Keberlanjutan pariwisata Pulau Tidung

IMG_4876Kunjungan pertama saya ke Pulau Tidung, di Kepulauan Seribu, lumayan bagus, artinya saya dan rombongan menikmati liburan long-long weekend kami bulan Nopember kemarin. Tapi sebagai  orang yang bertahun-tahun bekerja di pembangunan lingkungan perkotaan, saya terusik dengan beberapa hal yang saya saksikan di Tidung. Saya pikir, kalau pengelolaan pariwisata Pulau Tidung terus seperti sekarang, kata orang business as usual, saya perkirakan tidak sampai 9 tahun ke depan, Pulau Tidung akan dilupakan orang. Atau paling tidak, keinginan orang berwisata ke Pulau Tidung akan sangat merosot.

Mengapa saya berani bilang begitu? Ya karena itu tadi dari beberapa yang saya saksikan di Tidung. Kalau tidak percaya, nah saya ungkap beberapa hal yang saya lihat.

IMG_4952

Satu; Kapasitas pulau Tidung sangat terbatas, dari Timur ke Barat, panjangnya sekitar 6-7 km saja (saya tidak bisa ukur persis). Dan lebar paling besar dari Utara ke Selatan sekitar 1 km. Artinya secara geografis, luas pulau Tidung ya harus di perhitungkan sebagai tujuan wisata. Kalau tidak dikelola dengan baik, bisa-bisa orang kesana tidak kebagian penginapan misalnya, sekali orang kecewa karena penginapan yang asal-asalan, maka jangan harap orang itu akan datang lagi, atau malah menginformasikan ke teman dan kolega supaya tidak berkunjung ke Pulau Tidung. Nah ini bahaya.

Soalnya, penginapan di Pulau Tidung, saat ini pada umumnya adalah rumah penduduk yang disewakan. Saya lihat, pembangunan rumah-rumah penduduk masih terus berlangsung. Rumah-rumah baru banyak yang sedang dibangun. Artinya, kalau semua lahan yang ada di Pulau Tidung dijadikan perumahan, tanpa menyisakan lahan untuk fasilitas umum dan kelestarian lingkungan, maka Pulau Tidung akan sesak tanpa bisa dikendalikan, dan akhirnya kualitas dan daya tariknya sebagai tujuan wisata akan cepat merosot.

Dua; Infrastruktur pendukung wisata tidak memadai. Jalan-jalan sempit, di apit rumah-rumah yang padat berhimpit-himpit.

IMG_4968

Foto diatas ini adalah tipikal jalan yang terlebar di Pulau Tidung, sisanya adalah gang sempit yang lebarnya sekitar 1,5-2 meter. Jalan ditutup dengan paving kualitas rendah, dan dikerjakan kurang rapi. Jadi disana sini jalan bergelombang. Jalan tidak dilengkapi dengan saluran untuk mengalirkan air hujan. Dalam beberapa tahun, kualitas paving seperti ini akan hancur. Jalan paving dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI.

IMG_4932

Jalan-jalan sempit tidak dilengkapi dengan lampu penerangan jalan umum (PJU). Kalau malam, keadan gelap, bisa membuat wisatawan enggan keluar malam. Padahal masyarakat sudah membayar pajak penerangan jalan umum kepada Pemerintah Provinsi DKI melalui rekening listrik setiap bulan.

IMG_4964

Sampah di pulau Tidung tidak dikelola dengan benar. Pemerintah Provinsi DKI membangun sebuah incinerator mini di tepi pantai sebelah Utara. Tapi incinerator ini tidak beroperasi.

IMG_4970

Dari kondisi fisik incinerator yang saya lihat, alat ini hanya pernah di uji coba, tapi tidak dioperasikan secara sungguh-sungguh. Lihatlah foto diatas, catnya bahkan masih bagus. Kalau incinerator itu dioperasikan, maka catnya akan memudar karena panas yang berasal dari proses pembakaran sampah. Incinerator ini cuma sekedar proyek Pemerintah Provinsi DKI. Selesai proyek dibangun tapi tidak dimanfaatkan. Ini adalah pemborosan uang negara. Sampah berserakan di sekitar incinerator seperti foto dibawah ini.

IMG_4971

Dari foto ini, sepertinya sampah dibakar di luar incinerator, alias di tumpukan di ruang terbuka di tepi pantai.

IMG_4972

Masyarakat Pulau Tidung sepertinya kurang peduli akan pengelolaan sampah. Foto diatas adalah TPA dimana incinerator berada.

IMG_4955

Sampah-sampah organik yang membusuk di pantai, lama-kelamaan akan membuat pantai menjadi keruh, dan ditumbuhi gang-gang. Sampah an-organik seperti plastik, setiap hari akan di hempaskan ombak ke pantai.

