“Belajar setiap saat”, rahasia awet muda

Rrruarrrr biasa, itu kata yang harus saya ucapkan melihat Bapak Ir. Nusyrwan Zen, ketika memberikan ceramah pagi itu. Penceramah yang satu ini luar biasa enerjik, di usia yang sudah cukup senior, diumur yang hampir 78 tahun, semangat dan enerjinya seolah tidak ada habisnya. Suaranya lantang, lincah bergerak dari kiri ke kanan di depan para peserta ceramah. Materi ceramahanya berat, tapi ia mampu menguasai dengan piawai. Pagi itu Bapak Nusyrwan Zen, membahas topik “Teori Pembelajaran“. Selama sekitar dua setengah jam ia menjelaskan 89 lembar slide power point, diselingi beberapa pertanyaan dari peserta ceramah. Apa lagi yang bisa dikatakan untuk orang seperti itu selain rruarrr biasa…….

Rekam jejak Ir. Nusyrwan Zen, tidak kalah luar biasanya. Bapak kelahiran kota Kisaran, Sumatera Utara ini memulai karirnya sebagai guru. Sambil mengajar, ia kuliah di Fakultas Pertanian Universitas Indonesia. Perjalanan karirnya menanjak di pemerintahan,  sampai terakhir pensiun sebagai Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian. Setelah resmi pensiun ia akhirnya kembali menjadi “guru”, penceramah di berbagai Diklat kepemimpinan. Perjalanan karir yang sangat panjang menunjukkan proses pembelajaran hidup yang dilakoni Ir. Nusyrwan Zen, sangatlah luar biasa. Itulah juga mungkin yang menjadi sumber enerji tetap tinggi yang dimilikinya. Ia mengaku sampai sekarang masih terus belajar.

Setiap orang semestinya harus belajar setiap saat sampai akhir hayat. Hasil dari pembelajaran itu akan membawa perubahan, sehingga akhir dari  setiap pembelajaran harus ada perubahan,  “business is not as usual anymore. Bila setelah proses pembelajaran hasilnya business is as usual, maka artinya pembelajaran dinilai gagal.

Pertanyaannya adalah bagaimana seorang yang sudah berumur hampir 78 tahun begitu enerjik dan terus mengikuti perkembangan yang terjadi di masyarakat. Tentulah ada sesuatu yang terjadi dibelakang enerji besar yang dimiliki. Secara tidak langsung, Nusyrwan Zen menunjukkan dan mengakui bahwa “belajar tanpa henti” adalah kunci dari ketersediaan enerji yang besar bagi setiap orang. Itulah rahasia awet muda yang dimiliki Nusyrwan Zen. Orang yang selalu belajar, maka enerjinya juga tidak akan pernah habis. Luar biasa.

Secara rata-rata orang Indonesia sangat jarang mencapai umur 78 tahun dan masih mampu mengajar sambil terus bergerak dari kiri ke kanan. Kebanyakan orang Indonesia pada usia diatas 75 tahun, biasanya hanya duduk di kursi malas, atau malah terbaring di tempat tidur menjalani perawatan. Tapi bapak Nusyrwan Zen, sangat enerjik seolah mampu menghipnotis peserta Diklat. Peserta Diklat yang berumur rata-rata dari 40 tahun sampai 50 tahun boleh iri kepada bapak Nusyrwan Zen.

Teori pembelajaran individu dan pembelajaran organisasi sedemikian banyak, dan perlu difahami. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana pemahaman pembelajaran bisa menjadikan perubahan mind-set kepada orang yang mengikuti pembelajaran. Sebagus apapun teori, sebanyak apapun konsep, kalau orang yang belajar tidak mempunyai keinginan kuat untuk meningkatkan diri maka teori yang dipelajari hanya akan menjadi referensi yang tidak bermanfaat. Organisasi yang belajar adalah system yang terus meningkatkan kemampuan untuk menjawab tantangan yang dihadapi. “Teori pembelajaran” yang berat inilah yang diajarkan oleh Bapak Nusyrwan Zen dengan lugas.

Saya iri dengan Pak Nusyrwan, dia hebat…..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s