Ayo larang iklan rokok

Bagi kebanyakan orang Jakarta, mereka mungkin tidak begitu menyadari bahwa ada sesuatu yang berbeda dengan kondisi ruang luar kota Jakarta dengan kota-kota lain di Indonesia. Yang saya maksud adalah uang luar perkotaan, apakah itu median jalan, taman kota, pinggir jalan, bangunan dan semua ruang luar (out door) perkotaan. Di hampir semua kota dan daerah yang pernah saya datangi, ruang luar perkotaannya dijejali dengan iklan, mulai dari ukuran jumbo, sampai ukuran kecil, dari bentuk yang kokoh dengan konstruksi yang sangat kuat, atau yang hanya berupa pamflet yang ditempel di pohon, di bangunan, pada spanduk dan lain-lain. Begitu banyaknya iklan yang dipasang, sehingga ruang luar perkotaan terasa sesak dan penuh, bahkan menurut saya sudah terlalu banyak dan merusak estetika perkotaan. Segala macam jenis produk dijajakan dalam iklan ruang luar dalam bentuk baliho, spanduk billboard, pamflet, stiker, balon udara, videotron dan macam-macam lagi. Isinya mulai dari kebutuhan sehari-hari, sampai promosi pariwisata, promosi calon kepala daerah, promosi calon legislatif, promosi segala macam, termasuk iklan rokok.

Yang saya maksud DKI Jakarta berbeda dengan kota-kota lainnya adalah di Jakarta kita tidak menemukan media iklan/promosi yang menjajakan rokok.Sementara kota-kota lain, iklan rokok bisa ditemukan di mana saja. Tua muda, laki-laki perempuan, anak-anak dan orang dewasa dijejali ingatannya dengan berbagai macam rokok, seolah rokok adalah barang yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Saya tidak tau mulai kapan DKI Jakarta tidak membolehkan iklan rokok di ruang luar, ada yang mengatakan itu sejak Basuki Tjahaja Purnama,  Ahok, menjadi Gubernur DKI Jakarta, ada yang bilang kebijakan itu diberlakukan sejak Jokowi menjadi Gubernur.  Dua Gubernur DKI yang terakhir memang diketahui tidak merokok. Saya sangat mengapresiasi kebijakan Pemrov DKI yang tidak mengijinkan adanya iklan rokok di media ruang luar. Sayangnya iklan rokok di DKI Jakarta masih bisa ditemukan pada media-media tertentu. Suatu kali saya nonton di salah satu bioskop di Jakarta, di bioskop itu masih diputar iklan rokok sebelum pertunjukan dimulai. Mungkin Pemprov DKI masih kurang jeli, bahwa bioskop bisa menjadi media yang efektif menjajakan rokok,

Ayolah kota-kota lain juga menyusul DKI dalam pelarangan iklan rokok di ruang terbuka.

 

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s