Detik-detik eksekusi tembak mati ibu dan anak

Sampai posting ini published, saya tidak tau apakah ibu dan anak Sumiarsih dan Sugeng, terpidana mati sudah dieksekusi oleh regu tembak Brimob. Hampir semua media cetak Surabaya hari ini memuat headline tentang pelaksanaan eksekusi tembak mati Sumiarsih dan anaknya Sugeng.

Mencermati pemberitaan media, dan perhitungan waktu normal, mestinya keduanya sudah ditembak mati sekitar tengah malam tadi pagi (18 Juli). Keduanya telah menandatangani berita acara pelaksanaan eksekusi hukuman mati. Menurut ukuran normal, eksekusi dilakukan sekitar 3 x 24 jam setelah penandatanganan berita acara eksekusi oleh terpidana.

Persiapan pelaksanaan eksekusi sudah sangat menonjol baik di Rutan Medaeng Surabaya, Rumah Sakit Dr. Sutomo Surabaya, maupun di tempat pemakaman di Malang. Penjagaan di Rutan Medaeng sangat mencolok agak ketat, setiap orang diamati oleh petugas. Hanya keluarga dekat kedua terpidana yang boleh berkunjung, itupun dengan ketentuan yang sangat ketat. Sumiarsih, kabarnya meminta bertemu dengan pembimbing rohaninya yang kebetulan berada di luar negeri. Dikabarkan Jumat pagi ini pembimbing rohaninya baru bisa tiba di Medaeng. Konon karena permintaan Sumiarsih adalah untuk bertemu pembimbing rohaninya, ada kemungkinan tembak mati dilakukan Sabtu dinihari 19 Juli 2008.

Rumah sakit Dr. Sutomo Surabaya, akan menjadi tempat pelaksanaan otopsi jenazah, karena itu lokasi pelaksanaan otopsi juga sudah dipersiapkan. Peti mati untuk kedua terpidana itu juga sudah disiapkan. Persiapan untuk pelaksanaan otopsi sudah semuanya beres. Lokasi kamar mayat RS DR Sutomo sudah disterilkan, tidak boleh semarang orang lewat. Pintu masuk ke kamar mayat terkunci.

Dari serangkaian persiapan itu, detik-detik tembak mati ibu dan anak Sumiarsih dan Sugeng semakin dekat. Tidak lagi menghitung hari, tapi sudah menghitung detik. Atau bahkan sebenarnya pada saat saya mengetik ini, keduanya sudah ditembak mati. Biasanya pelaksanaan tembak mati dilakukan ditengah malam ditempat yang dirahasiakan.

Hanya mujizat yang bisa membatalkan pelaksanaan hukuman itu. Mujizat itu bisa terjadi seandainya tiba-tiba Presiden SBY memberikan pengampunan kepada keduanya. Apakah itu mungkin.

Lokasi eksekusi tembak mati harus dilakukan ditempat sepi, di tengah malam buta. Dan karena harus dilakukan di sekitar Surabaya, maka lokasi yang memenuhi syarat sebenarnya tidak banyak. Kemungkinan dilakukan disekitar pantai Timur Surabaya, karena tempatnya sepi. Beberapa lokasi di Pantai Timur sebenarnya bisa diduga, karena tentu saja lokasi itu harus terjangkau oleh kendaraan bermotor roda empat untuk membawa terpidana, regu tembak, serta sejumlah saksi dari berbagai instansi.

Lokasi yang sepi di sekitar Surabaya, mungkin juga di bagian Barat Surabaya, tapi tidak banyak, tempat yang benar-benar memenuhi syarat, karena cukup dekat dengan permukiman. Atau eksekusi itu bisa juga dilakukan di kompleks Rutan. Tapi kemungkinan ini kecil, karena lokasinya harus disiapkan sedemikian rupa.

Dimanapun keduanya akan ditembak mati, semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa keduanya.

One thought on “Detik-detik eksekusi tembak mati ibu dan anak

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s