Berapa kecepatan yang aman di jalan raya?

IMG_20130917_070801Angka tertinggi pada speedometer di mobil yang saya kendarai sehari-hari adalah 240 km/jam, kapasitas mesinnya  1.794 cc sebagaimana tertulis di STNK. Angka di speedometer itu dibuat tentu dengan suatu alasan.  Saya tidak tau asumsi apa yang dibuat dengan mencantumkan angka pada speedometer tersebut. Misalnya untuk mencapai kecepatan maksimum, apakah kondisi jalan harus tertentu pula, atau ada persyaratan teknis tertentu barulah mobil  bisa mencapai kecepatan maksimal. Tapi kalau berdasarkan data itu, secara teoritis, mobil mestinya bisa dipacu kecepatannya sampai sekitar 240 km/jam.

Saya beranggapan, ketika mobil dirancang, para designer mobil itu mencoba, seperti apa dan bagaimana mobil bermesin 1.794 cc bekerja. Ketika percobaan itu tentu dilakukan juga banyak pengukuran hingga para perancang sampai pada kesimpulan bahwa kecepatan maksimum mobil adalah 240 km/jam, sehingga dipakailah speedometer dengan angka tertinggi 240.  Artinya kalau mobil berlari di kecepatan maksimal itu, semestinya masih dianggap aman, atau setidak-tidaknya dianggap masih layak.

Selama kurang lebih dua tahun saya memakai kendaraan ini, kecepatan tertinggi yang pernah saya capai hanya sekitar  110 km/jam, itupun di jalan tol Jagorawi. Ketka mengendara dengan kecepatan 110 km/jam itu saya sudah sangat hati-hati dan perhatian saya sangat terfokus pada kemudi dan kondisi lalulintas dan jalan. Pada akhirnya saya hanya sanggup mengendara selama kurang dari 5 menit dengan kecepatan 110 km/jam. Mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi selain membuat saya tegang, ternyata juga melelahkan.

Memacu kendaraan di jalan tol bagi banyak orang seolah menjadi uji nyali, test keberanian. Ada juga orang memacu di jalan tol untuk megetahui seberapa cepat kendaraan bisa dipacu. Kabarnya di kalangan remaja kaya  Jakarta, saat ini sedang trend memacu kendaraannya sampai angka maksimal di speedometer. Kalau bisa mencapai angka 200, para remaja itu akan mengunggah foto speedometer-nya nya di internet. Para remaja itu segera men-share kepada teman-temannya melalui jejaring sosial. Kira-kira fotonya seperti foto diatas dimana jarum merah menunjuk di angka tertinggi. Bila berhasil, ada rasa “bangga” pada para ABG bisa ngebut dengan kecepatan tinggi.

Ada isu yang berhembus, (yang tidak bisa diklarifikasi dari mana sumbernya), bahwa kecelakaan yang baru-baru ini terjadi dan menewaskan banyak orang di jalan Tol Jagorawi adalah karena ulah iseng ABG, “bocah bau susu”, (sebut saja namanya Do’ol) . Isunya si Do’ol mau gagah-gagahan buat foto speedometer mobilnya mencapai angka 180 km/jam. Si Do’ol membuat foto dengan kamera ponselnya, ia ingin menunjukkan kepada temannya bahwa mobil hadiah ayahnya itu bisa dipacu  dengan kecepatan tinggi. Karena sambil mengemudi dan membuat foto, tangan si Do’ol bergerak dan itu membuat kestabilan kemudi terganggu, akibatnya mobil si Do’ol “terbang” mencederai mobil lainnya, banyak yang tewas sia-sia. Isu ini beredar dari mulut ke mulut, tapi tidak bisa dilacak kebenarannya.

IMG_20130914_134150Iseng-iseng saya mencoba membuat foto speedometer pada kecepatan 20 (dua puluh) km/jam. Untuk bisa mendapatkan foto yang jelas, tidak mudah karena sambil mengemudi. Setir yang saya pegang bergerak ke kanan dan kekiri, karena tergoyang tangan yang mau bikin foto. Dengan percobaan kecil itu, saya yakin, kalau kecepatan sudah lebih dari 100 km/jam, membuat foto sambil pegang kemudi akan sangat berbahaya. Dalam kecepatan tinggi kedua tangan harus selalu memegang kemudi dan perhatian tidak boleh terganggu. Apalagi bila kecepatan sudah 180 km/jam, mobil sedan yang tidak dirancang untuk balapan, pasti mudah melayang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s