Menyeberangi Bakauheni-Merak dengan ferry jorok

IMG_20130908_111815Pertama kalinya saya menyeberangi selat Sunda dengan ferry dari Merak ke Bakauheni di malam hari. Karena menyeberang tengah malam, begitu masuk ke dalam kapal ferry, saya langsung menuju dek atas dimana tersedia ruangan untuk penumpang, lalu duduk dan mencoba untuk memejamkan mata. Selama sekitar 2,5 jam saya tidak keluar lagi dari ruangan itu sampai ferry mendekati dermaga di Bakauheni.  Ketika kembali menyeberang dari Bakauheni ke Merak, saya sengaja memilih menyeberang di siang hari, supaya saya sempat melihat Selat Sunda, sekaligus melihat kondisi kapal ferry.

Sebelum masuk ke area pelabuhan, beberpa meter dari loket pembelian tiket di Bakauheni, tiga orang polisi, salah satu tidak berseragam, menghentikan mobil. Pak Polisi meminta STNK dan SIM pengemudi. Setelah memperhatikan sebentar, Polisi mengembalikan surat-surat dan mempersilahkan kendaraan maju ke loket tiket. Siang itu, pelabuhan tidak terlalu ramai dengan kendaraan yang akan menyeberang. Kami bisa langsung menuju ke pintu dermaga, dan berhenti di belakang sebuah mobil yang akan masuk ke kapal. Petugas kapal sedang mengatur antrian mobil yang akan masuk ke dalam kapal.

Menunggu tidak sampai 5 menit, kami sudah bisa masuk kapal menjuju dek atas mobil yang khusus diperuntukkan bagi mobil kecil. Saya tidak memperhatikan lagi seperti apa kondisi kapal ferry yang akan menyeberangkan kami, yang penting segera bisa menyeberang. Barulah setelah duduk di ruang penumpang yang berpendingin udara, saya mulai memperhatikan keadaan sekeliling. Kapal ferry yang saya tumpangi bernama KM BAHUGA PRATAMA.  Ruangan yang saya duduki diberi label eksekutif, tapi kondisinya jauh dari kelas eksekutif. Penumpang yang menempati ruangan ini dikenai biaya tambahan Rp. 10.000 per orang.

IMG_20130908_113303

IMG_20130908_132426

Di ruangan ini disediakan beberapa sofa yang diatur sedemikian rupa, sehingga penumpang bisa duduk di sofa  berhadapan dengan meja di tengah.Tapi kondisi sofa sudah buruk, rata-rata tempat duduknya sudah robek seperti gambar di samping kanan ini. Sofa robek menganga itu dicoba ditambal dengan isolasi, tapi ternyata tidak menolong.  Beberapa sofa yang lain juga robek.

Di ruangan ini terdapat pesawat televisi, tetapi gambar yang tayang di layar televisi sering berganti dengan sendirinya, dan juga ada gambar yang tidak bergerak sama sekali.

Ketika anda terpaksa harus buang air ke kamar mandi yang tersedia untuk ruangan eksekutif ini, pintu kamar mandi sudah terlepas dari engsel seperti gambar dibawah. Pintu itu terletak begitu saja sehingga kamar mandi tidak dapat ditutup. Untuk menghindari pemandangan langsung ke dalam kamar mandi, di depan pintu di pasang tirai penyekat ruangan yang terbuat dari anyaman rotan.

IMG_20130908_110916

Kondisi di dalam kamar mandi lebih buruk lagi. Di kamar mandi untuk eksekutif terdapat toilet jongkok yang sangat jorok, seolah bertahun-tahun tidak pernah dibersihkan. Pipa air terlepas dari dinding, penampung air berupa ember bekas tempat cat dilengkapi dengan gayung yang juga sama-sama kotor. Kalau tidak karena terpaksa sekali, mungkin tidak akan ada orang yang mau menggunakan fasilitas toilet ini. Ruangan ini bau pesing, bisa jadi orang yang menggunakan tidak menyiram.

IMG_20130908_110814

Selain toilet jongkok, kamar mandi pria dilengkapi dengan dua buah urinoir. Tetapi seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Pipa pembuang urinoir sudah tidak ada. Jika ada orang yang pipis ke dalam urinoir, maka cairan urine akan langsung menetes ke lantai.

IMG_20130908_110901

Sebenarnya kamar mandi juga dilengkapi dengan fasilitas untuk cuci tangan (wastafel), tapi sama halnya dengan urinoir, pipa pembuang wastafel juga sudah tidak ada. Kalau keran dibuka, maka air akan segera mengalir ke lantai. Lagipula keran sudah tidak mengalirkan air. Mungkin karena pipa pembuang sudah tidak ada, aliran air ke keran wastafel diputus.

IMG_20130908_110825

Secara keseluruhan kamar mandi ruang eksekutif ini sangat tidak layak. Kalau mau diberi nilai antara 1-10, maka kamar mandi ini saya beri nilai 1,5.

Ketika saya bergerak melihat kamar mandi di kelas ekonomi, kondisinya sama buruknya dengan kamar mandi kelas eksekutif. Lihatlah foto dibawah yang merupakan kamar mandi di kelas ekonomi. Kondisinya sangat kotor, mungkin sudah beberapa tahun tidak pernah dibersihkan.

