Cinta untuk Hasian

Surabaya,  Oktober 2011

Yang terkasih anakku Dennis,

Ini pertama kalinya papa bikin surat dengan tulisan tangan untuk kamu baca. Papa pikir cara seperti ini sekali waktu perlu, meski kita bisa pake surat yang diketik komputer, atau pake email, sms, atau bahkan bicara langsung. Semoga surat ini bisa kamu ambil hikmahnya. Karena Papa baru pertama kali membuat surat seperti ini, ada baiknya kamu simpan surat ini secara baik-baik. Pada suatu hari kelak, kalau kamu membacanya lagi, akan ingat bahwa Papa pernah bikin surat seperti ini, dan pada saat itu, kemungkinan suasananya sudah menjadi lain.

Dennis anakku,

Sewaktu kamu masih dalam kandungan, Papa sudah bekerja di Surabaya, sementara Mama masih tinggal di Jakarta. Papa pulang pergi Jakarta – Surabaya sesuai kemampuan dan uang Papa. Sebagai PNS dengan penghasilan terbatas, Papa tidak bisa terlalu sering pulang-pergi Jakarta-Surabaya. Tapi pada saat itu Papa berjanji pada diri sendiri, bahwa Papa akan mendampingi Mama ketika melahirkan kamu. Papa ingin, bahwa sejak detik pertama kamu melihat dunia, Papa ada didekatmu, ada untuk mencintaimu. Syukur pada Tuhan, pada saat-saat kamu akan lahir, papa sedang ada di Jakarta, jadi benar-benar bisa mendampingi Mama waktu melahirkan.

Malam itu Mama mulai merasakan mulas-mulas, dan tanda-tanda kamu akan lahir sudah mulai kelihatan. Sekitar jam 02.00 pagi, Mama minta diantar ke rumah sakit, Papa membawa Mama ke RS. Puri Cinere. Sesampainya di rumah sakit, Mama diperiksa, dan ternyata masih harus menunggu beberapa jam lagi sampai tiba saatnya melahirkan. Sekitar jam 05.00 Dokter tanya, apa Papa mau menyaksikan saat persalinan, atau mau menunggu di luar ruangan. Papa bilang, mau menemani Mama dan menyaksikan persalinan itu. Papa melihat semua proses persalinan itu, mulai dari saat Mama dibawa ke ruang persalinan. Lalu dokter, dengan dibantu perawat, melakukan semua persiapan. Waktu itu, Mama sudah merasakan kesakitan, dan Mama minta supaya di operasi saja supaya cepat. Tapi dokter bilang tidak perlu operasi, karena bayinya sudah hampir keluar.

Pada saat Mama berusaha melahirkanmu, Mama teriak-teriak karena kesakitan, Papa tidak bisa berbuat banyak, Papa cuma berdoa dan pegang tangan Mama. Papa melihat semua proses, sampai kamu benar-benar keluar dari perut Mama secara utuh. Itulah keajaiban yang diberikan Tuhan. Kamu lahir sebagai anak pemberian Tuhan yang luar biasa, kamu adalah karunia yang amat berarti buat Papa dan Mama. Kamu adalah cinta Tuhan terhadap Mama dan Papa, kamu pribadi yang istimewa yang dititipkan Tuhan kepada Papa dan Mama. Luar biasa.

Dennis,

Selama ini Papa mengakui bahwa Papa kurang sering mengatakan kepada kamu betapa Papa sangat mencintai kamu. Itu karena Papa memang tidak terbiasa berbicara hal-hal seperti itu. (Jangan tiru kebiasaan buruk Papa ini ya). Yang sesungguhnya, Papa sayang kamu, dan sangat mengasihimu. Ingatlah itu, meski Papa tidak sering mengatakannya dengan ucapan langsung, tapi Papa mencintai kamu lebih dari apapun. Karena kamu adalah cinta Tuhan yang diberikan kepada Papa dan Mama. Kamu harus percaya, ingat, dan meyakini selama hidupmu betapa besar cinta Papa dan Mama untuk kamu. Papa dan Mama selalu berdoa untuk kamu, agar Tuhan Yesus meberi pertolongan dalam hidupmu. Semoga Tuhan kasi jalan yang terbaik sekaligus menghindarkan kamu dari rintangan dan hambatan yang bisa mengendorkan semangatmu.

