Romo Soegijo membela kedaulatan bangsa, tonton Soegija

Posted on Updated on

Diambil dari Google

Romo Soegijo  merupakan tokoh nasional yang dimiliki Indonesia. Ia selain pemimpin umat Katolik, tetapi sekaligus sebagai tokoh masyarakat yang gigih mempertahankan kedaulatan bangsa dari penjajah. Ketokohan Romo Soegijo, diapresiasi dengan baik oleh Garin Nugroho, dan mengangkatnya menjadi cerita layar lebar dengan judul Soegija.

Garin Nugroho, dalam text prolognya menyatakan bahwa film Soegija dibuat sebagai bagian dari peringatan hari kebangkitan Nasional. Alur cerita memang menunjukkan bagaimana Romo Soegijo mempertahankan harga diri bangsa Indonesia dari tekanan penjajah Jepang dan penjajah Belanda. Tentu saja sebagai pastor, Soegijo tidak menggunakan pedang atau senjata api melawan penjajah. Ia menggunakan perjuangan kasih dan kepemimpinan melalui diplomasi. Ia menghadapi todongan senjata api dengan diplomasi untuk mempertahankan kedaulatan bangsa.

Saya sengaja menonton film itu bersama istri hari Sabtu 9 Juni lalu di Surabaya. Saya merasa surprise, karena gedung pertunjukan cukup banyak yang terisi. Setau saya, pertunjukan film Indonesia selama ini, kalau kursi teater terisi 1/3, itu sudah lumayan. Tapi sore itu seat teater di pusat pertokoan di Surabaya itu hampir penuh. Nama Garin Nugroho rupanya sudah mempunyai nilai jual yang tinggi.

Sayangnya ada beberapa kelompok menanggapi seolah-olah Soegija sebagai upaya Kristenisasi. Saya tidak habis pikir dengan opini orang-orang yang mengeluarkan pendapat itu. Jangan-jangan mereka belum nonton Soegija. Film itu sama saja dengan film lain yang mengangkat tokoh, seperti Gandhi atau film lain. Untuk itu saya memberi dua jempol kepada Garin Nugroho.

Soegija bersetting Katolik, karena Soegijo memang Uskup Agung. Cerita berputar di sekitar gereja Katolik dan umat Katolik, tentu saja Romo Soegijo sebagai tokoh sentral. Alur cerita lebih banyak bagaimana Soegijo menghadapi penjajah Jepang dan penjajah Belanda, bagaimana ia mengkomunikasikan perjuangannya kepada umat dan kepada pihak-pihak lain. Tentu saja ada bumbu penyedap dengan kehadiran Butet Kartaredjasa yang mampu menjadikan cerita cair.

Bagi saya cerita Soegija dengan tambahan cerita dan pertanyaan Ling Ling lebih menyentuh. Benarkah kita bangsa yang besar, kalau pertanyaan Ling Ling terus tidak terjawab. “Kenapa kami orang Tionghoa yang selalu jadi korban“. Sebagai anak bangsa, saya serasa ditohok dan diiris dengan pertanyaan itu. Kenapa? Setiap anak bangsa ini harus menjawab dan memperbaiki keadaan itu. Pertanyaan Ling Ling itu lebih relevan ketimbang pertanyaan apakah Soegija sebagai upaya Kristenisasi.

Sebagai seorang Kristen, saya memang terharu dengan keberanian Garin Nugroho mengangkat ketokohan Uskup Agung Mgr. Soegijopranoto menjadi cerita ke film layar lebar. Pemimpin Katolik Indonesia dijadikan cerita film di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang muslim. Garin seorang muslim, pemain utama Nirwan Dewanto juga seorang muslim.  Di film itu juga tidak ada dialog atau cerita yang mengajak orang menjadi Katolik, atau bahkan tidak ada dialog supaya seorang Katolik menjadi lebih Katolik.Jadi terlalu picik kalau mengatakan Soegija sebagai upaya Kristenisasi. Lihat penjelasan Nirwan Dewanto dibawah.

***

Nirwan Dewanto sebagai tokoh utama dalam film garapan Garin Nugroho menuturkan, dalam film ini seutuhnya hanya menceritakan sejarah. Tak ada usaha untuk menkristensiasikan suatu kaum.

Nirwan dengan tegas membantah adanya kabar kristenisasi tersebut. Pasalnya sebagai seorang muslim, itu tentu tidak benar. Buktinya ia masih menganut agamanya meski mendapatkan peran sebagai seorang uskup yang taat.

“Kristenisasi tentu tidak ada. Motif gereja itu kekayaan film Indonesia yg selama ini sulit sekali artistiknya. Bersikap sangat tegas pada kebangsaan, golongan katolik dalam film ini. Sikap kita serba terbuka terhadap prularisme. Film ini datang disaat yang tepat,” ujar Nirwan sebagai pemeran Soegija kepada wartawan saat ditemui dalam Meet and Greet film Soegija di Cihampelas Walk, Jalan Cihampelas Kota Bandung, Minggu (10/6/2012). Lihat Portal Berita Jabar.

About these ads

4 thoughts on “Romo Soegijo membela kedaulatan bangsa, tonton Soegija

    jaka said:
    19/06/2012 at 15:02

    Salam Kenal Ya Untuk Semuanya.. :)

    nadiaananda said:
    19/06/2012 at 15:04

    Ane selalu belajar dari kisah orang kecil namun berhati besar,, yukk mari sebarkan ilmu seluas-luasnya.. :)

    N. Raymond Frans said:
    23/06/2012 at 09:11

    Tabea… Nice blog. Saya suka ini. Terima kasih infonya. Salam kenal untuk Anda,-

    Bambang said:
    03/07/2012 at 10:06

    Dari berbagai penelusuran, Saya tidak menemukan sedikitpun peran Soegijapranata untuk perjuangan sebelum datangnya Jepang ke Indonesia..? Bahkan dari biografi “Soegija Si Anak Bethlehem van Java” Soegija baru “bergerak” saat Jepang mulai menghancurkan gereja dan banyak kalangan gereja dan kristen yang ditangkapi Jepang… Pertanyaan besarnya: berjuang buat siapa…?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s