“Ngeri-ngeri sedap” ibarat Utara dengan Selatan

Saya tak bermaksud kampanye, juga tidak punya kepentingan mendukung salah satu kubu. Di tengah hiruk pikuk Pilpres 2014 yang menampilkan dua calon presiden, saya jadi tertarik untuk menulis sesuatu. Hal itu terutama setelah saya membaca majalah Tempo edisi 30 Juni 2014 yang menampilkan profil kedua pasangan Capres secara panjang lebar. Sudah pasti salah satu dari Capres yang ada akan menjadi Presiden Indonesia, bisa jadi Prabowo atau Jokowi.

Tempo menampilkan profil kedua pasangan Capres. Kalau dicermati isi majalah Tempo kali ini boleh dibilang melulu tentang kedua Capres tersebut dan berita Pilpres. Tempo menjelaskan betapa redaksinya berusaha untuk menampilkan profil kedua Capres secara seimbang. Pengakuan redaksi Tempo yang berusaha cover both sides nampaknya untuk menepis anggapan bahwa media saat ini sudah sulit seimbang.

Saya akui banyak informasi yang disajikan Tempo kali ini nyaris tak dijumpai di media lain yang sudah sangat banyak menampilkan profil kedua Capres. Atau setidaknya sudut pandang Tempo ini tidak ditemukan pada media lainnya. Sebenarnya informasi tentang kedua pasangan Capres sudah membanjir di mana-mana. Tapi banyak informasi yang berseliweran tidak menarik minat saya untuk mengulas sesuatu. Barulah setelah membaca Tempo edisi ini saya jadi tergerak ingin menuliskan beberapa kalimat tentang profil kedua Calon Presiden.

Saya membaca keseluruhan informasi kedua Calon Presiden, Prabowo dan Jokowi. Ternyata keduanya berasal dari dua kutub yang berbeda, ibarat Utara dan Selatan. Baik Prabowo dan Jokowi berasal dai latar belakang yang sangat jauh berbeda, kalau dicermati latar belakang keluarga, masa kecil, gaya, karakter, pengalaman kerja, dan cerita hidup masing-masing, keduanya menampilkan dua hal yang boleh dibilang: bertolak belakang! Satu-satunya hal yang mirip antara keduanya adalah bahwa baik Jokowi maupun Prabowo dua-duanya bukan pria romantis terhadap pasangannya.

Kesimpulan akan keberadaan profil kedua Capres benar-benar membentuk dua kutub yang berseberangan. Sehingga kutub ini sekaligus membuat polarisasi kedua kutub menjadi sangat jelas. Seolah keduanya tak akan bisa bergabung menjadi satu. (Walau dalam politik, apapun bisa terjadi).

Polarisasi kedua kubu Capres dengan sendirinya membentuk “polarisasi pendukung” dalam masyarakat Indonesia dalam masa kampanye Pilpres ini. Secara alami polarisasi pendukung mengikuti perbedaan karakter dan profil kedua Capres. Hal ini bisa terlihat dari pendukung di sekitar lingkaran Capres, baik pada lingkaran inti sampai pada lingkaran luar. Kondisi ini bisa mempengaruhi keberpihakan masyarakat pemilih pada saat pemungutan suara tanggal 9 Juli 2014.

Secara umum nantinya dapat digambarkan bahwa hasil Pilpres 9 Juli 2014, bisa jadi mencerminkan kondisi dan karakter masyarakat Indonesia pada umumnya. Kalau nantinya terbukti Capres nomor urut 1 yang terpilih, maka bisa disimpulkan bahwa karakter masyarakat Indonesia mirip dengan karakter Prabowo. Sebaliknya bila Capres nomor urut 2 yang menang, itu menandakan bahwa karakter masyarakat Indonesia mirip dengan karakter Jokowi.

Sebenarnya saya agak merasa “ngeri-ngeri sedap” membayangkan kesimpulan seperti paragraf diatas. Apalagi ketika saya menyimpulkan ini, hari pencoblosan semakin dekat. Perasaan ngeri-ngeri sedap ini agak mengkuatirkan saya karena saya ingin agar masyarakat Indonesia justru tak terpolarisasi karena Pilpres. Saya benar-benar berharap agar masyarakat Indonesia tetap satu dan bersatu menghadapi masa depan bangsa. Mudah-mudahan masyarakat tak seterusnya terbawa emosi “hawa” Pilpres yang panas. Setelah tanggal 9 Juli 2014, semua rakyat Indonesia mendukung Presiden terpilih, siapapun dia.  Itulah harapan saya.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s