Lagi-lagi soal kinerja dan outcomes

Kalau suatu saat kita ditanya, “Coba jelaskan apa yang anda kerjakan dalam tugas, dan apa hasilnya“, mungkin banyak diantara kita akan berpikir lama untuk bisa menjawabnya. Atau bahkan setelah berpikir lamapun, kita tidak bisa memberi jawaban yang jelas. Apa sebenarnya tugas kita, dan bagaimana kita menjelaskan peran kita sebagai individu dalam lingkungan tugas dan pekerjaan kita.

Berbahagialah anda, jika anda dapat menjelaskan dengan sistematis, rinci, dan spesifik tentang tugas dan tanggung jawab anda. Kalau anda bisa menjelaskan dengan runtut apa yang menjadi wewenang, dan bagaimana anda menjelaskan wewenang yang ada pada anda. Selain itu, anda bisa pula menerangkan apa output dari setiap tugas, serta apa manfaat dari tugas-tugas itu bagi anda sendiri, bagi organisasi (lembaga) dan bagi masyarakat umum. Syukur-syukur anda bisa menjelaskan target penyelesaian tugas, serta upaya-upaya anda untuk mencapai target yang ditentukan, sekaligus mengatasi rintangan-rintangan yang ada.

Bila anda bisa menjelaskan hal diatas dengan runtut dan jelas, well, anda adalah seorang yang sangat efektif bekerja dan tau melaksanakan tugas anda dengan efisien.  Saya percaya, dalam waktu yang tidak terlalu lama anda akan segera mendapat promosi, atau bahkan anda akan bisa melipatka gandakkan keuntungan anda.

Saya menjadi tertarik mengulas sedikit tentang tugas dan tanggung jawab seseorang dalam kegiatan dan pekerjaannya. Beberapa waktu lalu, seorang yang punya jabatan penting dalam instansi yang dipimpinnya, secara terus terang mengakui bahwa ia dan jajaran instansinya mengalami kesulitan untuk merumuskan kinerja dan outcomes dari lembaganya. Saya terkejut mendengar pengakuan dari seorang pejabat senior yang cukup tinggi itu.

Bayangkan, seorang pejabat eselon I di instansi pemerintahan mengakui kesulitannya dalam merumuskan outcomes dari instansinya. Respon seketika saya terhadap pengakuan itu saya sampaikan kepada seorang rekan yang duduk disebelah saya. “Jangan-jangan sebenarnya keberadaan lembaga yang dipimpin pejabat itu memang tidak diperlukan ya?”.

Sesungguhnya bila suatu organisasi tidak mempunyai tugas dan fungsi yang jelas, atau tugasnya banyak tumpang tindih dengan tugas dan kewenangan instansi lain, maka sudah waktunya keberadaan lembaga itu dievaluasi atau bahkan dibubarkan saja. Beberapa tahun lalu Australia membubarkan sebuah lembaga pemerintah pusat, karena keberadaan lembaga itu dinilai tidak efisien. Di era Presiden Gus Dur, beberapa Depertemen dibubarkan karena dianggap tidak jelas tugas dan fungsinya serta bertabrakan dengan tujuan reformasi. Sayangnya belakangan beberapa Departemen yang dibubarkan Gus Dur, dihidupkan kembali dengan “sedikit ganti baju”.

Di era kompetisi dan efisiensi seperti sekarang ini, pimpinan Pemerintahan harus berani mengevaluasi bahkan membubarkan kementerian dan lembaga yang tidak jelas kinerja dan outcomes nya. Keberanian itu adalah untuk mendapatkan efisiensi pemerintahan yang baik, tidak sekedar “bagi-bagi kekuasaan” dengan teman seperjuangan alias teman koalisi.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s