Ahok, Gubernur DKI, inspirator dan teolog yang unik

AhokPagi ini saya melintas di depan Gedung DPRD DKI Jalan Kebon Sirih, di halaman dalam gedung sudah parkir beberapa mobil barakuda Brimob serta sejumlah kendaraan anti huru hara lainnya. Kendaraan pembawa pagar kawat berduri yang tergulung juga sudah tersedia di Jalan Kebon Sirih. Sudah tentu personil anti huru hara juga sudah siap sedia. Sekitar jam 8 pagi ini sebagian pasukan Brimob masih ada yang berdiri santai di bahu jalan sambil menikmati kopi yang dijajakan penjual kopi keliling. Sebagian orang berdiri, mungkin juga mereka petugas polisi berpakaian preman yang biasanya ikut mengawasi. (Foto dambil dari sini).

Belakangan ini hampir setiap hari selalu ada sekelompok orang yang berdemo, unjuk rasa, di depan gedung DPRD DKI. Tuntutannya sama, agar AHOK Basuki Tjahaja Purnama, Plt Gubernur  DKI diturunkan dan dibatalkan sebagai Gubernur. Demo seperti ini sudah berlangsung beberapa pekan. Dari ruang kantor saya yang bersebelahan dengan gedung DPRD DKI, saya bisa mendengar pidato pendemo yang dilengkapi pengeras suara. Saya memang tak bisa menangkap dengan jelas setiap kata yang diucapkan, tapi teriakan di pengeras suara samar-samar bisa masuk ke ruangan kerja saya. Hebat juga organisasi massa para pendemo punya LOGISTIK yang kuat untuk mendukung unjuk rasa setiap hari. Setidaknya para pendemo harus makan, minum, datang dengan kendaraan sewaan, bahkan tidak menutup kemungkinan mendapat uang transport.

Para pendemo itu tampaknya sangat membenci Ahok, mana mungkin mereka berdemo setiap hari kalau tidak sedemikian benci terhadap Ahok. Tapi saya juga bertanya-tanya alasan apa mereka begitu membenci Ahok? Dia hanya mengerjakan tugasnya sebagai wakil gubernur dan sekarang sebagai Plt. Gubernur dengan segala kemampuan yang ada pada diri Ahok. Selain cara bicara Ahok yang ceplas ceplos dan tanpa pandang bulu, tidak ada kesalahan berarti yang dibuat Ahok. Bahkan dari informasi yang saya peroleh, Ahok memimpin DKI dengan tegas, disiplin dan memberantas para pejabat dan staf Pemda DKI yang tidak benar.

Banyak orang yang memuji langkah dan kegiatan Ahok dalam memimpin DKI Jakarta. Ahok membantu orang yang lemah, meningkatkan gaji dan penghasilan pegawai rendahan dan memperbaiki kesejahteraan mereka. Dia juga menindak para koruptor di lingkungan Pemda DKI yang memang sudah lama bobrok. Tidak sedikit prestasi Ahok selama menjabat sebagai Wakil Gubernur atau sebagai Plt Gubernur.

Tapi KENAPA ADA ORANG yang sangat membenci Ahok?? Faktanya memang Ahok, Wakil Gubernur yang beragama Kristen dan berasal dari keturunan Cina. Kalau lah karena Ahok keturunan Cina dan beragama Kristen kemudian dia dibenci oleh sebagian orang, saya mengatakan bahwa orang-orang pembenci Ahok seperti itu, sesungguhnya tidak layak hidup di bumi Indonesia. Orang-orang itu bahkan tidak layak hidup di dunia ini. Mereka-mereka pembenci Ahok karena alasan agama yang diyakini Ahok adalah musuh kemanusiaan. Mereka adalah golongan sesat yang tidak boleh dibiarkan hidup di masyarakat.

Ahok memang seorang pengikut Kristus sejati. Sudah beberapa kali ia menyebut kalau ia tak takut mati karena memperjuangkan kebenaran. Baginya mati karena kebenaran merupakan keuntungan. Lebih dari itu, Ahok sudah membangun suatu pendekatan teologia baru. Ahok berkeyakinan bahwa untuk membela orang tertindas dan miskin, tidak cukup dengan memberikan sumbangan dan bantuan. Kita harus menjadi seseorang yang punya kewenangan besar untuk membantu orang lemah dan miskin. Karena keyakinan itulah Ahok berjuang menjadi pemimpin yang baik.

Ahok sudah menginspirasi banyak orang untuk berjuang dan bekerja benar. Kalaupun suatu hari Ahok tidak lagi menjabat, ia akan dikenang sebagai pemimpin besar. Tuhan memberkatimu Ahok!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s