Bagus mana FE Unair vs FE UI ??

Saya baru saja ke kampus UI di Depok. Ini kunjungan pertama saya ke kampus dengan jaket kuning itu. Kunjungan saya ke UI Sabtu ini dalam rangka persiapan melihat suasana kampus dan mencari tempat kos untuk anak saya Dennis.  Dennis akan menjadi mahasiswa jurusan Akutansi UI mulai semester depan ini. Jadi sebelum dia mulai kuliah, yang pertama tentu harus ada tempat mondok.

Sebenarnya Dennis diterima di jurusan Akutansi Universitas Airlangga Surabaya melalui jalur SNMPTN, tapi karena kemudian lewat jalur SIMAK UI, dia diterima di Akutansi UI, maka dia memilih meninggalkan Unair, dan lari ke UI saja. Padahal, di Unair sudah registrasi dan sudah bayar semua biaya untuk masuk dan kuliah. Minggu lalu Dennis sudah sangat repot menyiapkan semua persyaratan untuk registrasi di Unair, mulai dari copy ijazah sampai akte kelahiran. Yang paling bikin repot, adalah fotocopy NJOP rumah, copy slip gaji, dan copy rekening listrik dan macam-macam lagi. Maksudnya apalagi kalau bukan mau tau pengeluaran ortu mahasiswa baru. Akhirnya Dennis dibanderol harus bayar Rp. 22 juta limaratus. Ditambah biaya lainnya, semua hampir genap Rp. 25 juta. Biaya segini bukan main besar buat kami, apalagi mesti bayar lunas. Tidak ada kompromi. Tapi namanya demi anak yang diterima di Unair, ya sudahlah bayarlah duit hampir dua lima jeti itu.

Dennis masuk Unair SNMPTN adalah pilihan kedua, waktu SNMPTN, pilihan pertamanya Akutansi UI dan pilihan kedua Akutansi Unair. Pengumuman SNMPTN bilang Dennis diterima di Akutansi Unair, artinya pilihan pertamanya tidak tembus. Tapi Dennis juga ikut tes jalur SIMAK UI dengan pilihan pertama Akutansi. Ee, taunya melalui jalur SIMAK, yang memperebutkan 30 kursi di Akutansi UI, Dennis diterima. Langsung saja Dennis teriak-teriak kesenangan, dan minta meninggalkan Unair demi masuk UI. Sempat juga saya tercenung, karena sudah bayar ke Unair. Tapi lagi-lagi demi sekolah anak, ya relakan sajalah tinggalin Unair.

Setelah lihat persyaratan masuk FE UI, ternyata pilihannya tidak repot, biaya jauh lebih murah. Hitung-hitung Dennis cuma bayar sekitar Rp. 15 juta, sudah termasuk uang kuliah satu semester sebesar Rp. 5,1 juta. Uang Sumbangan cuma Rp. 10 juta. Jauh lebih kecil dari syarat minimum masuk FE Unair. Sudah begitu biaya masuk UI bisa dicicil sampai 3 kali selama 3 bulan.

Nah, tadi pagi, saya menjelajah kampus UI di Depok, yang konon luasnya sekitar 320 hektar itu. Melihat suasana kampus yang nyaman itu, saya tambah yakin lagi supaya Dennis meninggalkan Unair Surabaya. Kampus UI Depok, suasananya jauuhh lebih baik ketimbang suasana kampus Unair Surabaya. Soal kualitas akademis, ya semua orang juga sudah tau kalau FE Unair tidak sebanding dengan FE UI.

Lalu, apa dasarnya biaya kuliah di FE Unair jauh lebih mahal dibanding biaya kuliah di UI. Saya tidak habis pikir kenapa. Nampaknya Unair mengada-ada saja. Apa dasar perhitungannya. Alah-alaah, Unair, Unair. Cuma mahasiswa baru tidak punya pilihan ya sekali ketrima di Unair dan tidak bisa pindah lagi, ya mesti terima aja. Untung Dennis anak saya bisa punya pilihan. Tapi biar gimanapun, menurut saya FE Unair kalah lah dari FE UI. Orang lain boleh protes (terutama civitas Unair), tapi itulah penilaian saya.

9 thoughts on “Bagus mana FE Unair vs FE UI ??

  1. ini artikel kok ga ada penjelasannya anger jeplak aja kalau ngomon tapi ga ada penjalasan yg konkret.

    Like

  2. Mungkin perlu dibreakdown lebih dalam pak Togar,
    kebetulan saya juga di FE UI jadi tahu masalah ini,

    di FE UI, sumbangan max 10jt dan semesteran 5,1jt
    jadi kalau lulus tepat waktu mungkin hanya 50,8jt

    tapi di tempat lain, contoh unair
    setahu saya sumbangan nya ga tanggung2.
    Sementara semesterannya jauh lebih kecil dari FE UI.
    sebagai bandingan tahun 2009 di FE UI 5,1jt dan di FEB UGM 1,7jt.

    Like

  3. Hati-hati kalau berpendapat, bisa-bisa salah sendiri hehehe.
    Jadilah konsumen yang cerdas yang tidak hanya mengatakan tidak ada dasar perhitungan, tetapi juga harus diperhirungkan sendiri juga. Di UI spp per semeser 5,1 tetapi si UNAIR spp semeser maksimal 3,5 jt, jadi silahkan diperhitungkan hasil akhirnya sendiri.
    Untuk kualitasnya sendiri pastilah setiap orang memiliki penilaian yang berbeda-beda, mungkin ada berbeda lagi jika dennisnya tidak diterima di UI, mugkin syukurnya sudah luar biasa di UNAIR, hehehehe.

    Like

  4. maaf, menurut saya kurang realistis pak.
    uang sebesar itu di unair sudah masuk di golongan tertinggi tapi untuk spp tiap semester yang dibayarkan sama kok, malah hanya sebesar 1jt d tambah cicilan wisuda dan kkn cuma jadi sekitar 1,1jt.
    penentuan biaya jangan hanya di liat dalam jangka pendek tapi di lihat dalam jangka panjang di agregat. pasti anda akan tau mana yang lebih murah.
    untuk biaya hidup jg itu perlu dimasukkan pak, jangan hanya pandang salah sisi.
    untuk kualitas memang unair masih banyak dibilang di bawah UI. tapi bukan berarti unair itu jelek.
    jadi jangan terlalu cepat untuk menilai pak, karena setiap penilaian selalu ada pertanggung jawabannya

    Like

  5. Mungkin yang dimaksud bukan SNMPTN ya, mungkin itu jalur mandiri UNAIR. Memang kalau jalur mandiri mahal, tapi kalau jalur lain bisa lebih murah, Terakhir update SPP kuliah untuk rumpun Ilmu Sosial satu jutaan untuk jalur selain mandiri..

    Like

  6. Alhamdulillah thn ini saya keterima di Akuntansi FEUI lwt snmptn dgn biaya 1jt persemester dan tdk ada uang pangkal. pdhl sy bukan anak yg terlalu pintar utk msk jurusan sekaliber akun UI. namun dgn keyakinan dan kekuatan doa apapun yg kita impikan bs jd kenyataan. Salam sukses😀

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s