IMG_4956

Sisi utara pantai Pulau Tidung, tidak jauh dari belakang kantor Kecamatan. Sampah yang terbuang ke laut, akhirnya akan dibawa ombak ke tepi pantai. Pengunjung (wisatawan) juga begitu. Akibatnya sampah berserakan begitu saja, dan akhirnya sampah sampai di laut seperti foto dibawah ini.

IMG_4958

Foto diatas ini adalah tempat wisatawan melakukan kegiatan membakar ikan di malam hari. Masih terlihat sisa tulang ikan yang masih baru dan belum membusuk. Para wisatawan juga membuang plastik bekan tempat minum begitu saja, dan akhirnya akan masuk ke laut.

IMG_4953

Sampah dibawah permukaan air laut, ada plastik kresek, kain dan pakaian, dan segala macam sampah. Siapa yang mau snorkling di laut seperti ini??

Tiga; Sarana wisata di Pulau Tidung masih sangat minim. Informasi wisata di pulau Tidung sangat minim, sulit menemukan petunjuk jalan (hampir tidak ada). Jalan-jalan tidak ada penunjuk arah (rambu lalu lintas penunjuk lokasi).  Keberadaaan warung makan dan restoran masih belum memadai sebagai kawasan tujuan wisata.

Foto dibawah ini adalah tulisan di balik lemari (lemari sengaja dibalik oleh pemilik penginapan) yang memberi informasi tentang paket wisata ke pulau Tidung.

IMG_4864

Tulisan pengumuman dari pemilik penginapan, agar tidak mengganggu barang-barang miliknya yang ada di lemari di dalam kamar penginapan.

IMG_4931

Penginapan terutama rumah penduduk yang dijadikan penginapan masih alakadarnya. Sebagai contoh, penginapan yang saya tinggali, memiliki kamar mandi, tapi fasilitas kamar mandi hanya ada ember tempat air dan toilet. Tidak ada wastafel, tidak ada keran untuk keperluan lain. Pokoknya serba minim.

IMG_4929

Ruang tidur penginapan berupa kamar ber AC dengan kasur yang di gelar di lantai seperti foto dibawah ini.

IMG_4928

Saya tidak sempat mensurvey secara lengkap tentang kondisi sarana wisata. Yang saya ungkapkan hanya sebagian kecil tentang potret Pulau Tidung. Saya berkesimpulan, kalau pengelolaan wisata Pulau Tidung hanya seperti sekarang, maka dalam beberapa tahun ke depan, wisatawan akan merasa jenuh dan tidak mau datang lagi ke Pulau Tidung. Pemerintah Provinsi DKI dibawah gubernur Jokowi dan Basuki sebagai wakil, mestinya bisa meningkatkan kualitas wisata Pulau Tidung.

Sayang, kalau Pulau Tidung sampai ditinggalkan orang.

4 thoughts on “Keberlanjutan pariwisata Pulau Tidung

  1. Lengkap sekali reviewnya mas. Sayang ya, potensi yang sangat bagus hanya dieksploitasi begitu saja tanpa ada timbal balik.

    Like

  2. Dulu Pulau Tidung terkenal akan keindahan dan kealamiannya, seiring waktu dan kurangnya kesadaran para manusianya membuat pulau ini berubuh seperti yang Agan tampilkan.semoga kesadaran Hidup Sehat dan bersih tumbuh kembali di hati Kita ya Gan.Bravo Pulau Tidung.

    Like

  3. Untuk pengelolaan sampah di pulau tidung khususnya memang tidak dikelola sangat baik, pemerintah sudah memfasilitasi dengan benar untuk kenyamanan penduduk sekitar hanya saja SDM nya tidak mempunyai rasa tanggung jawab atas apa yang sudah diberikan pemerintah (bukan membela pemerintahan ya,,,), untuk incinerator di pulau tidung sudah berhenti beroperasi dari tahun 2009 sedangkan pembuatan incinerator sendiri buatan tahun 2004, apabila cat incinerator itu sendiri masih bagus bukan berarti tidak pernah dipakai melainkan kualitas dari incinerator yang di buat oleh PT. Balarea Utama bisa dipertanggung jawabkan. Total incinerator yang dibuat oleh PT. Balarea Utama ada 4 Unit dintaranya Pulau Tidung, Untung Jawa, Harapan dan Pulau Pramuka dimana ke4 Incinerator itu sendiri beroperasi 4 tahununtuk pulau tidung dan harapan dan 8 tahun untuk pulau pramuka dan untuk jawa. ke 4 incinerator tersebut tidak beroperasi dikarenakan bukan dari mesin melainkan dari kurang tanggung jawabnya SDM yang mengelola Aset tersebut.
    Sebelumnya terima kasih untuk bang Togar yang sudah memberikan masukannya baik untuk Kepulauan seribu dan khusunya saya selaku pabrikan dari Incinerator tersebut.

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s