Lee Kuan Yew dan Singapura

Lee Kwan YewPemimpin Singapura, Lee Kuan Yew meninggal dunia Senin dinihari dalam usia 91 tahun. Berita itu sebenarnya berita biasa, ya biasa karena setiap saat ada orang meninggal di dunia ini. Tapi saya merasa perlu membuat catatan soal Lee Kuan Yew, karena ia seorang pemimpin dan sekaligus perencana kota yang hebat. Bagi saya kemampuan Lee dalam memimpin Singapura mestinya bisa dicontoh oleh pemimpin di belahan dunia manapun. Lee bisa memimpin negara, merencana kota, melaksanan pembangunan, mengawasi kota Singapura. Dan yang terutama adalah memimpin pemerintahan negara kota Singapura sehingga menjadi pusat kegiatan dunia.

Kehebatan Lee Kuan Yew bukan cuma karena bisa berkuasa hampir 3 dekade, bahkan sampai ia meninggal. Sebagai catatan, setelah resmi mengakhiri jabatan sebagai Perdana Menteri, Lee masih didapuk menjabat sebagai “Menteri Senior”. Orang Singapura masih merasa kurang puas menjadi “Menteri Senior”, Lee kemudian menjabat sebagai “Mentor” sampai akhir hayatnya. Entah apa maksudnya jabatan “Mentor Negara”. Tapi yang jelas Singapura memberi apresiasi tertinggi kepada Lee.

Pembangunan dan perkembangan Singapura dari kota kumuh menjadi kota super modern menjadi sorotan dunia. Kota yang semula biasa-biasa saja bertransformasi menjadi kota modern, kota sehat, kota nyaman, kota kaya, dan meningkatkan kesejahteraan warga kotanya ke tingkat yang sangat tinggi. Semua pekembangan dan pembangunan itu dimulai dengan tangan dingin dan keras seorang Lee Kuan Yew. Lee tidak saja hanya bertangan dingin tapi ia juga seorang perencana kota yang visioner.

Keberhasilan Singapura memang mencengangkan. Dalam beberapa dekade Singapura melesat sendirian menjadi negara maju meninggalkan para “tetangganya” seperti Indonesia, Thailand, Philippina bahkan Malaysia. Padahal dulunya kota Singapura tak ada bedanya dengan Jakarta, Surabaya, Manila dan Bangkok, sama-sama kumuh, sama-sama berantakan. Sekarang ini Jakarta dan Surabaya masih didominasi kawasan kumuh, sementara Singapura sudah bak negeri dongeng kalau dibandingkan Jakarta dan Surabaya.

Meski terkagum-kagum dengan percepatan Singapura, saya sangat sadar betul bahwa perkembangan dan pembangunan kota Jakarta dan Surabaya Singapura tidak bisa dibandingkan dengan Singapura. Pembangunan di Jakarta dan di Surabaya tak perlu mencontoh Singapura. Karena memang kota Jakarta dan kota Surabaya berbeda dalam banyak hal dengan Singapura. Karakteristik kota dan kondisinya sangat berbeda. Jadi sangat tidak relevan membandingkan pembangunan di Surabaya dengan di Singapura.

Yang ingin saya soroti adalah kemampuan Lee Kuan Yew “memotret” kondisi Singapura secara lengkap dan jelas, sehingga ia bisa menetapkan pembangunan Singapura dengan terencana dan berhasil. Hasil identifikasi Lee Kuan Yew ini ia terapkan dengan konsisten. Ia pimpin para pejabat Singapura untuk membangun Singapura menjadi kota masa depan yang terdepan. Sudah pasti Lee Kuan Yew menghadapi rintangan yang sangat berat ketika memimpin Singapura. Ia pasti menghadapi banyak tentangan dari berbagai kalangan. Tetapi karena konsisten dan dengan kemauan yang sangat tinggi, akhirnya orang bisa melihat percepatan pembangunan Singapura yang luar biasa.

Kemampuan memimpin secara konsisten itulah yang menjadi kunci keberhasilan Lee Kuan Yew menjadikan Singapura bagaikan “Shangri-la“, negeri setengah surga di daerah tropis. Lee Kuan Yew tidak seperti kepala negara di tetangganya yang tak bisa mewujudkan cita-cita rakyatnya . Sebaliknya Lee meletakkan dasar-dasar pembangunan kota Singapura yang visioner.

Saya yakin Lee Kuan Yew punya kelemahan dan kekurangan. Biar bagaimanapun ia tetap seorang manusia biasa. Lee pasti suatu saat pernah merasa lelah, dan bisa jadi ia pernah merasa tidak berhasil. Tapi sebagai seorang perencana kota, semangat Lee “Singapura” Yew telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Pembangunan kota Singapura memberi semangat bahwa kekumuhan dan keterbelakangan kota dapat dirubah menjadi kota “Shangri-la”, kota surga di kenyataan dunia.

Kini Lee Kuan Yew telah berpulang menghadap Sang Khalik. Selamat jalan “Uncle” Lee. Anda orang hebat yang patut dikenang.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s