Membersihkan Monas, Mengotori (lagi) Monas

DSC_0509Sebagian besar dari anda mugngkin sudah pernah berkunjung ke kompleks Monumen Nasional (Monas) Jakarta. Sebagai orang yang saat ini tinggal di Jakarta, secara rutin saya ke Monas untuk jalan pagi.  Setiap hari ada banyak orang yang datang ke Monas untuk jalan pagi atau lari pagi. Tetapi selain untuk olah raga banyak orang ke Monas untuk berbagai tujuan, ada yang ingin menikmati dan memandang Tugu Monas serta membuat kenangan di Monas. Ada juga yang ke Monas untuk rekreasi bersama teman atau bersama keluarga. Selain itu tidak sedikit yang menggunakan kawasan Monas sebagai tempat untuk mencari sesuap nasi, mereka adalah pedagang asongan, atau mereka yang menawarkan jasa sebagai photografer. Yang jarang dijumpai adalah seperti gadis di gambar disamping ini, ia datang ke Monas untuk melukis Monas dan menjadikan Monas sebagai background lukisannya yang sudah hampir jadi.

Apapun tujuannya ke Monas, semua senang kalau Monas bersih dari sampah. Nyaman rasanya menikmati Monas kalau sampah tidak berserakan di sana-sini. Tapi kenyataannya, kalau malam sepanjang hari masih banyak orang yang menjadikan Monas sebagai tempat membuang sampah. Mereka membuang sampah di sembarang tempat, ada puntung rokok, botol bekas minuman, sisa makanan, bungkus makanan dan macam-macam sampah lainnya. 

Karena begitu banyaknya orang yang menjadikan kawasan Monas sebagai tempat sampah, Pemerintah Provinsi DKI terpaksa mempekerjakan banyak orang untuk membersihkan kawasan Monas setiap harinya. Para tenaga pembersih kawasan Monas bekerja dari pagi hari sampai malam hari. Mereka harus bekerja secara terus menerus untuk membersihkan Monas.

Monas pembersih

Para pembersih Monas seperti pada foto diatas harus bekerja berkejaran dengan para orang jorok yang membuang sampah sembarangan di kawasan Monas. Pengunjung kawasan Monas seenaknya menghisap rokok dan membuang puntungnya di sembarang tempat termasuk membuang ke sela-sela batu paving penutup pelataran Monas.  Akibatnya seperti gambar dibawah ini.

Monas sampah

Orang-orang yang membuang sampah sembarangan di sela-sela batu menjadikan pekerjaan para pembersih menjadi lebih sulit. Padahal sebenarnya tidak ada masalah bagi para pengunjung Monas untuk menyimpan dulu sampahnya sampai ketemu tempat sampah yang sudah disediakan. Sebenarnya ad banyak sekali tempat membuang sampah yang disediakan di kawasan Monas. Tetapi tentu saja tempat sampah itu tidak disediakan di pelataran Monas, karena akan merusak keindahan kawasan Monas.

Saya jadi teringat kebiasaan orang Jepang yang bagus ditiru. Para perokok di Jepang umumnya sangat menjaga kebersihan lingkungan. Mereka tidak mau mengotori lingkungannya bahkan dengan sampah yang kecil sekalipun seperti abu rokok. Para perokok di Jepang biasanya punya asbak mini  pribadi yang bisa dikantongi atau disimpan dalam tas. Kalau mereka merokok dan kebetulan di lokasi tempat merokok itu tidak ada asbak rokok, maka perokok itu akan mengeluarkan asbak pribadinya dan memasukkan abu rokok ke asbak mini yang sudah disiapkan di kantong celana atau di tas. Bentuk asbak pribadi orang Jepang biasanya seperti gambar di bawah ini.

japan ashtrai

Suatu kali saya pernah bepergian dengan orang Jepang yang perokok. Kami meninjau waduk penampungan air di daerah pegunungan di Jepang. Karena sepanjang jalan Mr. Tetsuya sudah menahan diri tidak merokok. Ketika sampai di waduk dia belum merokok juga. Baru setelah kami agak santai selesai acara peninjauan, dia mengeluarkan rokoknya dan minta ijin untuk merokok. Ketika itulah Mr. Tetsuya mengeluarkan asbak mini yang dia kantongin, semua abu rokoknya disimpan di asbak, tidak dibuang. Padahal kami di ruang terbuka dipinggir waduk, dimana banyak rerumputan yang sebenarnya abu rokoknya bisa menjadi pupuk bagi rumput-rumputan. Tetapi karena Mr. Tetsuya sudah terbiasa bahwa abu rokok termasuk sampah yang harus ditempatkan pada tempat yang sesuai, dia memasukkan abu rokok ke asbak mininya. Saya benar-benar kagum dengan disiplinnya Mr. Tetsuya.

Kapan ya orang di Monas bisa seperti gambaran di Jepang, supaya Monas bisa benar-benar bersih. Supaya Indonesia benar-benar bersih.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s