Ayo jadikan Bandara Kualanamu berkelas internasional

Minggu lalu saya berkesempatan melihat langsung dari dekat kondisi bandara Kualanamu di pinggiran kota Medan. Ketika saya tiba di area terminal bandara Kualanamu, saya melihat bahwa areal parkir yang direncanakan kelihatannya tidak terlalu luas. Ketika saya tanya kepada pengelola proyek bandara, mereka berdalih bahwa tempat parkir nantinya akan dibuat bertingkat. Saya mengingatkan bagaimana macetnya sekarang bandara Soekarno Hatta karena jumlah kendaraan yang keluar masuk luar biasa banyaknya.

Judul posting ini menyiratkan keraguan tentang kualitas bandara Kualanamu sebagai bandara internasional. Saya memang masih agak ragu, apakah nantinya bandara Kualanamu benar-benar bisa memberikan pelayanan kualitas internasional. Saya membandingkan kualitas pelayanan di bandara Polonia Medan saat ini  dengan perkiraan kualitas pelayanan bandara Kualanamu nantinya. Bench marking fiktif itu yang memberikan keraguan saya tentang kualitas pelayanan internasional di bandara kualanamu. Mengapa, karena pengelolanya nantinya sama, pengguna dan stakeholdernya sama, jadi kira-kira sudah bisa membayangkan seperti apa nantinya kualitas pengelolaan bandara Kualanamu.

Bagi saya kata “internasional” harus dibuktikan dengan kualitas sarana, manajemen dan pelayanan berkelas internasional yang diberikan nantinya oleh bandara ini.   Bandara yang sedang dalam tahap penyelesaian ini digadang-gadang menjadi “international hub” bagi Indonesia bagian Barat. Dari segi potensi, memang sangat besar, tapi apakah pengelolaan bandara ini benar-benar bisa berkelas internasional, ini menjadi tantangan besar bagi PT Angkasa Pura II untuk membuktikan.

Salah satu lorong terminal bandara kualanamu yang sudah selesai.

Bila PT Angkasa Pura II tidak berani dan tidak mampu mengambil langkah berani untuk menghilangkan praktek-praktek yang “tidak perlu” yang sekarang terjadi di Polonia, maka Angkasa Pura hanya akan memindahkan kesemerawutan dari Polonia ke Kualanamu. Hal-hal “tidak perlu” yang saya maksudkan di Polonia sekarang ini antara lain, calo tiket, pengaturan space yang tidak baik, pelayanan check-in yang tidak efisien, perparkiran yang tidak baik, kebersihan terminal, pelayanan cargo, campur-aduk antara ruang merokok dan ruang bebas rokok, dan masih banyak masalah lain.

Boleh jadi kuantitas dan kualitas sarana di bandara Kualanamu nantinya akan sangat berbeda dengan Polonia, tapi bila pengelola tidak punya komitmen tinggi untuk menjaga kualitas pelayanan berkelas internasional, maka siap-siaplah mendapati bandara Kualanamu dengan pelayanan “kelas kampung“. Maka sebelum terlambat, PT Angkasa Pura sebaiknya segera mempelajari dan menyiapkan banyak hal tentang pelayanan bandara berkelas internasional, termasuk apakah nantinya masih diperlukan jasa “porter”, yaitu petugas pengambil bagasi di bandara. Di bandara negara-negara lain, yang sudah maju, maupun yang masih sekelas Indonesia seperti Thailand dan Vietnam, jasa porter sudah tidak digunakan lagi. Penumpang harus mengelola bagasi dan barangnya sendiri.

Untuk menjadikan bandara Kualanamu dengan pelayanan kelas internasional, benar-benar harus dengan kerja keras dan komitmen yang tinggi dari semua pihak. Akan sangat sayang investasi yang sangat besar, tapi nantinya hanya akan menjadi bandara “kelas kampung”, yang tidak efisien, kumuh dan tidak menarik. Ayo masyarakat Sumatera Utara, jadikan Bandara Kualanamu sebagai bandara yang membanggakan.

Foto diatas ini adalah area keberangkatan, interiornya belum selesai. Menurut petugas di lapangan, finishing dari bandara Kualanamu memang agak diperlambat, karena masalah utama penyelesaian bandara Kualanamu saat ini adalah penyelesaian jalan akses ke area bandara. Sampai saat ini jalan akses ke bandara Kualanamu masih belum nyambung. Jalan yang menghubungkan Bandara Kualanamu dengan jalan trans Sumatera di Tanjung Morawa, masih disana-sini lahannya belum bebas. Bahkan di area akan masuk ke pintu utama, jalan sama sekali belum bisa dibangun sepanjang kurang lebih 1,5 km karena lahannya masih belum terbebaskan. Padahal, dalam rencana yang disiapkan, Bandara Kualanamu akan dioperasikan akhir Desember 2012. Ini tugas pemerintah dan instansi terkait.

One thought on “Ayo jadikan Bandara Kualanamu berkelas internasional

  1. Benar memang, bisakah pengelolah bandara kualanamu nantinya memberikan pelayanan bertaraf internasional, seperti satu kisah yg saya alami di bandara polonia medan, mobil saya parkir bisa pulak ada sayatan di body mobil, dan ternyata bukan mobil saya saja, 5 mobil berderetan parkir juga tersayat dengan motif yg sama, coba tolonglah itu diperhatikan terkait kenyamanan dan keamanan parkir.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s