Jalan kaki yok, jangan lupa makanan seimbang!

jalan-kakiSaya mengamini kalau diri saya adalah seorang pengidap penyakit jantung koroner (PJK) kronis. Di blog ini saya membuat tagline “A cardiovascular survivor“, itu karena saya memang nyaris terkena serangan jantung yang fatal. Saya terselamatkan saya kira hanya karena kemurahan Tuhan saja. Secara teknis, saya mestinya sudah berada pada kondisi “sudden death” yang mematikan yang tidak dapat tertolong. Bagaimana tidak, pembuluh darah jantung sudah tersumbat 99%, saluran pembawa darah hanya tersisa 1% dari diameter 3 milimeter. Dan itu sangat tidak cukup untuk membuat jantung bekerja memompa darah dan mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. (foto di sebelah diambil dari sini).

Seseorang yang pembuluh darahnya tersumbat sebesar 99%, bisa meninggal secara mendadak tanpa sempat mendapat pertolongan. Dengan kondisi itu, oksigen yang dibutuhkan oleh jantung untuk bisa bekerja memompa darah, tidak mencukupi. Padahal organ jantung yang sesungguhnya adalah otot-otot sangat membutuhkan oksigen untuk dapat bekerja. Otot jantung akan berfungsi kalau ia mendapatkan pasokan enerji dan oksigen yang cukup. Oksigen dan enerji disalurkan ke jantung melalui pembuluh darah jantung. Kalau enerji dan oksigen terhenti, atau terhalang masuk ke sel-sel otot jantung, maka sel-sel otot jantung akan mati.

Bila jumlah sel otot jantung yang mengalami kematian melebihi 50%, nyawa orang tersebut tak akan tertolong lagi. Ia akan mati meski sudah dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan bantuan darurat. Kasus kematian anggota DPR dan pesohor, Adjie Massaid, adalah salah satu contoh kematian yang sempat mendapat pertolongan. Adjie Massaid sempat dirawat di rumah sakit selama sekitar 2 jam, tetapi karena jumlah sel ototnya yang mati sudah cukup besar, tim dokter di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta tidak dapat menyelamatkan nyawa mantan bintang film itu.

Karena nyawa saya masih terselamatkan meski pembuluh darah jantung saya sudah tersumbat 99%, sudah sewajarnya saya harus bersyukur kepada Tuhan karena masih diberi kesempatan untuk hidup. Dan untuk itu saya harus menjaga kesempatan yang diberikan Tuhan itu dengan sebaik-baiknya. Untuk menjaga itu, dokter spesialis jantung mengharuskan saya melakukan olah raga rutin setiap minggu. Karena olah raga yang saya pilih adalah jalan kaki, kata dokter saya harus jalan kaki minimal 4 kali seminggu, dan masing-masing setiap jalan kaki setidaknya selama 30 menit. Itupun jalan yang agak cepat, dengan kecepatan rata-rata 4-5 km per jam.

Menurut dokter yang baik itu, kalau saya tidak melakukan olah raga rutin, maka penyumbatan pembuluh darah akan segera terjadi lagi meski saya sudah tidak makan makanan berlemak. Ini peringatan keras. Kalau saya tidak mengindahkan, berarti saya membuang kesempatan baik yang diberikan Tuhan pada saya.

Sekarang saya sudah melakukan jalan kaki setiap minggu setidaknya 5 kali atau kadang-kadang 6 kali. Dari sejumlah itu, saya mentargetkan diantara 5 kali jalan kaki itu, setidaknya 2 kali seminggu saya jalan kaki dengan durasi sekitar 1 jam dan dengan kecepatan rata-rata 5 km per jamnya. Saya berharap ini menjadi suatu kebiasaan yang akan terus saya lakukan.

Karena itu, ayo jalan kaki!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s