Pelanggaran untuk tujuan baik? Itu tidak dibenarkan!

Picture 027Buah yang bagus, enak dan disukai banyak orang berasal dari pohon yang bagus, dari proses pertumbuhan yang baik. Itulah yang selalu diajarkan orang tua kepada anaknya, oleh guru kepada muridnya oleh pemimpin kepada pengikutya. Kalau mau mendapatkan hasil atau buah yang baik, maka harus mau kerja keras, memupuk pertumbuhan, merawat dan menjaganya. Proses pertumbuhan yang dirawat dengan baik, niscaya akan memberi hasil yang baik. Pada saatnya hasil diperoleh, maka nikmat dan syukur menjadi pelengkap. Nilai-nilai universal ini dianut masyarakat dimanapun, tidak hanya di lingkungan saya, di Indonesia ini, tapi di seluruh dunia.

Setiap orang tua, guru, dan pemimpin dituntut untuk mengajarkan hal yang baik, melaui proses yang baik untuk mendapatkan hasil yang baik. “Belajarlah sampai ke negeri Cina“, begitu bunyi salah satu petuah kuno. Maksudnya tentu supaya orang menjalani proses secara berjenjang, belajar yang keras, bertumbuh dan berkembang yang memerlukan usaha dan perjuangan. Maka proses pertumbuhan dan perawatan akan menghasilkan buah yang memberi rasa sejahtera.

Nilai-nilai universal tersebut kemudian diuraikan menjadi ketentuan atau aturan yang disepakati supaya tidak mengganggu dan merusak hak orang lain. Aturan disepakati untuk menghindari perampasan hak orang lain. Selain itu aturan yang disepakati akan memadu keharmonisan dan tatanan antar semua unsur. Aturan akan menjamin adanya kesetaraan, adanya proses yang berlangsung secara adil.

Hasil yang baik tidak berasal dari proses yang buruk, tidak mungkin datang dari perjalanan yang merusak tatanan. Adakalanya proses buruk terkadang memberi hasil yang elok dipandang, tapi sesungguhnya hasil itu busuk didalam. Hasil itu bukan buah yang memberi rasa sejahtera bagi yang menggunakannya.

**

Maka ketika si Polan diberi tanggung jawab sebagai ketua paguyuban, si Polan  harus menjaga integritas dan marwah sebagai ketua paguyuban. Dengan alasan apapun, si Polan tidak boleh melakukan pelanggaran aturan main yang sudah disepakati. Sebagai ketua paguyuban, si Polan harus mengajarkan proses yang baik, pertumbuhan yang baik. Ia sendiri harus melakukan proses pertumbuhan, merawat dan menjaga proses sesuai atruran main yang benar.  Si Polan harus menjadi suri tauladan bagi banyak orang terutama bagi anggota paguyubannya.

Kalau si Polan mengatakan ia melakukan pelanggaran untuk tujuan ilmu pengetahuan, saat itu juga ia kehilangan marwah dirinya, ia kehilangan integritas. Meski secara formal ia masih menjabat ketua paguyuban, sesungguhnya ia bukan lagi orang yang punya harga diri. Roh ketua paguyuban sudah hilang dari si Polan. Martabat si Polan sudah tidak ada nilainya, ia kehilangan nilai-nilai kehidupan. Polan tidak layak lagi dipercaya dan tidak layak diikuti.

***

Saya risau dengan Si Polan sebagai ketua paguyuban usaha negara bilang bahwa ia melanggar aturan untuk tujuan ilmu pengetahuan. Itu tidak dapat dibenarkan.

One thought on “Pelanggaran untuk tujuan baik? Itu tidak dibenarkan!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s