Perpanjangan SIM: Polisi pura-pura b**oh, atau memang b**oh?

SIM KelilingSaya baru saja memperpanjang SIM A di unit SIM Keliling Polwiltabes Surabaya hari Sabtu 21 Maret lalu. Kendaraan SIM Keliling ini diparkir di Taman Bungkul, tepatnya di Jl. Raya Darmo, sehingga memudahkan bagi masyarakat untuk dilayani. Dari segi jangkauan, penempatan ini sudah baik, karena Taman Bungkul merupakan lokasi yang strategis bagi masyarakat Surabaya. Sayangnya masih ada beberapa kekurangan yang saya saksikan di area pelayanan SIM Keliling ini. Ada kelemahan yang bersifat sistem, ada kekurangan pengendalian pelaksanaan lapangan.

Pelayanan perpanjangan SIM sebenarnya sudah memanfaatkan sistem teknologi informasi. Tapi pemanfaatan teknologi informasi ini masih dibiarkan setengah-setengah. Apakah pembiaran ini ada unsur kesengajaan, atau ketidak tauan, atau pura-pura tidak tau. Seperti di judul posting ini ….“Polisi pura-pura b**oh, atau memang b**oh?” Ini yang menjadi masalah. Saya mengatakan demikian, karena perpanjangan SIM dilakukan dengan menggunakan sebuah DATABASE kepolisian yang didukung oleh komputer. Sayangnya database itu dibiarkan bekerja pada tingkatan yang minimum.

Laiknya sebagai suatu database, semua data SIM yang telah diterbitkan polisi, tentulah sudah terekam dalam database komputer polisi. Semua SIM memiliki nomor yang unik, artinya data SIM saya tidak mungkin sama dengan data SIM si Polan. Boleh jadi data yang berubah cuma foto, itu karena masa berlaku SIM yang 5 (lima) tahun, jadi penampilan wajah pemegang SIM mungkin mengalami perubahan dengan 5 tahun sebelumnya. Yang mungkin juga berubah adalah alamat pemegang SIM, siapa tahu yang bersangkutan pindah rumah misalnya. Sejauh tidak ada perubahan data yang perlu perpanjangan SIM mestinya sangat mudah dan sangat cepat.

Artinya kalau saya mau perpanjang SIM, dan tidak ada perubahan data, saya cukup datang ke loket, beri SIM lama, disitu ada “bar-code” dan nomor SIM, maka petugas cukup scanning bar-code atau memasukkan nomor SIM, ya sudah muncul data SIM. Kemudian data foto di ubah dengan mebuat foto baru. Sudah itu lalu SIM di cetak, selesai.

Jadi mestinya tidak perlu isi formulir perpanjangan SIM. Untuk apa pakai database di komputer kalau masih harus isi formulir kertas secara manual. Toh data tidak ada yang berubah. Dan saya yakin sekali bahwa data yang di isi di formulir itu tak dibaca, tak diperiksa. Dan setelah itu hanya akan ditumpuk di kantor polisi tanpa pernah digunakan. PEMBOROSAN.

Tapi sewaktu saya datang ke pelayanan SIM Keliling di Taman Bungkul Surabaya, saya harus bawa KTP dan fotocopynya, SIM dan fotocopy. Lalu saya serahkan ke petugas di loket mobil, dan saya diminta membayar Rp. 130.000. Saya diberi map berlogo Polisi, di dalamnya ada formulir perpanjangan SIM, kuitansi biaya perpanjangan SIM Rp. 80.000 (SIM A), kuitansi asuransi Rp. 30.000, kuitansi pemeriksaan kesehatan Rp. 10.000. Jadi total kuitansi Rp. 120.000. Sisa Rp. 10.000 tanpa kuitansi. Saya tidak menjalani pemeriksaan kesehatan, tapi bayar Rp. 10.000.

Begitu saya menerima map tersebut, di dekat pintu loket, seseorang menyodorkan tangan mau meminta map yang baru saya terima. Saya tidak berikan dan saya bertanya kenapa dia minta. Orang tersebut berkata:

Oh, bapak mau urus sendiri“.

Berarti orang tersebut calo yang mencoba menawarkan jasa mengisi formulir perpanjangan SIM. Saya tak habis pikir, kalaupun saya terpaksa harus isi formulir, apa iya harus di isikan oleh orang lain. Orang yang menawarkan jasa pengisian formulir itu amat leluasa keluar masuk mobil pelayanan SIM Keliling. Itu terbukti setelah saya selesai isi formulir dan akan difoto di ruang foto di dalam kendaraan pelayanan SIM Keliling, orang tersebut ada di sana bercengkerama dengan para petugas. Calo berkeliaran di pelayanan SIM keliling. Hadduhh, payah!

Perpanjangan di pelayanan SIM Keliling di Taman Bungkul ini tak sampai 15 menit sudah selesai. Tapi itu mestinya bisa dipermudah, bisa dipersingkat menjadi hanya sekitar 3 menit, dan mestinya tanpa calo, tanpa kelebihan bayar. Mestinya bisa lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah.

Sementara itu menurut kabar, mulai 1 Juli perpanjangan SIM bisa dilakukan secara on-line. Tapi itu baru bagi mereka yang ber KTP Yogyakarta. Ini jadi aneh lagi, kalau sistim on-line sudah bisa digunakan, mengapa pemanfaatannya hanya terbatas? Ada-ada saja polisi ini.

***

Sebagai perbandingan, sekitar 23 tahun lalu saya pernah melakukan pergantian kartu mahasiswa yang hilang. Saya datang ke bagian administrasi kampus dan memberitau kalau kartu mahasiswa saya hilang tercecer entah dimana. Saya kemudian disuruh menemui petugas yang akan membuatkan kartu mahasiswa pengganti yang hilang. Petugas satunya bertanya nomor kartu mahasiswa saya, lalu saya menyebutkannya. Saya tidak mengisi formulir apapun. Petugas kemudian menyuruh saya menunggu sebentar. Sekitar 4 menit kemudian petugas sudah datang membawa kartu mahasiswa saya yang baru dicetak. Ia hanya melihat di komputer, tanpa bertanya ini itu, langsung mencetak kartu mahasiswa pengganti yang hilang.

Tapi itu memang bukan di Surabaya, melainkan di universitas ini. Di sana sistim database pada tahun 1992 sudah cukup baik. Itu 23 tahun lalu, sudah sangat lama.

Mestinya database SIM di Polri bisa lebih baik dari database pada waktu 23 tahun yang lampau. Teknologi database sudah sangat maju, bisa diintegrasikan dengan banyak hal, bisa dilakukan on-line, dan banyak kemudahan lainnya. Tapi mengapa polisi seperti tak mau memanfaatkan teknologi secara maksimal? Padahal dengan pemanfaatan teknologi secara maksimal, selain mempercepat proses, juga membuat efisien.

Tapi bila teknologi dimanfaatkan secara masksimal, memang tidak akan ada ruang abu-abu bagi oknum yang mau main curang melakukan pungli alias korupsi. Ini jelas bisa dilihat, tapi polisi sebagai lembaga seolah pura-pura tidak tau, dan seolah sengaja membiarkan adanya ruang abu-abu supaya para oknum polisi bisa bermain curang. Halaahhh…beginikah polisi kita, pura-pura bo***, atau memang benar-benar bo***. Minta ampun!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s