Cara mengolah tempe yang berkesan

Pengalaman saya pertama kali melihat proses membuat tempe sangat berkesan bagi saya. Kejadiannya sudah cukup lama ketika saya masih berdomisili di Jakarta. Suatu saat saya berkunjung ke daerah Jelambar, Jakarta, suatu daerah yang sangat padat penduduknya. Didaerah pemukiman tersebut terdapat pabrik pengolahan tempe.

Pada umumnya pengolahan tempe adalah industri rumah tangga dengan proses pembuatan yang tidak rumit.Kedelai yang akan dijadikan tempe terlebih dahulu harus dibuang kulitnya. Pembuangan kulit biasanya dilakukan dengan merebus tempe kira-kira setengah matang. Dengan perebusan itu, kulit tempe akan mudah dilepas. Setelah direbus, tempe di aduk-aduk agar kulit lepas, kemudian kedelai direndam dalam air. Kulit kedelai yang lebih ringan akan berada dibagian atas, sementara bijinya yang lebih berat dibagian bawah.Maka kulit dan biji akan terpisah. Setelah itu biji kedelai siap diaduk dengan ragi untuk mempercepat proses fermentasi. Proses fermentasi  akan merubah kedelai  menjadi tempe yang siap untuk dikonsumsi.

Proses yang membuat saya terkesan di daerah Jelambar adalah bahwa air yang digunakan untuk merendam kedelai diambil dari saluran dibelakang rumah. Air itu berwarna hitam, karena memang berasal dari saluran drainase permukiman. Proses pelepasan kulit tempe dilakukan dengan menginjak-injak tempe yang direndam dan disiram air limbah dari drainase tersebut. Melihat itu, perut saya terasa mual. Setelah melihat perendaman tempe tersebut, untuk berbulan-bulan saya tidak mau makan tempe. Air saluran yang hitam itu seperti terbayang terus ketika saya melihat tempe.

Tapi dasar tempe memang enak, lambat laun makan tempe lagi sampai sekarang. Kadang-kadang masih teringat air saluran itu, tapi saya menghibur diri bahwa tidak semua pengolahan tempe menggunakan air saluran drainase. Pembinaan kepada pengusaha tempe memang perlu, agar proses pengolahannya benar-benar hygienis, tidak membahayakan konsumennya.
 

2 thoughts on “Cara mengolah tempe yang berkesan

  1. waw… artikelnya benar2 mengesankan.. saya baru tau ada pengolahan yg seperti itu.. karena di daerah saya semua pengolahan tempenya rata2 higienis.. lanjutkan… sebagai bahan perbandingan demi kemajuan bersama…

    Like

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s