Paradoksal merokok (Reposting)

Re-posting dari Kompasiana

rokok is dangerDi Indonesia, merokok boleh dikatakan sebagai kegiatan yang paradoksal. Banyak orang yang mengkampanyekan anti merokok, sementara banyak juga yang merokok dan mendukung kegiatan merokok secara langsung dan tidak langsung. Bagi mereka yang anti merokok, alasannya jelas adalah kesehatan dan perilaku yang negatif tentang merokok. Sudah banyak penelitian yang dilakukan dan membuktikan kalau merokok dapa mengakibatkan berbagai penyakit. Sedemikian banyaknya dan berbahayanya penyakit yang  dipicu oleh kebiasaan merokok, sampai-sampai produsen rokok “terpaksa” membuat peringatan pada bungkus rokok: “Merokok dapat membahayakan kesehatan, mengganggu kesehatan janin”.

Merokok juga adalah sebuah perilaku, yang sayangnya cenderung negatif, karena menimbulkan kecanduan bagi pelakunya. Kecanduan merokok, selain bahaya kesehatan seperti diatas, bisa juga menimbulkan kerugian finansial, karena pelaku akan mengeluarkan uang terus menerus karena kecanduan merokok. Yang lebih memprihatinkan adalah bahwa perilaku merokok sudah dimulai sejak usia muda. Pelajar SMP bahkan SD banyak yang sudah kecanduan merokok. Masalahnya adalah para pemuda dan pelajar ini belum punya penghasilan, sehingga untuk membeli rokok, mereka harus mengambil uang dari sumber lain, dan mengorbankan pengeluaran lain. (Saya yakin tidak ada orang tua yang memberikan uang untuk membeli rokok bagi anak remajanya).

Dengan sisi negatif yang disebutkan diatas, saya yakin bahwa merokok sangat membahayakan pemuda dan remaja. Sekali lagi, merokok membahayakan bagi generasi muda. Jadi merokok tidak sekedar “tidak baik“, tapi sudah masuk kategori membahayakan.

Bagi mereka yang mendukung kegiatan merokok, alasan yang dikemukakan adalah alasan finansial. Produsen rokok dan kegiatan distribusinya menangguk untung dari perilaku merokok. Biaya promosi rokok melalui iklan dan kegiatan lain sangat besar dan didukung oleh suatu sistem yang rapi. Cilakanya promosi rokok justru banyak dilakukan pada-kegiatan-kegiatan olah raga. Seolah-olah merokok dan olah raga adalah dua hal yang bisa berjalan dengan baik. Padahal sesungguhnya merokok justru bertentangan dengan olah raga. Karena olah raga bertujuan untuk menjadikan tubuh sehat, sementara merokok membawa orang menjadi sakit atau mengidap penyakit.

Karena itulah negara bertanggung jawab untuk menghindari pengaruh buruk dari kegiatan merokok. Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Olah Raga seharusnya melakukan kegiatan pembatasan yang sangat ketat tentang merokok. Demikian juga halnya legislatif, DPR dan DPRD harus ikut mendukung dengan menyusun aturan Undang-Undang dan Peraturan Daerah yang mengawasi dan membatasi secara ekstra ketat kegiatan merokok.

Selain itu komunitas masyarakat madani yang peduli akan kesehatan generasi muda harus bersama-sama menghentikan kegiatan promosi rokok secara ketat. Distribusi rokok harus diatur sedemikian rupa, sehingga hanya kelompok terbatas saja yang boleh menjadi sasaran rokok. Promosi rokok dalam segala bentuk harus dihentikan agar masyarakat generasi muda terlindugi dan terhindar dari rokok.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s