“Mandege Gara” di Bali

img201702231023561Secara harafiah  gara dalam bahasa Batak artinya bara api, mandege artinya menginjak, jadi mandege gara terjemahannya adalah “menginjak bara api”. Tapi arti sesungguhnya mandege gara adalah kunjungan singkat. Saking singkatnya, kunjungan itu dianggap seperti menginjak bara api. Anda tentu pernah ke Bali (maaf bagi yang belum pernah), kalau ke Bali, berapa lama anda tinggal di Bali. Pertanyaan ini penting, karena di Bali terlalu banyak destinasi yang sangat menarik dikunjungi dan sangat sayang sekali untuk dilewatkan begitu saja. Karena itu kalau berkunjung ke Bali, menghabiskan waktu tiga hari belumlah bisa mendatangi berbagai obyek wisata yang rata-rata menggemaskan.

Entah berapa kali sudah saya ke Bali, tapi biasanya  kalau ke Bali, saya paling sedikit tinggal 3 hari. Tapi kali ini saya benar-benar mandege gara ke Bali, karena kunjungannya sangat singkat, cuma beberapa jam saja. Kali ini saya ke Bali hanya dalam rangka tugas, jadi apa boleh buat, tidak sempat untuk merasakan suasana khas Bali. Bagaimana tidak, demi tugas, saya dan rombongan mendarat di Bandara Ngurah Rai jam 09.25 WITA, dan langsung meluncur ke kawasan Nusa Dua. Tiba di tempat acara jam 09.40, langsung memasuki ruangan acara di Hotel Sofitel. Ternyata acara sudah mulai dan sedang diskusi panel, dimana salah satu panelis adalah Menko Maritim, Luhut Panjaitan.

Acara “World Ocean Summit” di Sofitel Nusa Dua sebenarnya berlangsung selama tiga hari. Lebih dari 400 orang hadir dari berbagai penjuru dunia, peserta dalam negeri hanya sekitar 50 orang saja. Topik yang sedang hangat dibicarakan adalah membahas “blue economy” dimana ke maritiman menjadi primadona. Boleh jadi potensi blue economy terbesar dunia adalah Indonesia, mengingat jajaran kepulauan Indonesia membentang dari Biak sampai ke Sabang, panjangnya tidak kurang dari London ke Moscow.

Isu lain yang menarik adalah tentang pencemaran laut dan perubahan iklim. Sampah plastik yang menyebar sampai ke lautan sudah sangat meresahkan, dan ini juga yang ditanyakan langsung oleh moderator dan penanya lainnya kepada Wakil Presiden di acara World Ocean Summit. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan ke Pak JK sangat tajam dan kritis, tapi beliau menjawabnya dengan lugas dan mantap. Gaya pertanyaan moderator sangat khas wartawan, maklum acara World Ocean Summit di Bali ini dihelat oleh The Economist, media global yang sangat berpengaruh.

Rombongan kami tidak mengikuti keseluruhan acara sampai selesai, begitu sesi sambutan dan tanya jawab dengan Pak JK selesai, rombongan kami segera bergegas menuju kendaraan yang akan segera membawa kami kembali ke bandara Ngurah Rai. Tepat jam 11.28 WITA pesawat kami lepas landas dari Bandara Ngurah Rai, menuju Halim Perdana Kusuma Jakarta. Cuma  sekitar 2 jam saja di Pulau Dewata, termasuk diantaranya perjalanan dari dan ke kawasan Nusa Dua. Benar-benar mandege gara di Bali.

img201702231120441

Good bye Bali, see you again!.

 

Advertisements

One thought on ““Mandege Gara” di Bali

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s