Kamu sendiri juga harus selalu berdoa kepada Tuhan agar kamu diberi kekuatan dan kesehatan khususnya dalam waktu-waktu yang sekarang ini. Kamu harus semakin rajin membaca firman Tuhan. Sesungguhnya Papa tidak ragu terhadapmu akan hal ini. Tapi Papa perlu dan wajib mengingatkanmu akan hal ini. Papa dan Mama sering melihat kamu berdoa sebelum tidur, teruskanlah kebiasaan baik itu. Karena kamu memang anak Yesus yang harus selalu memohon perlindungan kepada-Nya. Dalam keadaan apapun, ingatlah berdoa kepada Tuhan. Sampaikan seluruh keinginanmu dan minta perlindungan Tuhan dalam hidupmu.

Kamu sudah mempelajari banyak hal tentang iman kepada Yesus Kristus. Kamu telah diberi keselamatan dari Tuhan sendiri, pertahankanlah imanmu selama hidupmu. Jangan goyah oleh godaan apapun. Kalau ada rintangan dalam hidupmu, yakinlah Tuhan Yesus akan selalu berada disampingmu dan memegang tanganmu supaya kamu tidak tergelincir. Untuk itu kamu harus selalu mendekatkan diri kepada Tuhan. Supaya kamu menjadi anak Tuhan yang dikasihi.

Dennis Hasian,

Papa dan Mama memberi kamu nama Hasian, dalam bahasa Batak, hasian berarti kesayangan. Itu karena kamu adalah anak kesayangan, bagi Mama dan Papa, kesayangan bagi Oppung, bagi keluarga kita. Dan semoga kamu menjadi kesayangan bagi banyak orang. Waktu mencari nama untuk kamu, Papa hanya terpikir kamu adalah kesayangan, maka jadilah namamu Hasian. Namamu adalah doa dan pengharapan Papa dan Mama, supaya kamu menjadi hasian bagi semua orang, kamu menjadi orang yang dicintai. Ingat, supaya kamu dicintai, maka kamu harus mencintai terlebih dulu. Jadi kamu harus mencintai dan mengasihi orang supaya kamu dicintai orang, supaya kamu menjadi kesayangan, menjadi hasian seperti namamu.

Amang Dennis,

Papa mau sebut kamu amang, sebab dalam tradisi Batak, kalau seorang bapak menyebut anaknya dengan amang, itu adalah panggilan kesayangan. Secara harafiah, amang sebenarnya berarti bapak. Tapi begitu hormat dan sayangnya kepada anaknya, maka dipanggil amang. Sama seperti namamu Dennis Hasian. Mungkin kamu merasa lucu dipanggil amang, tapi itulah, supaya kamu juga ingat kalau kamu adalah putra Batak yang menjadi hasian banyak orang.

Amang Hasian,

Sejak kamu mulai bertumbuh, Papa mengamati, betapa kamu menjadi anak yang lucu dan selalu menggemaskan Papa dan Mama. Banyak hal yang menggembirakan, dan menggemaskan yang membuat Papa dan Mama tidak henti-hentinya bersyukur bahwa Tuhan yang memberikan kamu. Kalau mau dituliskan satu persatu, surat ini nantinya bisa puluhan lembar dan tidak tau kapan akan selesainya.

Waktu kita tinggal di Manyar Kartika, melihat abang Daniel sekolah, kamu sudah kepingin sekolah. Waktu itu Daniel sudah sekolah TK di Santa Clara, lalu Papa dan Mama ingin mendaftarkan kamu ke TK Santa Clara, supaya satu sekolah sama abang. Tapi karena umurmu masih kurang sekitar dua bulan, TK Santa Clara tidak mau menerima. Akhirnya kamu didaftarkan ke TK “Permai” yang didekat rumah di Manyar Kartika. Selama kamu TK itu, gurumu sering cerita ke Mama, kalau kamu sering nanya yang bikin bu guru ketawa dan heran.

