Musim hujan ini tolok ukur kepemimpinan Jokowi

IMG_20130529_180129Sudah seminggu ini Jakarta diguyur hujan secara terus menerus, pagi hujan, siang, sore, tengah malam hujan turun selang-seling. Adakalanya hujan turun hanya sebentar, tapi kadang bisa cukup lama dan cukup deras. Hujan merata hampir di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya. Sejauh ini puncaknya adalah pada Jumat malam (17 Januari) sampai hari Minggu. Banyak wilayah Jakarta tergenang, banyak yang harus mengungsi dari rumahnya karena tergenang cukup dalam.  Kerugian materil cukup besar dialami oleh banyak orang. Menurut ramalan, selama sepekan kedepan sampai akhir Januari 2014, cuaca di Jakarta masih akan turun hujan secara terus menerus dengan berbagai intensitas.

Semua media meliput kondisi banjir Jakarta dengan sangat intens, baik media cetak, media elektronik bahkan media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain. Liputan media dihiasi dengan berita banjir lengkap dengan foto, video, keluhan dan testimoni para korban, ulasan para ahli, dan juga ulasan orang yang tidak ahli. Sedemikian intensnya liputan media televisi, sehingga hal-hal yang tidak pentingpun diblow-up menjadi besar yang bisa mengakibatkan orang menjadi “jenuh” dengan berita banjir.

Banyak ulasan yang diberikan oleh pihak-pihak yang berkompeten memberikan informasi. Tapi tidak sedikit  orang yang tidak kompeten memberikan pendapat dan ulasan yang tidak sesuai. Media juga memuat pendapat yang mempertentangkan persoalan banjir, sehingga bencana banjir dijadikan sarana untuk berpolemik tidak saja tentang banjir itu sendiri tetapi juga hal-hal lain yang sebenarnya tidak relevan.  Polemik banjir dijadikan bahasan untuk mempertentangkan kepentingan pihak-pihak tertentu.

Kinerja Gubernur DKI Jokowi selama kurang lebih setahun, terutama dalam menghadapi banjir dibahas dan diperbincangkan di berbagai stasiun televisi. Ada pihak yang memuji Jokowi karena langkah-langkah yang diambil, dan cara kerja dalam mengatasi persoalan banjir. Tidak sedikit yang mencela Gubernur DKI itu karena dinilai belum mampu mengatasi banjir dan persoalan Jakarta lainnya. Kinerja Jokowi disikapi oleh dua kelompok besar opini. Kelompok yang mendukung Jokowi beranggapan bahwa mantan walikota Solo itu sudah bekerja maksimal dalam mengatasi persoalan banjir Jakarta. Kalaupun banjir Jakarta di bulan Januari 2014 belum bisa teratasi secara tuntas, kelompok ini menilai Jokowi sudah memberikan yang terbaik bagi warga DKI.

Sementara itu, kelompok kedua adalah kelompok yang menilai bahwa Jokowi tak mampu merealisasikan janji-janjinya semasa kampanye. Kelompok ini menuntut Jokowi yang “berjanji” akan mengatasi banjir Jakarta. Dengan masih banyaknya wilayah Jakarta yang tergenang selama beberapa hari terakhir, kelompok ini menilai kalau Jokowi gagal alias tidak berhasil merealisasikan janjinya kepada warga DKI. Cara kerja Jokowi dengan blusukannya dianggap tak mampu membebaskan Jakarta dari persoalan rumit yang melilit.

Persoalan banjir Jakarta bisa diulas dan dibahas dari banyak aspek. Banyak hal yang bisa dikaitkan dengan pencegahan dan penanggulangan banjir. Saya melihat persoalan banjir Jakarta sebagai persoalan “maha rumit” yang nyaris tak bisa diselesaikan. Kerumitan permasalahan Jakarta ibarat orang yang menderita penyakit komplikasi yang kronis. Tidak ada solusi seketika atau solusi tunggal yang bisa mengatasi persoalan banjir Jakarta. Penyelesaian banjir Jakarta membutuhkan serangkaian tindakan terpadu, terkordinasi dan membutuhkan sumber daya besar dan waktu yang cukup lama.

Sebagai Gubernur Jakarta, Jokowi sedang diuji ketangguhan dan kepemimpinannya dalam melewati masa sulit banjir Jakarta saat ini. Menurut saya keberhasilan Jokowi bukanlah karena dia berhasil mengatasi banjir saat ini, tapi bagaimana Jokowi bersikap dan mengambil tindakan dalam mengatasi persoalan kompleks banjir Jakarta. Tolok ukur keberhasilan kepemimpinan Jokowi dinilai dari ucapannya, upayanya dan caranya bekerja memimpin jajaran Pemerintah Provinsi DKI. Kalau Jokowi mampu menggerakkan semangat kerja bawahannya dengan benar, dan ia mampu membawa perubahan mendasar di Jakarta, itulah yang menjadi ukuran keberhasilan Jokowi.

Karena itu masa sulit dengan banjir Jakarta sekarang menjadi pertarungan bagi Jokowi. Mampukah Jokowi melewati masa sulit ini, dan kemudian tampil sebagai pemimpin yang mumpuni. Inilah modal besar yang bisa membawa Jokowi menjadi pemimpin bangsa. Semangat perubahan yang dibawa dan dikomandani Jokowi dalam mengatasi banjir Jakarta akan dinilai masyarakat sebagai keberhasilan atau kegagalan. Pada akhirnya msyarakatlah yang akan menilai seberapa besar kepemimpinan Jokowi. Kalau ia berhasil memberikan yang terbaik dengan cara kerja yang rendah hati dan mengayomi, maka masyarakat akan menentukan apakah Jokowi akan bisa menjadi pemimpin Indonesia.

Maka beruntunglah Jokowi, kalau pada kesempatan ini ia menghadapi persoalan banjir Jakarta. Ia mendapatkan “panggung” yang baik untuk tampil membuktikan kapasitas dan kemampuan dirinya menjadi pemimpin besar. Selamat datang pemimpin baru!!

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s