Kredit poin dari masa lalu

Yogya 026Saya sudah beberapa tahun membuat blog ini dan menulis beberapa hal yang berkaitan dengan pribadi dan keluarga. Semula saya merasa kikuk untuk menuliskan yang terkait dengan kondisi dan hal-hal mengenai keluarga. Berat rasanya menuliskan pengalaman-pengalaman yang tidak enak di masa lalu. Ada sakit hati, ada perasaan malu, ada emosi bergejolak dan banyak lagi. Saya pernah bergumam dalam hati: “Apa manfaatnya dituliskan terbuka dalam blog di internet seperti ini”. Beban pemikiran seperti itu sering menjadi pertimbangan untuk menuliskan pengalaman pribadi secara spesifik dalam blog. Tetapi saya kemudian berpikir biarlah orang yang menilai apakah saya mempermalukan diri atau keluarga kalau kemudian ada posting atau page yang mengungkap beberapa hal seperti apa yang tampil sekarang.

Saya juga tak bermaksud membuat kriteria, apa yang bisa diungkapkan atau apa yang harus tersimpan sebagai informasi terbatas atau bahkan rahasia pribadi atau keluarga. Saya tidak akan menyatakan konten mana mana yang menyebabkan rasa sakit hati, atau kekecewaan. Bisa jadi hal itu terungkap secara tidak langsung dalam tulisan di blog ini.  Tentu saja saya tidak menuliskan semua hal dalam blog ini. Selalu ada hal-hal tertentu yang tidak akan saya ungkapkan dalam bentuk informasi dalam blog.

Saya menulis begini setelah membaca blog seseorang yang menuliskan bahwa ia tidak mampu menuliskan beberapa hal mengenai dirinya. Ia tak bisa menuliskan hal yang dia anggap bisa membuat dirinya kecewa atau merasa malu pada diri sendiri, pada keluarga atau malu pada umum. Dari membaca keluhan blogger itu, saya merasa bahwa apa yang saya tulis di blog ini bisa jadi dianggap mempermalukan diri sendiri, tapi pada saat yang sama bisa juga menginspirasi pada seseorang. Saya sebenarnya tidak merasa terusik kalau ada yang menganggap konten dalam blog ini adalah sesuatu yang sifatnya pribadi bisa mempermalukan diri sendiri. Biar saja waktu yang akan menilai.

Anyway, beberapa hari lalu istri saya menelepon dari kota di mana dia sedang mendapat tugas dari kantor. Tugas itu bersama-sama dengan orang dari kantor pusat di Jakarta, dan juga didampingi oleh seorang pegawai dari lembaga anti rasuah. Setelah beberapa hari dalam suatu tugas itu, si bapak dari lembaga anti rasuah bercerita bahwa dirinya dulu bertugas di Kementerian PU sebelum di tempatkan di kantor yang sekarang. Sewaktu bercerita sambil lalu itu, si Bapak dari kantor anti rasuah itu menyebut beberapa nama pejabat di Kementerian itu yang dulu adalah atasan saya. Lalu istri saya bilang: “Mungkin Bapak kenal juga sama suami saya, karena suami saya dulu juga pernah di PU”. Istri saya menyebutkan nama saya dan kapan di Kementerian PU. Lalu si bapak dari lembaga anti rasuah itu bilang bahwa ia mengenal saya dan dulu pernah sama-sama di kantor yang sama.

Yang membuat saya agak “ge-er” adalah ucapan si Bapak  dari lembaga anti rasuah itu yang memuji saya di depan istri saya dan teman-teman istri saya. Dia menyebutkan satu dua hal baik yang menurutnya ada pada diri saya ketika kami bekerja di instansi yang sama sekitar 25 tahun lalu. Akhirnya istri saya menelpon saya dan memberikan telepon itu kepada si Bapak dari lembaga anti rasuah. Saya bicara padanya, bertanya apa kabar dan cerita-cerita ringan pada masa lalu.

Hal-hal semacam cerita si Bapak dari lembaga anti rasuah itu menjadi sesuatu bunga kehidupan yang bisa mengisi hidup. Saya tak berharap hal itu akan terjadi setiap hari. Tapi ketika ada orang lain mengungkapkan hal positif tentang diri saya di depan istri dan teman-teman sekantornya, tentu itu merupakan kredit poin dari masa lalu yang bisa menambah semangat saya dan semangat istri saya. Bagaimana cerita anda?

2 thoughts on “Kredit poin dari masa lalu

    • Hallo apa kabar Lola Flora Debora Situmeang, apa kabar semoga sehat ya. Ah, si bapak itu cuma cerita kalo aku pernah bantu dia dulu. Itu aja. Salam ya sama hubby mu

      Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s