Soal kecap, memang selalu nomor 1

gambar diambil dari Google

Kalau sudah jualan janji, pastilah calon pemimpin selalu bilang dia nomor satu. Calon Presiden, calon gubernur, calon ketua partai atau calon-calon lainnya selalu bilang kalau programnya yang paling hebat. Boleh-boleh saja buat janji kampanye, tapi kalau terlalu konyol, rasanya jadi tidak masuk akal. Itulah yang dijanjikan calon gubernur DKI Alex Nurdin. Bang Alex bikin janji yang super konyol yaitu membebaskan Jakarta dari banjir dan macet dalam 2,5 tahun. Respon spontan saya adalah: Bang Alex ASBUN! alias asal bunyi.

Pasalnya banjir dan kemacetan Jakarta bukanlah persoalan sulit, tapi persoalan “sangat super-super sulit sekali“. Saya tidak mengada-ngada kalau saya bilang persoalan banjir dan kemacetan Jakarta adalah persoalan maha besar.  Banyak fakta yang mengatakan bahwa persoalan banjir saja butuh waktu yang sangat lama untuk mengendalikannya.

Saya sudah pernah baca laporan dari Kementerian PU yang bikin rencana penanggulangan banjir Jakarta. Di laporan itu lengkap semua rencana yang disiapkan. Disertai juga dengan perkiraan biaya yang dibutuhkan, yang besarnya bikin saya geleng-geleng kepala, butuh puluhan trilyun hanya untuk mengendalikan banjir secara teknis. Itu baru soal banjir, belum soal kemacetan.

Kalaupun mau melaksanakan program penanggulangan banjir seperti rekomendai PU itu, uang dari mana bisa tersedia dalam waktu 3 tahun. APBD Jakarta?, tidak mungkin semua APBD DKI mau disedot untuk proyek banjir. Mau pakai APBN juga tidak mungkin, paling maksimal APBN untuk banjir Jakarta ada di kisaran belasan milyar per tahun.

Jadi kalau ada calon gubernur yang bikin janji super konyol seperti omongan Alex Nurdin, itu adalah pembodohan rakyat.  Dengan janji kosong seperti itu, warga Jakarta mestinya tidak akan memilih calon gubernur yang ASBUN. Jualan kecap nomor satu boleh saja, tapi jangan soal banjir dan kemacetan.

Pastinya Alex Nurdin, ya cuma OMDO alias omong doang. Dia sedang bikin janji super gombal. Kalau begini calon gubernur, ya pilih kelaut saja.  Benar-benar kecap selalu nomor 1.

3 thoughts on “Soal kecap, memang selalu nomor 1

  1. Pingback: Motivation Letter #10: Jangan takut “jual kecap” « Erasmus Mundus scholarship

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s