Silang sengkarut ijin sewa lahan di Batam

Gambar dipinjam dari Google

Batam menjadi daerah yang sangat menarik untuk dicermati. Banyak dimensi yang bisa ditelusuri di kota ini. Mungkin hampir segala soal ada di pulau berpenghuni sekitar 1,2 juta  jiwa itu. Mau mencermati kuliner, variasi makanan di sini sangat beragam. Mau belanja, barang yang ditawarkan menggiurkan; konon Batam pernah jadi surga belanja bagi orang Indonesia. Sayangnya saya tidak mau cerita soal kuliner atau belanja di Batam. Tapi saya hanya mau mencermati soal pelayanan perijinan lahan di kota Batam, itupun hanya beberapa aspek saja.

Sejatinya, kota Batam adalah surga investasi untuk para investor. Bagaimana tidak, kalau didaerah lain, mau investasi, orang harus cari tanah/lahan dulu untuk disewa atau dibeli. Di daerah lain, harga tanah menjadi biaya investasi yang sangat besar. Tapi di Batam, pengusaha tidak perlu beli tanah, cukup sewa selama 30 tahun dengan harga paling mahal Rp.60.000 per meter selama 30 tahun. Harga itu adalah harga tertinggi di lokasi strategis. Jadi kalau lokasi yang agak ke pinggir sewa tanah permeter bisa hanya Rp. 30.000 per 30 tahun. Sewa itu boleh dibayar tahunan, jadi tidak harus sekaligus selama 30 tahun. Itulah harga patokan yang ditetapkan oleh “pemilik” lahan yaitu Badan Pengusahaan (BP) Batam (dulu Otorita Batam).

Hitung-hitungan teoritisnya kurang lebih begitulah. Tetapi sebagaimana semua mahfum, teori tidak selalu sama dengan praktek. Untuk mendapatkan ijin sewa lahan dari BP Batam, ternyata urusannya tidak semudah yang dibayangkan. Menurut survey yang dilakukan oleh International Finance Corporation (IFC), untuk pengurusan ijin perlalihan lahan di kantor BP Batam, butuh waktu 30 hari!. Ketika hasil survey itu kami konfirmasikan kepada para pimpinan BP Batam, mereka seperti tidak percaya.  Saya sampai dua kali bertanya kepada Direktur PengelolaanLahan BP Batam tentang hasil survey itu, tapi dua kali pula pak direktur “tidak menjawab”, beliau malah “bercerita” soal lain.

Pak Direktur kemudian memanggil staf teknis yang membidangi pelayanan perijinan pengalihan lahan, staf tersebut, katakan saja Pak Polan, “mengaku” bahwa proses perijinan itu “cuma” 3 (tiga) hari. Untuk membuktikan hal itu Pak Polan mengajak saya dan teman-teman ke “loket” pelayanan ijin pengalihan lahan, yang berada di lantai 2 gedung BP Batam.

Ternyata loket (front office) pelayanan perijinan tidak berada di bagian depan kantor BP Batam, tetapi dibagian kantor yang tersembunyi. Untuk masuk ke “loket” pelayanan itu, harus melalui pintu masuk yang menggunakan kunci dengan “smart card“. Tamu dan pemohon perijinan tentulah tidak punya smart card, dan karenanya semestinya tidak bisa masuk, kecuali pintu dibukakan oleh petugas BP Batam. Saya dibawa Pak Polan melalui lorong berliku-liku seperti mau masuk ke lokasi tersembunyi, di ujung lorong tersembunyi  itulah terletak loket pelayanan perijinan sewa lahan. Ketika kami sampai di loket tersembunyi itu ternyata ada sekitar 5 sampai 7 orang yang sedang memproses perijinan sewa lahan. Dari gelagat orang-orang itu, saya sangat yakin bahwa mereka adalah “biro jasa” alias calo yang sedang memproses perijinan sewa lahan.

Mendapati lokasi loket yang tersembunyi itu, saya seketika berkata dalam hati bahwa manajemen pelayan BP Batam sangat buruk. Kantor BP Batam berlantai 8 dan berdiri megah, tapi loket pelayanan perijinan terletak tersembunyi diantara lorong-lorong. Saya bertanya kepada Pak Polan, mengapa loket berada di lokasi yang sangat tersembunyi, mengapa bukan berada di pusat pelayanan terpadu yang sudah tersedia di gedung “Sumatera Promotion Expo“. Pak Polan menjawab, bahwa banyak berkas yang tersimpan di kantor BP Batam, kalau dibawa ke pusat pelayanan terpadu, takut ada yang tercecer. Jawaban itu tentulah tidak masuk akal, dan saya sangat kecewa mendengarnya. Dia juga menambahkan, kalo loket pelayanan berada di depan kantor, nantinya bisa ada yang hilang, karena berkas arsip berada di belakang.

Saya tidak habis pikir dengan jawaban Pak Polan, apakah BP Batam tidak pernah mempelajari manajemen pelayanan publik moderen. Saya benar-benar tidak mengerti mengapa BP Batam yang mempromosikan investasi Batam kemana-mana, tapi kondisi pelayanan perijinannya sangat buruk. Mendapati kondisi yang demikian, dimana lokasi pelayanan tersembunyi dan jawaban pengelola yang tidak profesional, saya jadi percaya kalau proses perijinan sewa lahan di BP Batam bisa sampai 30 hari. Nampaknya manajemen pelayanan BP Batam harus dirombak total.

One thought on “Silang sengkarut ijin sewa lahan di Batam

  1. salam kenal Pak Togar Arifin Silaban..saya ingin menanyakan apakah benar harga sewa tanah selama 30 tahun itu sekitar 30-60 ribu di batam? karena sekarang saya lg skripsi tugas akhir…saya butuh bantuan untuk info harga tanah di daerah batam untuk kebutuhan skripsi saya..maksih pak.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s