Mau masuk SD, lagi-lagi Papa dan Mama mau daftar ke SD Santa Clara, tapi lagi-lagi ditolak dengan alasan kurang umur. Karena kamu udah selesai TK ya harus masuk SD, jadi di daftarlah ke sekolah yang mau terima, jadilah kamu masuk ke SD Negeri Barata Jaya. Waktu itu kita sudah pindah ke Tenggilis (belum ke rumah sekarang di Tenggilis Timur Dalam), supaya dekat ke rumah, kamu dipindahkan ke SD Kendang Sari. Disana kamu mulai sekolah, tapi karena jadwal ujian dan jadwal libur  antara SD Santa Clara dan SD Kendang Sari berbeda, jadi kamu dan abang tidak bisa sama-sama libur, maka Papa dan Mama usahakan supaya kamu juga bisa pindah ke SD Santa Clara. Memasuki mau naik kelas-2, Papa menemui kepala sekolah SD Santa Clara. Dengan susah payah Papa memohon dan meminta kepada Suster kepala sekolah, akhirnya kamu diterima di kelas 2 SD Santa Clara di Ngagel Madya.

Dennis anakku,

Papa ingat sejak awal kamu ikut kegiatan ekskul di sekolah, termasuk drum-band, dan kamu menjadi pemain terompet. Papa dan Mama sangat bangga ketika kamu jadi ikut kelompok terompet di drumband. Papa ingat, kamu pernah ikut festival drumband di THR Surabaya, dengan seragam baju merah yang gagah. Dalam hati Papa gembira dan bersyukur, kamu adalah orang yang ikut membuat harum nama sekolah. Mulai kelas -4, kamu juga ikut les piano, karena piano kita sudah dikirim dari Jakarta.

Memasuki SMP, kamu mulai ikut paduan suara sekolah, sambil terus les piano dan mulai les bahasa inggeris. Ternyata kamu juga bisa menyanyi, dan sampai SMA Papa lebih bangga lagi karena di paduan suara SMA St. Louis, kamu bisa jadi solois. Papa tidak menyangka kamu bisa menjadi solois dikelompok paduan suara. Meski kamu sering menghindar kalau Papa dan Mama ingin menyaksikan kelompok paduan suaramu. Tapi kamu perlu tau, papa merasa sangat bangga akan kemampuanmu. Begitu juga ketika kamu mulai latihan saxophone, dalam waktu yang singkat kamu sudah bisa membawakan lagu. Memang belum sempurna, tapi itu sudah membuat Papa bangga dan senang mendengar dentingan pianomu dan tiupan saxophone-mu. Kadang Papa sengaja keluar rumah untuk mendengar kamu sedang main piano atau sedang main saxophone. Rumah kita rasanya menjadi lain ketika terdengar suara piano atau suara saxophone. Papa selalu memberimu semangat untuk memantapkan permainanmu, sebenarnya sekaligus juga Papa menikmati konser piano tunggal dan konser saxophone di rumah sendiri. Papa tau, tidak semua orang tua bisa merasakan hal seperti itu.

Minggu tgl 23 Oktober 2011, tau-tau ada berita yang sangat menggembirakan setelah kamu ikut Festival Piano di Empire Building Surabaya. Papa telpon Mama, lalu Mama bicara sama abang, dalam pembicaraan itu Mama menceritakan kalau kamu berhasil jadi juara-1 di festival Piano itu. Papa kemudian juga menyampaikan rasa bangga papa melalui telpon ke kamu. Juara-1 Festival Piano, hebat sekali kamu, Papa senang dan bangga kamu bisa jadi juara-1 di festival piano. Itu prestasi yang luar biasa. Wah-wah, kamu memang punya feeling yang bagus. Ini sangat membanggakan untuk keluarga kita, ada kamu yang jadi juara-1 festival piano.

Itulah bukti kerja keras dan latihan yang tekun. Jadi kamu akan bisa mencapai yang kamu inginkan kalau tekun, rajin dan mau belajar dari orang lain. Papa berdoa dan yakin, prestasi-prestasi yang berikutnya akan menyusul. Kamu bekerja keras, latihan baik, dan berserah kepada Tuhan, maka pada saat yang tepat, saat yang indah, Tuhan akan memberikan berkat dan rahmat, hadiah yang indah. Tidak ada yang tak mungkin kalau kita bekerja keras, dengan sabar, tekun dan meminta pertolongan Tuhan. Abang baru membeli buku berjudul “Mimpi Sejuta Dollar“, menceritakan perjuangan seorang mahasiswa Indonesia (Merry Riana) di Singapura yang cuma punya 10 Dollar seminggu untuk biaya hidup. Pada akhirnya dengan perjuangan yang luar biasa, pada umur 26 tahun dia bisa mempunyai penghasilan 1 juta dollar. Papa sudah baca sebagian buku itu, dan sekarang sedang dibaca abang. Nanti kalau sudah selesai dibaca abang, kamu juga harus baca buku itu. Buku itu sangat menginspirasi.

