Sedapnya kopi Siantar

Apa yang khas dari kota Pematang Siantar? Sebagian tentu bilang: becak mesin dengan motor sejenis “moge”, BSA atau harley davidson, sebagian lagi mungkin bilang camilan khas kota ini yaitu yang terbuat dari kacang, yang dikenal dengan sebutan “ting-ting”. Untuk orang yang berada di luar kota Siantar, barangkali kedua hal itulah yang sering diingat orang. Tapi ternyata ada lagi yang khas dari Siantar, terutama bagi warga kota Siantar, yaitu minum kopi di kedai kopi Sedap yang berlokasi di Jl. Sutomo, Pematang Siantar.

Ketika kami sudah mulai agak exhausted berkendara dari Kualanamu menuju Pematang Raya, Kabupaten Simalungun, kawan seperjalanan bertanya kepada pak sopir:

“Dimana kita bisa istirahat sambil minum kopi?

Pak sopir pun menjawab, bahwa di Pematang Siantar ada kedai kopi yang ramai dan biasa didatangi banyak orang. Tidak lupa dia menambahkan bahwa dia sudah sering membawa “juragannya” mampir di kedai kopi itu, karena kata juragannya kopinya enak. Kamipun langsung setuju untuk mampir minum kopi di kedai kopi yang dimaksudkan pak sopir.

Kami beruntung ketika masuk ada dua meja yang kosong, sementara sederet meja lain sudah penuh dengan orang-orang yang sedang ngobrol dan sambil menyeruput kopi. Kami lalu pesan kopi, ada juga teman yang pesan kopi susu. Sebagai pelengkap kopi, di kedai ini terkenal juga roti bakar dengan selai srikaya. Ketika saya pesan roti bakar dengan srikaya, ternyata srikayanya terlalu banyak, sehingga roti bakar terasa sangat manis.

Saya jadi agak penasaran apa yang membuat kedai kopi Sedap dikenal orang, lalu saya tanya kepada petugas pembuat kopi. Peracik kopi itu bilang :

“Kuncinya di kematangan penggorengan kopi dan kematangan air panasnya pak!”.

Kedai kopi Sedap yang dikomandani Budiman Ho itu hanya menggunakan kopi yang mereka buat sendiri. Kedai ini tidak membeli kopi yang ada di pasar, tapi mengolah sendiri biji kopi kering menjadi bubuk kopi. Teknik penggorengan dan kematangannya harus pas. Katanya kalau kopi digoreng terlalu matang, menjadi gosong, dan tidak enak kalau sudah menjadi kopi bubuk. Tapi kalau kurang matang, juga tidak harum. Jadi penggorengan harus benar-benar pas, supaya bisa menghasilkan kopi yang harum dan nikmat. Selain itu ketika menyajikan kopi, panasnya air juga sangat menentukan kenikmatan kopi.

“Kalau bapak buat kopi dengan air panas yang dari termos, sudah pasti tidak nikmat biarpun bubuk kopinya kualitas bagus”, kata si peracik kopi.

Temperatur air harus benar-benar masih mendidih ketika diseduh dengan kopi. Lalu takaran kopi juga katanya harus pas untuk segelas, tidak boleh terlalu banyak atau terlalu sedikit. Ada ukuran yang pas untuk menghasilkan kopi sedap. Saya jadi geleng-geleng kepala, ternyata untuk bikin kopi yang sedap ada juga ilmu khusus.

Budiman Ho, pengelola Kedai Kopi Sedap saat ini adalah generasi ketiga. Ia mengatakan, kakeknyalah yang merintis usaha kedai Kopi Sedap, lalu diturunkan ke ayahnya dan sekarang ia yang mengawaki kedai ini. Budiman dengan bangga menunjukkan foto beberapa pejabat penting yang sudah mampir ke kedainya.  Di mejanya, terletak foto beberapa pejabat yang pernah minum di kedai kopi Sedap.

Supaya anda tidak penasaran, silahkan coba mampir sendiri ke kedai Kopi Sedap di jalan Sutomo 97 Pematang Siantar. Rasakanlah sendiri sedapnya kopi sedap Siantar. Sayang Budiman Ho belum membuat waralaba untuk kedai kopinya, jadi anda harus datang sendiri ke Pematang Siantar untuk bisa menyeruput mantapnya kopi Sedap.

Ah sedaaaapppp….

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s