Strategisnya peta strategi dalam peningkatan kinerja

Kapaln in Jakarta 017Beberapa tahun lalu saya pertamakalinya ke Tokyo. Waktu itu saya dan teman-teman peserta training naik Shinkanzen dari Nagoya ke Tokyo. Peserta sebanyak 15 orang dari 15 negara itu dalam rangka break akhir pekan memutuskan mau jalan-jalan ke Tokyo naik Shinkanzen, supaya punya pengalaman nai kereta api supercepat. Sesampainya di Tokyo central station, saya benar-benar bingung melihat ramainya jalur kereta api di stasiun pusat kota Tokyo. Jaringan kereta api berbagai jenis, mulai dari supercepat, kereta antar kota, kereta dalam kota, kereta wisata, terintegrasi dengan bis kota. Di stasiun itu berbagai petunjuk tentang jalur kereta tersedia, bertuliskan huruf kanji Jepang. Tulisan bahasa Inggerisnya kecil.

Meski sudah ada peta jalur kereta di tangan, tak urung saya dan teman-teman bingung. Beruntung kami ditemani seorang Jepang dari Nagoya, sehingga kami tidak kehabisan waktu mencari jurusan kereta. Saya membayangkan kalau saya seorang diri di stasiun yang sangat besar itu, mungkin akan menhabiskan waktu lama sekali untuk menemukan jalur kereta yang saya tuju. Apalagi kalau saja misalnya tidak ada peta di tangan, saya pasti seperti orang yang tersesat di tengah hutan rimba belantara dan tidak tau mau kemana.

Saya tidak akan cerita tentang Tokyo, tapi ilustrasi tanpa peta di stasiun Tokyo itu sekedar memberi gambaran tentang kebingungan seseorang kalau tidak punya peta. Ilustrasi seperti itulah yang digunakan oleh Prof. Robert Kaplan ketika mengadakan kuliah umum di Auditorium Istana Wakil Presiden pada 19 Januari 2013. Prof Kaplan, penemu sistem Balanced Scorecard, mencontohkan seseorang yang berada di stasiun keretaapi, tetapi tanpa peta tersedia, tentu akan kebingungan mencari jalan menuju suatu tempat.

Karena itulah, kata Kaplan, suatu organisasi atau entitas yang ingin maju harus membuat peta strategi. Peta itu mengidentifikasi berbagai hal tentang strategi suatu organisasi untuk mencapai tujuannya. Peta strategi setidaknya memuat 4 perspektif yakni, prespektif pembelajaran, prespektif proses bisnis, perspektif customer dan perspektif stakeholder. Secara grafis peta stratejik suatu organisasi digambarkan sebagai berikut.

strategic map BSC

Penyusunan peta strategi merupakan sebagian dari penjelasan GURU dari Balanced Scorecard Robert Kaplan pada kuliah umum yang dihadiri kurang lebih 350 orang. Robert Kaplan juga memberi contoh-contoh beberapa negara dan pemerintah daerah yang telah berhasil meningkatkan kinerjanya dengan mengadopsi Balanced Scorecard.

Robert Kaplan memberi contoh bagaimana Provinsi Rio Grande Sul di Brazil berhasil berubah dari provinsi yang secara finansial terpuruk, tapi kemudian dengan menggunakan peta strategi yang tepat dan bantuan alat analisis Balanced Scorecard, provinsi itu bisa menjadi provinsi termaju dalam beberapa tahun.

Semestinya Indonesia bisa menggunakan berbagai alat untuk meningkatkan kinerja pemerintahan, Balanced Scorecard, mungkin bisa dijadikan alat yang efektif. Setidaknya itu yang dilakukan oleh Kementerian Keuangan RI saat ini.

Kapaln in Jakarta 027

Guru Balanced Scorecard, Robert Kaplan bicara sengan gaya santai.

Kementerian Keuangan telah mengadopsi Balanced Scorecard sejak beberapa tahun lalu. Rionald Silaban, Staff Ahli Menteri Keuangan, yang hari itu tampil bersama Robert Kaplan, mengatakan bahwa Kementerian Keuangan secara berkesinambungan meningkatkan kinerja dengan bantuan sistim Balanced Scorecard.

Kapaln in Jakarta 037

Robert Kaplan didampingi Bp. Hendro dari KemPAN & RB dan Rionald Silaban, Staff Ahli Menteri keuangan RI. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa sebuah peta strategi sangat diperlukan dan sangat strategis fungsinya untuk meningkatkan kinerja suatu organisasi.

Sebelum acara dimulai, Kaplan sempat ngobrol ringan dengan beberapa personil, seperti foto dibawah ini.

Kapaln in Jakarta 014

Kapaln in Jakarta 019

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s