Hasian Anakku,

Sekarang, kamu udah kelas 3 SMA, secara usia sudah memasuki tahap dewasa. Sebentar lagi mau masuk perguruan tinggi. Seperti sudah beberapa kali Papa bilang, ketika memilih jurusan untuk perguruan tinggi nanti, maka pilihlah jurusan yang ngasi kesempatan untuk berpikir sistematis dan analitis. Orang yang berpikir sistematis dan analitis, pada umumnya bisa mengerjakan sesuatu dengan lebih mudah dan lebih murah. Jadi kalau waktu kuliah kamu dibekali dengan kemampuan analitis yang sistematis, mudah-mudahan, kelak dimasa depanmu dalam bekerja atau ngapain aja, itu akan sangat bermanfaat. Kalau kamu misalnya mencari kerja, maka biasanya kantor atau perusahaan akan mencari orang yang punya kemampuan analitis yang tinggi.

Seingat Papa, Papa tidak pernah minta kamu untuk memilih jurusan tertentu. Kalaupun pernah, anggaplah itu sebagai informasi yang perlu kamu ketahui. Papa pernah memberi gambaran, jurusan yang memberi kesempatan banyak untuk berpikir analitis dan sistematis. Kamu sudah mampu untuk menentukan sendiri jurusan yang akan kamu pilih. Apapun yang kamu pilih nantinya, yang penting kamu ingat adalah bahwa kamu memilih dengan melihat rencana masa depan yang kamu inginkan dan memilih dengan tujuan belajar lebih baik. Dan ingat, apapun jurusan yang kamu pilih, Papa dan Mama akan setuju dan mendukung kamu.

Setelah kamu menentukan pilihan, kamu harus mempersiapkan diri dengan cara yang terbaik. Pilihan yang baik menuntut persiapan yang prima dan kemauan kerja keras yang luar biasa.  Pilihan yang baik tidak mungkin bisa dicapai dengan cara biasa-biasa saja, apalagi dengan cara belajar yang asal-asalan. Memilih dengan baik sangat penting, tapi yang jauh lebih penting adalah mempersiapkan diri untuk berhasil mencapai pilihan itu.

Dalam menghadapi SNMPTN 2012 nanti, kamu harus menyiapkan diri dengan yang terbaik dengan belajar keras. “Senjata dan peluru” sudah kamu punya, tapi senjata dan peluru yang baik itu sangat tergantung pada orang yang menggunakannya. Untuk bisa memenangkan pertempuran, tentara harus latihan habis-habisan. Sekarang ini kamu ibarat seorang prajurit tentara yang sedang berlatih keras untuk memenangkan suatu pertempuran. Pertempuranmu adalah SNMPTN 2012. Senjata harus “diasah” terus menerus supaya bisa digunakan dengan sebaik-baiknya. Jadi berlatihlah dengan baik, termasuk berdoa dengan lebih baik.

Papa dan Mama akan selalu siap untuk mendampingimu, setiap saat Papa dan Mama siap dimintai pendapat, kalau kamu merasa ada yang perlu kamu mau tanyakan. Papa dan Mama akan  memberikan yang terbaik yang kami bisa. Kalau kamu butuh bantuan Mama dan Papa, jangan ragu-ragu meminta. Kami berdua selalu ada disampingmu. Papa dan Mama memohon kepada Tuhan, agar Tuhan memberi yang terbaik bagi kamu.

