Melakukan yang terbaik, kenapa tidak!

Bagi sebagian orang, bekerja dengan yang terbaik bukan masalah. Bagi mereka melakukan sesuatu dengan cara terbaik (best value) adalah merupakan kewajiban. Mereka tidak menghitung-hitung, apakah kegiatannya atau pekerjaannya sudah sesuai dengan target atau tidak. Yang utama bagi kelompok orang ini adalah melaksanakan sesuatu dengan hal yang terbaik. Tapi ada juga sekelompok orang yang berhitung dulu sebelum melakukan kegiatan. Bagi kelompok ini, perhitungan cost-benefit menjadi sesuatu yang penting sebelum melakukan sesuatu. Sebenarnya mereka bisa melakukan lebih baik dari yang mereka lakukan sebelumnya, tapi karena menghitung manfaat yang akan didapat, maka upaya yang dilakukan disesuaikan dengan hasil yang diharapkan.

Orang yang merasa dan berprinsip bahwa bekerja adalah amanah, maka ia akan bekerja dengan cara yang terbaik, melakukan upaya terbaik. Tidak peduli apakah pekerjaannya dianggap sebagai pekerjaan rendah. Seorang yang bekerja sebagai pelayan restoran misalnya, jika dianggap bekerja sebagai amanah, maka sipelayan akan bekerja sungguh-sungguh untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi tamu restoran.

Si pelayan bisa mempunyai prinsip amanah, biasanya karena dari sono nya, ia  adalah orang yang berdedikasi tinggi, memiliki nilai-nilai kemuliaan dalam dirinya. Sejak awal niatnya bekerja adalah untuk melayani orang. Tapi memiliki semangat amanah dalam bekerja juga bisa dibangun oleh sistem di pekerjaan. Dalam contoh pelayan restoran tadi, sistem dan lingkungan kerja di restoran dimana si pelayan bekerja, memang secara sengaja dibangun suatu sistem kerja yang menjadikan pelayan membangun jiwa amanah dalam diri pekerja. Manajemen restoran itu mempunyai tata laksana kerja yang memberikan pelatihan bagi setiap karyawan untuk membangun jiwa amanah. Dalam kondisi yang demikian, meski seorang pelayan yang tadinya tidak mempertimbangkan jiwa amanah dalam bekerja, kemudian bisa membentuk dirinya menjadi seorang pekerja yang bersemangat, berdedikasi dan mempunyai passion tinggi dalam melayani.

Idealnya bila sebelumnya si pekerja sudah mempunyai modal amanah dari sono nya, dan ditambah dengan lingkungan dan manajemen tempat bekerja yang baik, seseorang akan menjadi pekerja unggul, karyawan berdedikasi dan bersemangat tinggi. Bekerja dengan nilai terbaik (best value). Sinergi yang demikian akan bermuara pada hasil kerja yang berkualitas dan menguntungkan bagi si pekerja dan bagi manajemen tempat dia bekerja. Hal seperti ini juga dapat dibangun dalam lingkungan birokrasi.

Birokrasi tidak ada bedanya dengan sistem kerja lainnya. Birokrasi ada untuk melayani, sama seperti pelayan restoran. Setiap birokrat dituntut mempunyai passion melayani yang tiggi. Bekerja dengan nilai terbaik. Sekarang ini, masyarakat mempunyai kekuatan yang tinggi dan mempunyai kedaulatan untuk menuntut pelayanan terbaik dari birokrat.

Ayo awasi para birokrat yang bekerja melayani anda. Minta pelayanan terbaik dari mereka.

*******************

Maaf, setelah membaca posting ini, apakah anda berkenan untuk memberi penilaian (rate) dengan mengklik bintang dibawah.  Sangat membanggakan bagi saya bila anda sudi men”share” artikel ini, di Facebook, Twitter, Google+, LinkedIn atau bahkan mengemailkannya kepada orang lain. Kalau anda suka artikel ini, sudilah untuk mengklik “Like” dibawah. Semua tinggal klik menu dibawah ini. Terimakasih.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s