Adakah kaitan kenyataan dengan mimpi?

mimpiJalanan di depan rumah berpintu hijau itu lengang, tidak ada orang yang lalu lalang, sejak sejam sebelumnya sudah tidak ada orang melintas. Jalanan di depan rumah ini biasanya ramai, tapi kali ini sangat lain dari yang biasanya, padahal hari masih belum terlalu sore. Pintu hijau dan jendela rumah itu tertutup rapat. Di ujung jalan terlihat beberapa orang berjalan terburu-buru, lalu kembali senyap.  Suasana lengang itu terasa menjadi sangat lama. Beberapa orang terlihat mendekati rumah itu, tapi kemudian menyelinap di balik bangunan. Beberapa orang lagi mendekat sambil berjalan merapat ke dinding bangunan.

Tiba-tiba terdengar suara letusan, entah dari mana asalnya. Suara letusan pertama diikuti dengan letusan berikutnya secara beruntun. Beberapa orang berlarian. Kemudian rentetan letusan berikutnya, tak salah lagi, letusan itu ternyata berasal dari senjata api yang sedang tembak menembak. Dari seberang jalan dua orang berlari menuju rumah berpintu hijau sambil membawa senjata. Suara tembakan semakin gencar. Pintu hijau kemudian terbuka dan seorang laki-laki berlari keluar sambil menembak ke segala arah. Laki-laki itu berteriak sambil menembak. Beberapa saat ia menembak, tapi kemudian lelaki itu terjengkang dan roboh ke tanah.  Darah mengalir dari tubuhnya dan membasahi tanah kering. Suara tembakan terus mengoyak, seorang lelaki yang lain berlari keluar dari pintu hijau, ia juga menembak secara membabi buta. Tapi tak lama tubuhnya juga roboh menyusul lelaki pertama. Beberapa orang segera berlari menerobos suara tembakan, mereka menuju rumah berpintu hijau, melangkahi dua lelaki yang tergeletak. Sambil berlari, mereka berteriak satu sama lain. Beberapa suara letusan masih terdengar, kemudian tak terdengar lagi. Orang-orang berkerumun di sekitar laki-laki yang roboh di tanah, kerumunan orang semakin beratambah banyak. Suara orang berbicara keras-keras, tak jelas bicaranya. “Cepaatt!!…, cepaaatt….” Dan tiba-tiba saya terbangun, ternyata itu cuma mimpi! (image diatas diambil dari sini)

Sambil mengusap-usap mata, saya tersadar kalau baru saja bermimpi, saya bermimpi berada di tengah-tengah baku tembak. Saya menatap sekeliling kamar, televisi masih hidup. Layar televisi menayangkan film perang dengan adegan tembak-menembak di hutan. Suara baku tembak masih terdengar susul menyusul, mirip suara yang terdengar di mimpi saya. Sambil mengusap mata, saya masih terkantuk-kantuk memperhatikan, apakah suara tembak-menembak di adegan film televisi ada kaitannya dengan suara tembak-menembak dalam mimpi saya. Televisi saya matikan, saya kembali tertidur.

Siang harinya saya teringat kembali mimpi tembak-menembak. Saya bertanya-tanya dalam hati, apakah suara tembak-menembak dalam cerita film di layar televisi ada kaitannya dengan suara tembak menembak dalam mimpi saya. Malamnya, sebelum tidur saya menonton televisi. Mungkin karena terlalu capek, saya tertidur sampai lupa mematikan televisi. Ketika saya tertidurpun televisi tetap menyala walau suaranya tidak terlalu keras. Ketika tertidur itulah saya bermimpi menyaksikan tembak-menembak di suatu tempat. Pada saat yang bersamaan dengan ketika saya bermimpi, ada adegan film di televisi yang menayangkan film perang dengan suara-suara tembakan gencar.

Mungkinkah suara tembak-menembak dalam mimpi saya dipicu oleh suara tembak-menembak di televisi? Bisakah mimpi disebabkan kondisi yang sedang berlangsung di sekitar kita ketika tidur? Apa hubungan kondisi kenyataan dengan mimpi? Apakah kondisi sekitar saat tidur dapat memotivasi terjadinya mimpi? Misteri apa dibalik mimpi?

Selama ini saya beranggapan bahwa mimpi adalah “bunga tidur“. Mimpi merupakan mekanisme tubuh mencoba mewujudkan sesuatu yang diinginkan oleh orang yang bermimpi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita punya banyak keinginan. Diantara keinginan itu ada beberapa yang kita lakukan dan kita capai, tetapi sebagian dari keinginan itu tak mampu kita raih. Tubuh menyiapkan suatu mekanisme tertentu, ketika kita tidur tubuh kita menyerap keinginan yang tidak terwujud dan dengan suatu mekanisme tertentu keinginan tak terwujud itu terjadi dalam suatu mimpi. Tentu saja kejadian yang di dalam mimpi tersebut tidak benar-benar terjadi, tapi setidaknya tubuh kita sudah memberi cara tertentu untuk mewujudkan keinginan yang tak bisa dilakukan dalam kenyataan. Dalam kalimat lain bisa dikatakan bahwa tidur melakukan entertainment diri melalui mimpi.

Saya sudah terbiasa tertidur dan saat tidur saya masih bisa mendengar samar-samar suara-suara di sekitar saya. Di siang hari kalau saya memejamkan mata beberapa saat, saya bisa tertidur selama beberapa menit, sambil mendengar orang berbicara di sekitar saya. Setelah tertidur beberapa menit itu, saya merasa rileks dan badan terasa segar. Kejadian-kejadian seperti itu sudah berlangsung beberapa tahun ini, termasuk pada saat tidur di malam hari. Kadang saya merasa tidur saya kurang nyenyak karena masih terdengar suara di sekitar.

Sebenarnya tidur merupakan suatu misteri juga. Apa yang terjadi ketika kita tidur?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s