Gerakan turun

Jalan ini menurun. Gerakan turun.

Jalan ini menurun. Gerakan turun?

Secara umum, manusia selalu ingin naik. Kalau sudah tamat SMP, lalu ingin masuk SMA, kalau sudah punya mobil Livina, lalu ingin punya mobil BMW dan seterusnya. Manusia ingin bertumbuh, berkembang menjadi lebih baik, menjadi lebih besar, dengan kata lai orang ingin naik. Keinginan naik adalah keinginan yang wajar, ada pada setiap orang. Meski begitu tidak semua orang mendapatkan kenaikan seperti apa yang diinginkan. Dan, pada suatu saat orang juga akan turun. Seseorang tidak mungkin naik terus menerus sepanjang hidupnya. Gerakan turun harus juga dipersiapkan.

Dalam kehidupan yang serba berkompetisi sekarang ini, orang berkejar-kejaran supaya lebih baik, lebih makmur, lebih kuat, lebih nyaman dan berbagai kelebihan lain. Manusia menuntut ilmu, bekerja keras supaya terus naik posisi, naik jabatan, promosi menjadi lebih strategis. Dalam alam persaingan yang ketat itu orang kadang bahkan melakukan hal yang kurang terpuji supaya terus naik.

Kalau boleh memilih, orang tidak ingin mengalami penurunan. Sesungguhnya bila sudah memiliki barang yang bernilai tinggi, kita tidak ingin barang itu hilang, atau nilai barang menjadi lebih rendah. Seandainya bisa, saya ingin tetap bugar, kuat, punya tenaga dan enerji yang prima meski umur terus bertambah dan semakin tua.

Secara fisik ada saatnya manusia akan mengalami penurunan. Bayangkan kalau ada seorang kakek berumur 80 tahun, tapi masih mempunyai tenaga dan kekuatan mengangkat barbel 150 kg misalnya, selain menjadi aneh dilihat orang, tapi secara alamiah, hal itu tidak sesuai dengan alur alam. Secara alamiah, kakek berumur 80 tahun tenaganya sudah tidak mampu mengangkat barbel. Jadi kita, saya dan anda, harus juga mempersiapkan gerakan turun.

Suatu saat semua orang akan bertambah tua, secara fisik akan berkurang tenaganya. Berbagai aspek kehidupan akan menurun, tidak lincah lagi, bahkan mungkin secara finansial juga akan menurun karena pensiun misalnya. Karena itu secara mental perlu ada strategi untuk gerakan turun.  Demikian cuplikan dari “Narasi Natal” yang disampaikan oleh Romo pada perayaan Natal Lembaga Kepresidenan tanggal 12 Januari lalu.

Gerakan turun yang dimaksudkan Romo itu adalah untuk mempersiapkan umat pada era kompetisi yang super ketat sekarang ini. Bila tidak ada gerakan turun, dikuatirkan karena ketatnya persaingan, orang akan stres, putus asa, atau bahkan ada yang depresi dan bukan tidak mungkin bunuh diri. Secara mental gerakan turun justru dapat meningkatkan kapasitas psikis dan keimanan. Gerakan turun berarti mensyukuri kehidupan, berterimakasih kepada Tuhan Pencipta  yang telah memberikan waktu untuk dilalui dalam hidup. Inti dari gerakan turun adalah pengucapan syukur kepada Tuhan.

One thought on “Gerakan turun

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s