taken from Google

Mengubah sesuatu bisa mudah bisa juga sulit. Mudah, kalau cuma mengubah nasi menjadi bubur. Tapi menjadi sulit kalau mau mengubah kebiasaan seseorang. Kawan saya, Pak Gendut (bukan nama sebenarnya)  yang ahli organisasi dan perubahan bisa presentasi dengan keren tentang manajemen perubahan di suatu organisasi atau di masyarakat. Pak Gendut bisa cerita panjang lebar bagaimana menyiapkan dan mengelola suatu  perubahan organisasi. Saya tidak bisa presentasi sekeren seperti Pak Gendut, tapi saya melihat dan mengamati ada tidak yang berubah di sekitar saya. Kalau memang ada perubahan, bisa enggak saya mengikuti perubahan supaya saya juga bisa mendapatkan manfaat dari perubahan itu.

Konon kalau mau melihat ada perubahan disuatu tempat, atau di suatu kantor, terlebih dulu perlu mempertanyakan “kenapa harus berubah?”. Lha, kenapa mesti susah-susah buat pertanyaan, yang mencari jawabannya lebih sulit lagi. Tapi Pak Gendut dan para ahli perubahan organisasi berkeyakinan, bahwa pertanyaan itu perlu, supaya bisa mencari atau merancang manfaat dari perubahan.

Kadang kita merasa kalau tidak perlu berubah, apalagi kalau kita ada dalam posisi yang sedang  nyaman alias pada comfort zone. Ibaratnya kalau lagi enak-enaknya menikmati istirahat di sore hari sambil minum teh hangat, tau-tau ada telepon yang meminta harus segera ke kantor untuk lembur sampai malam. Pesan telepon untuk lembur itu adalah perubahan yang mengganggu kenyamanan. Ini contoh kecil saja. Substansi posisi nyaman (comfort zone), tentu jauh lebih luas dari sekedar istirahat sambil minum teh di sore hari. Begitupun substansi perubahan, sangat luas dan sangat dalam.

Banyak juga orang yang merasa tidak perlu berubah karena berada pada posisi nyaman (walaupun sementara). Jadi kenapa harus berubah?. Menurut teman-teman Pak Gendut yang ahli, meski suatu saat kita berada pada comfort zone, kita tetap memerlukan perubahan. Tentu saja perubahan yang dimaksudkan adalah perubahan untuk menjadi lebih baik lagi. Artinya perubahan yang diperlukan adalah supaya ada another comfort zone yang lebih baik yang bisa dinikmati. Tidak ada suatu comfort zone yang bisa bertahan terus-menerus. Suatu comfort zone akan berakhir, karena itu harus merencanakan dan mengelola perubahan untuk menciptakan comfort zone yang baru. Begitu seterusnya. Setiap perubahan harus membawa peningkatan kualitas kehidupan.

Lingkungan sekitar kita selalu berubah. Perubahan lingkungan tidak bisa dihambat apalagi distop. Itu sebabnya kita tidak mungkin mempertahankan suatu comfort zone untuk selamanya. Itu cerita Pak Gendut yang memang jawara di bidang organisasi dan perubahan.

Saya cuma mengibaratkan angin yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain. Karena permukaan bumi dan tidak rata, maka angin bisa berhembus dari mana saja, dari atas ke bawah, dan bisa naik lagi, atau tertahan sebentar di suatu titik, tapi kemudian terus bergerak kemana saja. Mungkin perubahan itu juga ibarat angin. Bisa ditahan untuk sesaat, tapi tidak mungkin dipegang selamanya.

Ini menjadi posting penutup di tahun 2011. Saya sengaja mempertanyakan mengapa kita harus berubah. Harapannya tentu supaya di tahun 2012, kita semua bisa mendapatkan dan mengerjakan yang lebih baik dari tahun 2011. Ibaratnya harus membuat resolusi akhir tahun, bagaimana kita bisa berubah di tahun depan. Resolusi saya sederhana saja, supaya urusan administrasi kepegawaian saya bisa beres, status kepegawaian bisa definitif, proses kenaikan pangkat tidak tertunda lagi, bisa memenuhi persyaratan dan ikut kursus PIM-2. Selain itu saya berharap bisa mendorong lebih banyak pelaksanaan reformasi birokrasi melalui pekerjaan di kantor, bersama rekan sekerja lainnya. Ada sesuatu yang bisa dibuat untuk Indonesia.  Akan sangat membahagiakan kalau saya bisa meningkatkan kualitas kebersamaan keluarga. Saya di Jakarta, istri di Surabaya, satu anak di Jakarta, satu anak akan segera menentukan akan kuliah di mana di tahun 2012. Itu resolusi akhir tahun sederhana yang saya punya. Perlu manajemen waktu dan manajemen keluarga yang “tricky” untuk bisa mencapainya.

Kembali ke pertanyaan pokoknya, mengapa kita harus berubah. Kita memang harus berubah untuk mencapai tingkatan yang lebih baik. Ayo merencanakan dan mengelola perubahan.

Selamat Hari Natal 25 Desember 2011

Selamat Tahun Baru Januari 2012

Semoga Tuhan melimpahkan kasih dan berkatnya kepada kita semua.

One thought on “Mengapa harus berubah ?

  1. Apakah bapak sudah menjabat eselon II namun belum ikut diklatnya pak?
    Disegerakan amang, supaya gak jadi masalah di kemudia hari.

    Btw, hingga sekarang saya terus memegang prinsip satu-satunya yang kekal adalah perubahan jadi lenturlah beradabtasi🙂

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s