IMG_20130908_112102

Gambar dibawah adalah “urinoir” kamar mandi di kelas ekonomi. Selain kotor,

IMG_20130908_111600

Ruang penumpang kelas ekonomi yang berada di dek atas, kondisinya seperti gambar dibawah ini. Ruangan ini panas, tidak ada pendingin udara. Selain di ruangan ini penumpang kelas ekonomi menepati dek atas yang berada di pinggir kapal, sehingga udara laut bisa berhembus bebas. Tapi kalau datang hujan dek terbuka kelas ekonomi ini bisa terkena tampias hujan.

IMG_20130908_112027

Kapal ferry juga dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk mencari nafkah. Ada pedagang asongan dan ada juga pedagang rujak. Pedagang rujak ini menempati selsar dek terbuka dipinggir kapal. Disana si ibu pedagang  menggelar dagangannya kepada calon pembeli.

IMG_20130908_112144

Satu keluarga yang rupanya agak kelelahan menggelar tikar di selasar kapal dan berbaring bersama anak nya. Penyeberangan yang makan waktu sedikitnya dua setengah jam, kalau digunakan untuk istirahat bisa memulihkan tanaga. Meski hanya di selasar tempat orang berlalu lalang, istirahat bisa dinikmati juga.

IMG_20130908_112412

Kondisi KMP Bahuga Pratama yang memprihatinkan itu tidak diperhatikan oleh pengelolanya. Bagi pengelola, yang penting penumpang bayar tiket, kapal ferry berlayar ketujuan. Soal jorok atau bersih, tidak pernah diperhatikan. Pihak Kementerian Perhubungan sebagai Regulator/Pengelola mungkin tidak pernah melihat kondisi kapal penyeberangan ini. Kalau sampai kondisinya selama bertahun-tahun tidak baik, boleh jadi tidak ada pengawasan dari Regulator.

Kondisi kebersihan KMP Bahuga Pratama yang jorok, boleh jadi setali tiga uang dengan sarana keselamatan yang ada di kapal ini. Saya tidak sempat memeriksa peralatan keselamatan yang ada. Apakah jumlah pelampung mencukupi, apakah kondisi pelampung benar-benar masih bisa mengapung. Apakah perahu sekoci bisa digunakan atau tidak. Kalau kebersihan yang dipakai setiap saat oleh penumpang saja tidak diperhatikan, apalagi kondisi peralatan keselamatan yang hanya digunakan pada kondisi tertentu. Saya sangat yakin peralatan keselamatan penumpang di kapal ini sangat memprihatinkan.

Sangat boleh jadi kondisi KMP Bahuga Jaya juga sama dengan kapal ferry penyeberangan lainnya di jalur Bakauheni-Merak. Konon kapal ferry yang melayani jalur Merak-Bakauheni ada lebih dari 30 kapal. Jalur penyeberangan inilah yang paling sibuk diantara semua jalur penyeberangan yang ada di Indonesia. Tapi kalau pelayanan penyeberangan ini sedemikian buruk, sebenarnya pengelola tidak layak memungut harga tiket seperti sekarang. Padahal pengelola  kapal ferry membeli solar bersubsidi. Konon dari informasi yang saya pernah dengar, pengelolaan penyeberangan Merak-Bakauheni penuh carut-marut yang sudah sangat kronis.

Kementerian Perhubungan bertanggung jawab untuk mengawasi keselamatan, kebersihan dan pelayanan penyeberangan Bakauheni-Merak. Kalau kondisi kapal ferry seperti yang digambarkan diatas, berarti Kementerian Perhubungan tidak menjalankan tugas pengawasan dengan benar.

Saya coba menikmati penyeberangan Bakauheni-Merak. Kekecewaan saya sedikit terobati oleh keindahan yang disajikan alam sepanjang perjalanan. Gugusan pulau di sepanjang jalur Selat Sunda sangat indah untuk dinikmati selama berlayar. Lupakan sejenak kondisi kapal penyeberangan yang buruk.

IMG_20130908_112403

Pengalaman saya pada hari minggu 8 September 2013 dengan KMP Bahuga Pratama menjadi pengalaman yang tersendiri bagi saya menyeberangi Selat Sunda.

Apa pengalaman anda menyebeangi Selat Sunda?  Silahkan ceritakan di komentar dibawah.

2 thoughts on “Menyeberangi Bakauheni-Merak dengan ferry jorok

  1. Memang benar rata-rata kondisinya demikian pak Togar , meskipun saya prnah naik ferry lain dijalur yang sama dengan kondisi yang “masih bagus” , tapi itu beberapa tahun yang lalu , apa bapak tidak sebaiknya menulis surat langsung ke Wamen saja ( P Bambang Susantono ) , supaya ada perhatian dan ferry tsb bisa segera naik dok untuk perbaikan total )

    Like

    • Terimakasih pak Widianto,
      Itulah pengalaman saya, dengan informasi diatas.
      Siapapun dipersilahkan menyampaikan laporan atau surat atau pengaduan ke Kementerian Perhubungan, termasuk ke Wakil Menteri Pak Bambang Susantono.

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s