Amang Hasian,

Papa juga mau buat testimony, kalau selama ini Papa  merasa belum sepenuhnya menjadi orang tua yang baik, sebagaimana yang diharapkan oleh anak-anaknya. Selama ini Papa dan Mama masih merasa mempunyai kekurangan, baik itu ketika membimbing dan menemani kamu. Sering ada waktu yang kita lewatkan begitu saja. Sebagai manusia, Papa dan Mama mempunyai kekurangan dan kelemahan. Mungkin Papa marah karena hal yang sepele, mungkin juga tidak mengindahkan permintaanmu, atau hal-hal lain yang pernah membuat kamu merasa tidak senang alias bete. Papa berharap semua kekurangan itu tidak menjadikan kamu kecil hati. Atas semua kekurangan dan kelemahan Papa dan Mama, Papa minta maaf, dan berdoa, semoga kamu tetap menjadi orang yang bisa memetik manfaat dari semua kejadian yang pernah kamu alami. Percayalah, tak pernah sedikitpun terbersit niat untuk membuatmu sakit hati atau kesal berkepanjangan.

Satu hal yang perlu Papa ingatkan juga, kalau semua yang kamu lakukan, atau semua kerja keras kamu, ternyata nantinya tidak sesuai seperti yang kamu inginkan, ingatlah, bahwa kita sebagai manusia boleh merencanakan dan mengusahakan, tapi Tuhan lah yang menentukan. Kita harus percaya kepada Tuhan, Tuhan mempunyai rencana-Nya sendiri. Jadi jangan pernah putus asa, atas apapun hasil yang kamu peroleh. Tuhan terkadang mengijinkan kita untuk “ditempa”, agar tahan uji dan sabar.  Tuhan selalu mempunyai rencana yang baik bagi anak-anakNya, termasuk untuk kamu Dennis. Jadi kita harus tetap berpegang pada kekuatan Tuhan. Percayalah Tuhan Yesus menyiapkan suatu yang indah bagimu. Papa harap kamu jangan melupakan hal ini.

Dennis yang baik

Kalau suatu hari kelak kamu bertemu seorang wanita yang kamu cintai, berdoalah kepada Tuhan Yesus agar Dia membimbing dan merestuimu. Papa yakin suatu saat nanti, di waktu yang diinginkan Tuhan, seorang pendamping akan diberikan Tuhan Yesus kepadamu. Cintailah dengan sepenuh hati dengan niat yang tulus dan dengan yang terbaik dari hati dan jiwamu. Papa merasa perlu memberi tips ini kepadamu. Pada saatnya kelak, kamu akan menemukan sendiri bagaimana membina hubungan dan membangun keluarga. Papa tidak ingin menulis ini terlalu panjang, kamu sendiri nanti akan menemukan jalan terbaik bagi kamu.

Begitupun ketika kamu siap menjadi bagian dari masyarakat yang lebih luas, dengan segala yang sudah kamu pelajari, Papa yakin kamu siap menjadi seorang yang berguna bagi masyarakat, bermanfaat bagi banyak orang. Dimanapun kamu bekerja, apapun usaha dan pekerjaanmu lakukanlah dengan segala yang terbaik yang ada padamu.

Dengan menuliskan hal-hal diatas, Papa merasa lega memberimu sedikit “modal” untuk kamu jadikan pedoman. Kamu harus mengembangkannya lebih jauh, menjadi lebih luas dan lebih baik. Kamu perlu mencerna dan memahaminya sendiri, sehingga kamu sendiri yang menemukan cara yang terbaik untuk melangkahkan kakimu. Ibaratnya Papa hanya memberi sedikit “window”, kamulah yang harus mengisi “contents”nya supaya benar-benar bermanfaat bagi kamu. Papa cuma mau memberi “clues”, kamulah yang meneruskan.

Papa kira, saatnya papa harus mengakhiri surat ini, supaya kamu mulai mengembangkan ide sendiri.

Selamat bekerja keras,

Semoga Tuhan kita Yesus Kristus melindungi dan memberkatimu senantiasa, dimanapun kamu berada. Amin

Dengan sepenuh cinta

Papa

PS.

Papa putuskan untuk meng-up-load  surat ini di www.togarsilaban.wordpress.com, di page dimana kamu ada, yaitu di Cinta untuk Hasian. Supaya kapanpun dan dimanapun kamu bisa membaca surat ini. Surat ini di upload setelah kamu selesai membaca surat versi tulisan tangan Papa.