Ketika anak perawan hamil diluar nikah

Apa yang akan anda lakukan kalau suatu saat anak perempuan yang sangat anda kasihi dan sayangi, menemui anda dan bilang:

“Papa, mama, aku hamil”.

Kalau si anak sudah bersuami, tentu anda akan sangat senang dan bahagia. Tapi kalau buah hati anda yang berumur 19 tahun itu belum bersuami, tentu akan lain ceritanya.  Di jaman yang permisif seperti sekarang inipun, barangkali anda akan kaget setengah mati menghadapi kenyataan seperti itu. Apalagi di jaman dahulu yang budaya nya masih sangat kuat. 

Gambaran anak remaja hamil diluar nikah itulah yang jadi pembuka khotbah yang saya hadiri pada malam Natal lalu. Sisi kemanusiaan Bunda Maria dijelaskan oleh bapak pendeta untuk melihat betapa berat tantangan yang dihadapi Maria dan keluarganya, ketika ia mengandung bayi Yesus.

Alkitab menjelaskan dengan baik, bahwa Maria hamil dengan perantaraan Roh Kudus. Kehamilan Maria adalah penggenapan Firman Allah Sang Pencipta. Alkitab tidak menceritakan bagaimana pergumulan Maria, pergolakan batin ibu dan ayah Maria dan keluarganya yang menghadapi kenyataan bahwa anak perawan dalam keluarga hamil di luar pernikahan.

Sebagai manusia biasa, keluarga Maria tentu tidak mudah untuk memahami apa dan bagaimana kehamilan melalui Roh Kudus. Pergumulan hebat dialami oleh ayah, ibu dan keluarga Maria. Apa kata orang, apa kata tetangga tentang putrinya yang hamil diluar pernikahan.

Boleh jadi ketika Maria menceritakan kehamilannya kepada ibu dan ayahnya, kedua orang tuanya juga seperti orang tua lainnya. Mereka kaget, sedih, malu campur baur. Hati mereka mungkin merasa hancur. Meski Maria menjelaskan pertemuannya dengan Roh Kudus, tapi sebagai manusia, boleh jadi orang tuanya merasa bahwa Maria sudah berzinah. Perasaan orang tua Maria yang menganggap anaknya berzinah adalah perasaan wajar. Persoalan kehamilan Maria bukanlah persoalan sederhana bagi keluarga.

Pesan khotbah Natal malam itu adalah bahwa mempersiapkan kelahiran Yesus bukanlah masalah yang sederhana. Pergumulan batin keluarga Maria dan Yusuf menghadapi persoalan kemanusiaan adalah suatu persiapan yang hebat sebagai manusia. Kedatangan Kristus membutuhkan pemahaman yang luar biasa bagi Maria dan Yusuf.

Apakah umat Kristiani saat ini sudah mempersiapkan diri untuk kehadiran Yesus Kristus dalam dirinya?.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s