Memang kenapa merayakan Natal sebelum 25 Desember!

Natal BPKP 2011 045Beberapa tahun terakhir ini saya beberapa kali menemukan tulisan para pemerhati teologia tentang perayaan Natal yang dilakukan sebelum tanggal 25 Desember. Berkembang opini yang tidak setuju adanya perayaan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Mereka yang tidak setuju ini pada umumnya saya sebut pemerhati teologia, ada bahkan pendeta yang punya reputasi. Karena orang-orang yang mengembangkan opini ini punya reputasi, jemaat cenderung mengamini opini para pemerhati itu. Alasan yang dikemukakan terutama adalah bahwa sudah disepakati perayaan kelahiran Yesus adalah tanggal 25 Desember. Sebagai bagian dari perayaan itu, ada periode persiapan yang disebut Minggu Advent selama 4 minggu sebelum tanggal 25 Desember.  Karena itu, menurut mereka, perayaan yang dilakukan sebelum tanggal 25 Desember akan mengacaukan kegiatan Minggu Advent.   Menurut mereka sulit membedakan mana yang perayaan Natal, mana yang kegiatan Minggu Advent. Kira-kira begitu argumentasinya.

Sesungguhnya kelahiran Yesus Juru Selamat tidaklah persis tanggal 25 Desember. Ada perbedaan pendapat tentang tanggal pasti hari kelahiran Yesus. Gereja Ortodoks misalnya, merayakan Natal justru pada awal bulan Januari. Kalau ditelaah ke empat kitab Injil, Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, kitab-kitab itu tidak mencantumkan penanggalan kelahiran Yesus. Kitab-kitab itu mencatat kejadian kelahiran Yesus dan tanda-tanda alam yang terjadi pada masa-masa Yesus dilahirkan. Jadi kalau ada perbedaan pendapat tentang hari kelahiran Yesus, itu sebenarnya sah-sah saja.

Bertahun-tahun lampau, terutama sampai periode tahun 90an, saya tak pernah membaca pendapat yang tidak setuju perayaan Natal dilakukan pada masa Minggu Advent. Setidaknya itu yang saya ingat. Begitupun perdebatan tentang perayaan Natal sebelum tanggal 25 Desember tak terlalu dipermasalahkan. Kecuali Gereja Katolik, memang pada umumnya tidak merayakan Natal sebelum 25 Desember. Tapi itu tak dipermasalahkan di kalangan Gereja Protestan.

Tapi belakangan ini semakin sering muncul himbauan dari beberapa tokoh Protestan untuk tidak merayakan Natal sebelum tanggal 25 Desember. Seperti yang sudah dikemukakan diatas, alasan utamanya adalah supaya perayaan Natal tidak mengganggu proses Minggu Advent. Sebagai orang awam teologia, saya tak mengerti bagaimana perayaan Natal sebelum tanggal 25 Desember dianggap akan mengganggu atau “merusak” kekhidmatan dan kehusukan Advent selama 4 minggu.

Yang saya  fahami, Advent sesungguhnya adalah masa penantian sampai kedatangan Yesus kedua kalinya. Jadi waktunya tidak cuma 4 minggu, itu adalah masa yang boleh jadi sangat panjang. Masa Advent tidak dibatasi hanya 4 minggu sebelum tanggal 25 Desember. Boleh jadi Masa Advent ada selama masa hidup kita. Karena itu menurut saya tidak masalah merayakan Natal selama Masa Advent.  Bahkan kalau Natal dirayakan pada bulan Agustuspun semestinya tidak menjadi persoalan.

Ayo rayakan saja Natal kapanpun dan dimanapun. Sambut kedatangan Sang Penebus!

SELAMAT HARI NATAL 2013!

One thought on “Memang kenapa merayakan Natal sebelum 25 Desember!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s