Mencoba terapi radiesthesi medik -2

pendulumMenurut penjelasan di buku tentang terapi radiesthesi medik. Setiap orang memiliki gelombang elektromagnetik dalam tubuhnya. Gelombang elektomagnetik tersebut memancar dari setiap bagian dan organ tubuh. Kalau  terjadi gangguan atau kelainan pada organ atau bagian tubuh tertentu, maka gelombang elektromagnetik yang dipancarkan akan berbeda dengan gelombang elektromagnetik yang ada pada tubuh yang sehat dan  berfungsi normal. Meski seseorang dari kondisi luarnya terlihat sehat, tetapi kalau ada gangguan pada organ tubuhnya ada gangguan, gelombang elektromagnetik orang tersebut akan mengalami perubahan dari kondisi normal.

Seorang terapis radiesthesi medik mempunyai kemampuan dan kepekaan untuk mendeteksi dan merasakan pancaran gelombang elektromagnetik dari tubuh orang yang sedang diterapi. Kemampuan dan kepekaan itu dapat dipelajari, terutama orang yang secara alami mempunyai talenta kepekaan membaca gelombang elektromagnetik tubuh manusia. para terapis belajar dan berlatih cukup lama untuk dapat “membaca” gelombang elektromagnetik, sampai bisa mendiagnosa bagian dan organ tubuh yang mana yang mengalami gangguan, dan bagaimana caranya menetralisir gangguan pada organ tubuh tersebut.

Sewaktu mendiagnosa pasien, terapis dibantu dengan alat atau “medium”, biasanya alat yang digunakan berupa bandul atau pendulum. Pendulum bisa berupa stick kecil atau pena, atau yang sejenisnya.  Gelombang elektromagnetik dari dalam tubuh memancar ke sekitarnya dan mengakibatkan pendulum atau bandul bergerak-gerak di tangan si terapis. Gerakan pendulum itu diinterpretasikan oleh terapis untuk melihat bagian organ tubuh yang terganggu. Gerakan pendulum pula yang menjelaskan cara pengobatan yang harus dilakukan untuk mengobati. Takaran obat yang berupa jamu ditentukan juga oleh gerakan pendulum. Cara kerja inilah yang dilakukan terapis untuk menyembuhkan penyakit.

Ketika saya didiagnosa oleh bu Liliana, terapis senior di klinik Jl. Sukmajaya, saya ditanya nama dan alamat. Kemudian dia bekonsentrasi, kemudian yang terlihat oleh saya bu Liliana seolah-olah menggerakkan pendulum yang berbentuk pena di tangannya. Saya ditanya beberapa pertanyaan sambil menjelaskan bahwa saya mengalami beberapa gangguan. Menurutnya, energi yang ada dalam tubuh saya menjadi terganggu karena beberapa organ tubuh tidak berfungsi normal. Bu Liliana lebih banyak berkonsentrasi dengan pendulumnya, kemudian menuliskan resep, jenis-jenis jamu yang harus saya minum untuk mengatasi gangguan dalam tubuh saya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s